Waktu Posting : 25-05-2014 15:04 | Dibaca : 2180x
Makanan organik merupakan makanan yang baik untuk kita konsumsi. Makanan ini bersumber dari proses alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya. Terdapat berbagai manfaat yang akan kita dapatkan saat mengonsumsi makanan organik. Di antaranya berbagai manfaat yang akan kita dapatkan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Makanan organik lebih aman terhadap bahan kimia berbahaya. Bagi anda yang terbiasa mengonsumsi buah, sayur atau pun daging maka perlu mencermati hal berikut ini. Banyak bahan makanan yang tumbuh dengan bantuan bahan kimia, seperti pada pertanian dan juga peternakan modern. Hal tersebut jelas kehadiran bahan kimia yang terkonsumsi selama bertahun-tahun semakin lama akan semakin menumpuk dan lama-lama akan menjadi racun bagi tubuh anda dan menyebabkan tubuh menjadi sakit. Nah hal ini lah yang menjadi salah satu kelebihan dari makan organik. Karena bahan makanan organik diperoleh dari cara alami sehingga memiliki kandungan kimia berbahaya yang rendah atau bahkan tidak mengandung sama sekali sehingga sangat aman untuk anda konsumsi.
Baca juga : Berbagai Makanan Sehat Untuk Diet
2. Makanan organik ini menjadi makanan yang baik untuk dikonsumsi karena mengandung banyak vitamin dan antioksidan alami yang baik bagi tubuh. Makanan organik layaknya buah dan sayuran yang diproduksi melalui pertanian alami memiliki kandungan gizi yang tinggi karena tidak menggunakan pestisida yang mengandung zat berbahaya. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa pestisida tersebut dapat menyebabkan berbagai gangguan dalam tubuh kita semisal menjadikan seseorang sakit kepala, mual atau yang lebih mengkhawatirkan adalah timbulnya sel kanker pada diri seseorang.
3. Makanan yang tumbuh secara alami atau diproses secara organik ini memiliki rasa yang berbeda dari makanan yang diproses melalui kegiatan menggunakan bahan kimia. Rasa yang dihasilkan pada makanan organik dinilai lebih nikmat untuk dikonsumsi daripada makanan yang lahir dari proses kimia. Misalkan saja buah dan sayuran organik yang memiliki tingkat kesegaran dan rasa yang lebih baik dari pada buah dan sayuran dari proses kimia.
Baca juga : Posisi Duduk di Depan Komputer
4. Kebersihan makanan yang lebih terjaga. Dalam beberapa kasus, disebutkan bahwa bahan-bahan kimia ini dalam proses pertanian seringkali dikaitkan dengan tujuan untuk menjaga tanaman atau hasil tanaman agar tampak lebih segar dan indah dalam segi penampilannya. Hal tersebut memang benar karena ketika bahan kimia ini ditambahkan dalam proses produksi tersebut maka hama atau gulma pengganggu akan sulit tumbuh dan tanaman akan tampak lebih terawat. Namun tentu saja hal ini menjadikan banyak kandungan berbahaya yang masih tertinggal di tanaman. Dengan demikian maka jelas kebersihan bahan makanan yang sesungguhnya tetap berada di makanan organik yang meskipun kondisi luarnya terlihat kurang baik tetapi kandungannya tetap sehat.
5. Membicarakan tentang kandungan gizi maka secara otomatis kita juga membicarakan tentang khasiat dari makanan organik itu sendiri. Buah dan sayur seperti yang anda ketahui merupakan bahan makanan yang baik dikonsumsi setiap harinya untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Zat-zat yang terkandung di dalam buah dan sayur berkhasiat untuk menangkal berbagai jenis penyakit. Benarkah? Perlu untuk anda garis bawahi adalah tentang buah dan sayur yang dimaksud di sini lebih ditekankan pada buah dan sayur yang diproses secara alami. Karena seperti yang saya jelaskan di atas bahwa buah dan sayuran kimia memiliki kandungan kimia sehingga khasiatnya pun terbatas dan juga menimbulkan racun bagi tubuh.
Demikianlah beberapa ulasan menarik yang dapat saya kupas tentang kelebihan yang didapatkan dari mengonsumsi makanan organik. Semoga sedikit rangkuman yang saya sajikan di atas mampu membantu anda untuk mendapatkan makanan yang berkualitas.15-07-2016 04:25
Ciuman adalah ritual manusia untuk menujukan kasih sayang dan perhatiannya terhadap pasangannya. tapi dibalik rutinitas itu kenali beberapa penyakit menular yang disebarkan melalui ciuman. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ciuman yang sehat dapat membawa banyak manfaat untuk tubuh. Namun bila dilakukan dalam kondisi tertentu, ciuman antar pasangan justru dapat menjadi media penularan penyakit. Baca juga : Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Komedo Meski banyak menawarkan manfaat kesehatan, namun ciuman juga dapat menjadi media penularan sejumlah virus dan bakteri penyebab penyakit. Virus dan bakteri dalam air liur atau darah dari satu orang dapat menyebar ke orang lain dengan berciuman. Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman 1. Herpes Virus yang dianggap bagian dari keluarga herpes termasuk Epstein-Barr, varicella-zoster (penyebab cacar air) dan herpes simplex (menyebabkan cold sores). Herpes simplex virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan virus saat Ciuman. Herpes paling mudah menyebar ke orang lain ketika lesi terbentuk atau telah meletus. Virus ini bisa 'menumpahkan' (menyebar ke orang lain) dari lokasi leci bahkan ketika herpes itu telah sembuh. Sedangkan cacar air mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung, tetesan liur atau penyebaran udara. 2. Mono Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebut Epstein-Barr virus, seperti dikutip dari Wikipedia, virus ini adalah salah satu tipe virus herpes. Namanya cukup unik, Infectious mononucleosis atau EBV infectious mononucleosis, Pfeiffer's disease, Filatov's disease atau bekennya disebut mono. Penyakit ini pertama kali dijabarkan oleh Sprunt dan Evans di sebuah bulletin yang disebarkan di Johns Hopkins Hospitals tahun 1920. Gejala yang muncul akibat penyebaran virus ini adalah sakit tenggorokan, demam, gelisah, rasa tidak nyaman di badan, peradangan, mual-mual hingga kehilangan nafsu makan. Penyakit ini juga mempengaruhi beberapa bagian tubuh dan memicu terbentuknya penyakit lain, seperti radang tenggorokan hingga hepatitis. Infeksi menyebar melalui pertukaran air liur, dan melewati masa inkubasi selama kurang lebih 4-7 minggu. Umumnya, gejala akan dirasakan selama 2-3 minggu dan bertahan selama beberapa bulan lamanya.penyakit ini bisa diobati dan sembuh, hanya saja umumnya menyerang seseorang dalam waktu yang cukup lama. Cenderung saat terserang virus orang akan berburu antibiotik sebagai pengobatan dini. Dalam kasus ini, antibiotik tidak dapat membantu meredakan serangan virus. 3. Glandular fever atau kissing disease Glandular fever adalah istilah umum untuk infeksi virus yang disebut infeksi mononukleosis, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus ini menyebar melalui air liur dan infeksi terjadi melalui kontak. 4. Flu dan pilek Pilek ditularkan melalui kontak langsung dengan virus. Anda bisa terinfeksi flu dari tetesan liur atau dari kontak langsung dengan sekresi (cairan dan lendir) dari hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi. 5. Hepatitis B Ciuman juga dapat menularkan virus ini, meskipun darah memiliki tingkat virus lebih tinggi ketimbang air liur. Infeksi dapat terjadi ketika darah dan air liur yang terinfeksi bersentuhan langsung dengan aliran darah orang lain atau selaput lendir. Seseorang lebih mungkin terinfeksi saat berciuman jika mereka berdua memiliki luka terbuka di atau di sekitar mulut. 6. Kutil Kutil di dalam mulut dapat menyebar melalui ciuman, terutama jika sebelumnya ada daerah yang mengalami trauma atau luka. 7. Penyakit Meningokokus Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang meliputi meningitis, radang selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, dan septikemia. Bakteri ini dapat ditularkan baik melalui kontak langsung atau melalui tetesan liur. Baca juga : 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman Nah, itulah Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman dan Jadi pastikan anda terhindar dari penyakit akibat ciuman tersebut serta yang perlu dilakukan sebelum ciuman adalah periksa kesehatan mulut pasangan anda, jangan gonta ganti pasangan, tetap mengkonsumsi makanan sehat dan yang terpenting adalah gunakan hati anda untuk melakukan ciuman jangan asal serobot.
22-11-2025 03:04
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru terus menghadirkan berbagai inovasi dalam upaya mewujudkan kota yang ramah lingkungan, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya. Seiring berkembangnya kota dan meningkatnya aktivitas masyarakat, tantangan terkait pengelolaan lingkungan semakin besar. Oleh karena itu, DLH Banjarbaru berfokus pada solusi inovatif yang tidak hanya efektif, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan.Salah satu inovasi yang menjadi perhatian utama adalah pengelolaan sampah berbasis digital dan partisipatif. Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru mulai memperkenalkan sistem pencatatan sampah menggunakan aplikasi sederhana yang dapat digunakan oleh bank sampah maupun petugas lapangan. Melalui aplikasi ini, data timbunan sampah, jenis sampah, hingga aktivitas daur ulang dapat dipantau secara lebih akurat. Pendekatan digital ini membantu pemerintah memahami pola produksi sampah dan menyiapkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.Tak hanya itu, DLH juga mendorong pembentukan bank sampah kreatif yang tidak sekadar mengumpulkan sampah anorganik, tetapi juga menghasilkan produk daur ulang bernilai ekonomi. Beberapa bank sampah di Banjarbaru kini mengembangkan produk seperti kerajinan plastik, pot tanaman dari botol bekas, hingga ecobrick yang digunakan untuk pembangunan fasilitas sederhana. Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.Dalam hal penghijauan, DLH Banjarbaru mengembangkan program Satu Rumah Satu Pohon sebagai gerakan massif yang melibatkan warga secara langsung. Masyarakat diajak menanam pohon di halaman rumah masing-masing serta merawatnya secara berkala. Program ini disambut positif karena tidak hanya menambah jumlah ruang hijau, tetapi juga menciptakan lingkungan rumah yang lebih asri dan sejuk. Selain itu, DLH juga mengembangkan taman-taman tematik di beberapa wilayah kota yang dapat digunakan sebagai ruang publik untuk rekreasi sekaligus sarana edukasi lingkungan.Pemanfaatan teknologi juga diterapkan melalui pemantauan kualitas udara dan air berbasis sensor. DLH menempatkan alat monitoring di beberapa titik strategis untuk mengukur tingkat polusi udara, kualitas air sungai, dan tingkat kebisingan. Data dari sensor tersebut membantu mendeteksi potensi pencemaran lebih cepat sehingga tindakan pencegahan dapat segera diambil. Inovasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan lingkungan sekaligus keamanan masyarakat.Program edukasi lingkungan berbasis komunitas juga menjadi terobosan yang terus dikembangkan. DLH Banjarbaru bekerja sama dengan sekolah, karang taruna, komunitas sepeda, hingga organisasi pecinta alam untuk melaksanakan berbagai kegiatan lingkungan seperti penanaman pohon, bersih-bersih sungai, pengelolaan sampah organik, hingga kampanye literasi lingkungan. Melalui pendekatan komunitas, pesan-pesan pelestarian lingkungan lebih mudah diterima dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.Salah satu inovasi yang cukup menarik adalah pengembangan kompos organik skala rumah tangga. DLH mengadakan pelatihan teknis bagi warga untuk mengolah sampah dapur menjadi kompos menggunakan metode takakura atau komposter tertutup. Kompos yang dihasilkan kemudian dapat digunakan untuk tanaman di rumah maupun disalurkan ke taman kota. Program ini tidak hanya mengurangi sampah organik yang selama ini mendominasi TPA, tetapi juga mendukung program penghijauan kota secara menyeluruh.Dalam rangka mengurangi emisi karbon, DLH Banjarbaru juga mendukung penggunaan transportasi ramah lingkungan melalui kampanye Hari Tanpa Kendaraan Pribadi di beberapa kawasan tertentu. Selain itu, jalur sepeda dan fasilitas pejalan kaki terus dibenahi untuk mendorong gaya hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan.Melalui berbagai inovasi tersebut, DLH Banjarbaru membuktikan bahwa pembangunan kota dapat selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan sektor usaha menjadi kunci keberhasilan berbagai program yang dijalankan. Dengan semangat berkelanjutan dan inovasi, Banjarbaru semakin dekat untuk menjadi kota ramah lingkungan yang tidak hanya bersih dan hijau, tetapi juga memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warganya.Upaya DLH Banjarbaru ini menjadi contoh bahwa inovasi lingkungan bukan sekadar program jangka pendek, tetapi investasi penting untuk masa depan kota. Dengan komitmen yang kuat, Banjarbaru berpotensi menjadi salah satu kota dengan pengelolaan lingkungan terbaik di Kalimantan Selatan.
12-07-2016 13:10
Setiap orang pasti memiliki kebiasaan buruk dan rutinitas ritual kecantikan. Apakah itu meninggalkan handuk basah di atas tempat tidur, tidur dengan wajah masih penuh dengan make up atau menggunakan produk perawatan kadaluarsa. Namun, jika kebiasaan buruk seperti ini tetap dilakukan bisa jadi dapat mengganggu kesehatan dan kecantikan Anda. 1. Menggigit sedotan Beberapa tahun dari sekarang, Anda akan berterima kasih Anda telah berhenti melakukan hal ini. Menggigit sedotan dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan bibir jika dilakukan selama berulang kali. Baca juga : Tips Memilih Cream Pemutih Wajah yang Aman 2. Menggunakan pisau cukur kusam Mungkin Anda adalah salah satu orang yang terbiasa sebuah pisau cukur terlalu lama. Menurut beberapa dokter kulit, hal ini dapat menyebabkan masalah yang serius. Selain itu, simpan pisau cukur selalu di tempat yang kering, setelah selesai digunakan dan dicuci dengan bersih, untuk menghindari bakteri, jamur dan karat. 3. Menggunakan produk perawatan rambut yang lama tidak terpakai Jika saat ini di kamar mandi Anda masih terdapat banyak produk perawatan rambut yang jarang dipakai, saatnya untuk melakukan pembersihan. Jangan menyimpan produk perawatan rambut lebih dari satu tahun dan tidak pernah dipakai. 4. Jarang mengganti sarung bantal Walaupun Anda tidak dapat mencium bau tidak sedap di sarung bantal Anda, percayalah, bahwa bantal memiliki pengaruh terhadap kondisi kulit Anda. Kotoran, minyak, dan bekas riasan akan menempel pada sarung bantal Anda, terutama jika Anda sering tidur masih menggunakan riasan atau dengan wajah kotor. Akumulasi ini tidak hanya dapat menyebabkan iritasi kulit, namun juga munculnya jerawat. Selain rajin mengganti sarung bantal, Anda juga tidak boleh malas mencuci muka sebelum pergi tidur. 5. Menggigit kuku Anda dapat menghentikan kebiasaan ini dengan memberikan pelembap lebih pada tangan Anda. Ketika tangan Anda lembap, Anda tidak akan tergoda lagi untuk menggigit kulit kering yang ada di jari-jari Anda. 6. Memakai makeup berlebihan Saat ini banyak wanita menggunakan riasan yang tebal agar merasa cantik, sedangkan hal ini sebenarnya hanya menunjukkan bahwa Anda tidak merasa percaya diri. Tren kecantikan 2016 datang dengan konsep yang lebih sederhana, wanita didorong untuk merasa mencintai dan merasa nyaman dengan kulit dan tubuh mereka sendiri, dengan produk-produk make up yang alami. 7. Tidak menghapus makeup sebelum melakukan olahraga Makeup dan keringat tidak pernah menjadi kombinasi yang baik. Ketika Anda merasa kepanasan, tubuh secara alami akan mendingin oleh keringat yang keluar dari pori-pori Anda. Namun, jika di atas pori-pori Anda terdapat makeup, otomatis akan menyumbat keluarnya keringat yang dapat menyebabkan jerawat. 8. Sering memainkan rambut Sadarkah Anda bahwa rambut juga dapat merasa stres? Jika Anda merasa sering memutar, menyentuh, dan memainkan rambut, sebenarnya ini hanya akan membuat rambut Anda stres dan menghasilkan lebih banyak minyak. 9. Sering melakukan tanning Tanning tidak pernah menjadi hal yang baik untuk dilakukan. Sebaiknya mulai sekarang Anda berhenti berpikir bahwa tanning adalah kegiatan yang sehat. Kulit hasil tanningadalah tanda bahwa ia telah rusak. Anda seharusnya melindungi kulit dari penuaan dini dan kanker kulit dengan menggunakan tabir surya secara teratur. Baca juga : Tampil Cantik dengan Make Up 10. Tidak menggunakan serum Kesalahan perawatan kulit yang paling umum dilakukan adalah tidak menggunakan serum, setelah mengaplikasikan tabir surya. Yang paling efektif untuk anti penuaan adalah tabir surya yang dipasangkan dengan serum atau antioksidan. Kombinasi ini dapat membalikkan kerusakan radikal bebas dan memberikan perlindungan tambahan. 11. Melakukan banyak perubahan pada rambut Perubahan pada rambut Anda mungkin akan membuat Anda tampak semakin keren, tapi juga semakin buruk pada kondisi rambut. Terlalu banyak perawatan kimia akan menyebabkan rambut Anda kering, rusak, dan rapuh. Atau kerusakan juga bisa berasal dari stres akibat lingkungan, seperti paparan sinar matahari, air panas, dan klorin. Hal yang dapat Anda lakukan adalah melakukan perawatan kecantikan di salon atau rumah secara rutin dan tepat.