Waktu Posting : 04-10-2014 09:45 | Dibaca : 2468x
05-06-2014 19:43
Tidur siang bikin gemuk sering kali menjadi omongan banyak orang terutama kalangan wanita. Namun, benarkan jika tidur siang itu bisa membuat tubuh menjadi gemuk?, sehingga banyak orang yang takut untuk tidur siang karena dianggap sebagai pemicu kenaikan berat badan. Anggapan tersebut terkait dengan kebiasaan seseorang yang tidur usai makan siang. Pasalnya, ada mitos kalori yang dimasukkan setelah makan siang akan menumpuk menjadi lemak jika dibawa tidur siang. Namun, ternyata hingga saat ini peneliti belum menemukan hubungan kegemukan dengan tidur siang. Sehingga jelasnya kebiasaan tidur siang yang lama memang akan membuat tubuh tidak bergerak dengan demikian kalori, yang dibakar menjadi lebih sedikit dan lemak di dalam tubuh semakin menumpuk. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam mengatasi tidur siang bikin gemuk adalah membatasi durasi waktu lebih pendek untuk tidur siang kurang lebih hanya 30 menit saja ketika anda tidak ingin gemuk karena tidur siang. Baca juga : Manfaat Minyak Wortel Untuk Kesehatan dan Kecantikan Tidur siang yang terlalu lama atau lebih dari 30 menit akibatnya justru membuat tubuh merasa mengantuk terus sepanjang hari. Tidur siang bikin gemuk itu benar tetapi ketika seseorang setelah makan kemudian langsung tidur karena proses pembakaran lemak tidak terjadi dan kalorinya tidak terpakai justru lemak tertimbun di dalam tubuh. Tidur siang juga bisa dilakukan untuk mengganti waktu tidur pada malam hari ketika seseorang harus lembur kerja. Tidur siang juga bukan berarti memperbanyak waktu tidur yang penting jumlah keseluruhan tidur dalam satu hari masih dalam batas wajar yaitu 6 hingga 7 jam dalam sehari untuk orang dewasa. Tidur siang dianjurkan untuk anak – anak karena masa pertumbuhannya membutuhkan nutrisi baik supaya mampu berkembang secara baik sesuai dengan umurnya. Ketika anda memiliki tubuh gemuk sebaiknya menghindari tidur siang dalam durasi lama. Karena jumlah kalori dari makanan yang dikonsumsi jika tidak terpakai justru tersimpan dan membuatnya menjadi lebih gemuk. Sehingga ketika berkeinginan untuk tidur siang sebaiknya lakukan sebelum makan untuk mencegah terjadinya penimbunan lemak. Diusia yang sudah tua juga dianjurkan untuk tidur siang untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Menyimpan kalori diusia tubuh yang sudah tua itu lebih baik karena mampu membuat tubuh tetap kuat sehingga mampu melakukan beberapa aktifitas ringan. Baca juga : Mengenal Manfaat Kesehatan Blueberry dari Antiaging Hingga Kanker Tidur siang dalam waktu singkat akan membantu menjaga kadar hormon stress ataupun kortisol, sehingga pikiran akan menjadi lebih segar setelah bangun. Dengan tingkat stress yang rendah justru lebih baik untuk mencegah kenaikan berat badan. Ternyata tidur siang yang tepat juga akan membuat sistem pencernaan mendapatkan suplai darah dalam jumlah cukup dibandingkan pada saat beraktivitas. Tetapi sebaiknya jika tidur siang dilakukan langsung usai makan siang justru akan menimbulkan penyakit gangguan pencernaan termasuk refluks asam lambung. Sedangkan bagi penderita refluks asam lambung, tidur siang langsung setelah makan makan siang akan membuat kondisinya semakin lebih buruk. Posisi tubuh horisontal pada saat berbaring membuat asam lambung mudah berbalik ke arah mulut, yang akhirnya akan memicu terjadinya nyeri pada bagian dada ataupun pangkal tenggorokan. Tidak hanya itu bagi orang – orang yang pekerjaannya menuntut kewaspadaan ekstra tinggi juga tidak disarankan untuk tidur siang setelah makan. Tidur siang hari dengan kondisi perut kenyang dapat mengurangi tingkat kewaspadaan setelah terjaga. Tidur siang bikin gemuk itu memang benar tetapi ketika tidur setelah makan namun, jika tidur dalam waktu singkat dan sebelum makan mampu membuat fikiran lebih fresh ketika bangun.
17-09-2014 00:01
Banyak riset yang sudah memperlihatkan faedah kesehatan dari mengonsumsi ikan. Serta, pada kesempatan ini nampaknya daftar faedah itu bakal jadi tambah. Pasalnya, suatu studi besar yang beberapa waktu terakhir dikerjakan sudah membuktikan bahwa mengonsumsi ikan bisa menurunkan resiko masalah pendengaran pada wanita. Ikan serta pencegahan masalah pendengaran Kaum peneliti di Brigham and Women’s Hospital di Boston, Amerika Serikat, mendapatkan bahwa mengonsumsi sekurang-kurangnya dua hidangan ikan serta omega-3 (rantai panjang asam lemak tidak jemu ganda omega-3) tiap-tiap minggunya bisa menolong menghindar atau menghalangi terjadinya masalah pendengaran. Baca juga : Cara Membakar Lemak untuk Turunkan Berat Badan Gangguan pendengaran ialah keadaan yang umum berlangsung tetapi sering kali melumpuhkan. Meskipun penurunan pendengaran kerap dikira semacam segi yang tak terelakkan disebabkan penuaan, mengidentifikasi berbagai aspek resiko yang bisa beralih dengan cara mungkin sudah menyajikan wawasan baru pada kemungkinan pencegahan atau penundaan masalah pendengaran yang berlangsung. Riset yang diterbitkan dengan cara on-line pada tanggal 10 September 2014 lantas dalam American Journal of Clinical Nutrition ini melibatkan kian lebih 65. 000 wanita dari th. 1991 sampai 2009. Dari jumlah itu, di ketahui kian lebih 11. 600 wanita alami masalah pendengaran. Baca juga : Menyikat Gigi Sebelum Tidur, Pentingkah? Tetapi wanita-wanita yang makan dua jumlah ikan atau lebih tiap-tiap minggunya di ketahui mempunyai resiko 20 % lebih rendah untuk alami masalah pendengaran dibanding dengan mereka yang tidak sering konsumsi ikan, riset tunjukkan. Semakin khusus lagi, konsumsi semakin banyak konsumsi omega-3 yang umumnya diketemukan pada makanan laut dihubungkan dengan resiko yang lebih rendah untuk masalah pendengaran. Konsumsi ikan seperti tuna, ikan berwarna gelap, ikan berwarna jelas, kerang, serta sejenisnya condong dihubungkan dengan resiko masalah pendengaran yang lebih rendah. Temuan ini tunjukkan bahwa makanan mungkin saja pula mempunyai peran utama pada pencegahan masalah pendengaran yang berlangsung. Sesaat kaum peneliti temukan jalinan pada mengkonsumsi ikan yang semakin besar serta pencegahan masalah pendengaran, riset ini tak menunjukkan jalinan sebab-akibat dengan cara segera.
19-06-2018 22:39
Tifus adalah penyakit yang timbul akibat bakteri salmonella typhi. Virus ini biasanya muncul dan tersebar dari makanan dan minuman. Tidak hanya itu, snaitasi yang buruk juga dapat memeperparah penyakit ini. Oleh karena itu harus benar-benar menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi. Berbagai makanan yang dipupuk dengan pupuk kotoran yang terinfeksi juga dapat menjadi pemicu dari penyakit ini. Gejala tifus umumnya demam yang tinggi, biasanya akan meninggi saat malam, disertai dengan pembesaran ginjal, sakit kepala, sakit perut, lemas, batuk, berkeringat, juga kehilangan nafsu makan. Gejalan ini bisa berlangsung hingga 1-3 minggu. Untuk itu perlu menjaga makanan saat penyakit ini sedang melanda. Nah berikut ini beberapa makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi saat sedang sakit. · Ikan rebus Ikan rebus merupakan salah satu yang bisa dikonsumsi saat sedang sakit tifus. Ikan ini bisa menambah asupan protein yang diperlukan agar cepat sembuh tanpa harus menambah kolesterol dari minyak. Ikan juga bisa memepercepat proses penyembuhan. · Makanan yang lunak Makanan yang lunak juga akan sangat berguna saat sedang sakit tifus. Hal ini karena penderita tifus umumnya merasa kesulitan memakan makananya. Bubur atau nasi tim akan sangat membantu. Apalagi kedua jenis makanan ini mudah dicerna dan memiliki nutrisi yang tinggi. Bubur bisa dicampur dengan hati ayam lunak, atau kaldu dari ayam ataupun sapi agar lebih bergizi sehingga memepercepat proses penyembuhan. · Pisang Pisang merupakan salah satu buah yang cukup mudah untuk dicerna. Pisang juga memiliki banyak vitamin sehingga akan sangat baik bagi tubuh yang sedang sakit. · Pudding Pudding memiliki tekstur lembut yang akan memudahkan penderita mencerna makanannya. Puding juga bisa ditambahi banyak buah yang mengandung banyak vitamin dan memudahkan proses pemulihan tubuh. · Makanan rendah serat Penderita tifus tidak seharusnya mengkonsumsi makanan yang memiliki serat yang tinggi. Cobalah memakan kacang panjang, buncis muda, papaya, pisang yang memiliki serat yang rendah sehingga lebih mempercepat proses pemulihan. Nah itu tadi artikel mengenai makanan dan minuman yang bisa mempercepat proses pemulihan pada penderita tifus.