Waktu Posting : 18-06-2014 23:57 | Dibaca : 2685x
15-08-2025 07:09
Militer seringkali dipandang sebagai institusi yang identik dengan kedisiplinan tinggi, ketegasan, bahkan kekakuan. Namun di tengah pandangan tersebut, muncul sosok yang mampu menghadirkan sisi lain dari kepemimpinan militer Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman. Semasa menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), ia memperlihatkan bahwa menjadi seorang jenderal tak hanya soal komando dan strategi, tapi juga soal rasa kemanusiaan, kepedulian, dan keberanian dalam merangkul rakyat.Menjadi Prajurit dan Pemimpin yang MembumiJenderal Dudung berasal dari latar belakang keluarga sederhana dan religius. Ia lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1988 dan meniti karier dari bawah dengan berbagai penugasan di lapangan. Perjalanan panjang itu membentuk kepribadiannya sebagai pemimpin yang paham realitas prajurit, serta dekat dengan kehidupan rakyat kecil.Kedekatannya dengan masyarakat terlihat dari sikapnya yang sering turun langsung ke lapangan, berdialog dengan warga, dan merespons keluhan prajurit maupun masyarakat tanpa sekat. Dalam banyak kesempatan, ia selalu menekankan bahwa TNI bukan hanya pelindung negara, tapi juga pelindung rakyat.TNI harus hadir untuk rakyat, bukan hanya saat perang, tapi juga saat rakyat membutuhkan perlindungan, bantuan, dan perhatian, ungkapnya.Kepemimpinan Tegas, Tapi Tidak KakuKetegasan Jenderal Dudung bukanlah bentuk otoriterisme, tetapi implementasi disiplin yang adil dan rasional. Ia dikenal sebagai sosok yang berani mengambil keputusan sulit, termasuk ketika menjabat sebagai Pangdam Jaya dan memerintahkan penurunan baliho ormas yang dianggap mengganggu ketertiban umum. Tindakan itu menunjukkan bahwa ia tidak gentar menghadapi tekanan demi menjaga wibawa negara dan hukum.Namun di balik semua ketegasan itu, Dudung tetap menunjukkan sikap yang penuh empati. Ia tidak ragu memeluk prajurit yang mengalami masalah, mendengarkan curahan hati anak-anak muda, bahkan bersikap terbuka kepada tokoh-tokoh masyarakat dan agama.Sentuhan Religius dalam KepemimpinanSebagai keturunan dari Sunan Gunung Jati, salah satu tokoh Wali Songo yang menyebarkan Islam dengan pendekatan damai dan kultural, nilai-nilai spiritualitas sangat membentuk cara berpikir Jenderal Dudung. Ia memandang agama sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan perdamaian, bukan sebagai alat untuk mengintimidasi atau membelah masyarakat.Beragama jangan keras. Inti dari semua agama adalah cinta kasih dan perbuatan baik, katanya.Ia aktif membina kehidupan rohani prajurit dan mendorong keberagaman agama di tubuh TNI agar tetap harmonis. Bagi Dudung, iman dan kebangsaan harus berjalan beriringan. Ia konsisten menolak paham radikal dan intoleran, yang kerap menyusup ke berbagai elemen masyarakat.Membangun Citra Baru TNI yang Lebih HumanisKiprah Jenderal Dudung dalam membangun TNI yang humanis dan terbuka mencerminkan arah baru militer Indonesia tidak lagi hanya sebagai kekuatan tempur, tetapi sebagai bagian dari rakyat yang siap mengayomi. Selama masa kepemimpinannya, ia memperkuat program kemanusiaan seperti:Penanganan bencana alamBakti sosial di wilayah terpencilKeterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur desaPembinaan ideologi dan karakter bangsa di kalangan generasi mudaSemua ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan Dudung tidak semata-mata berorientasi pada kekuatan fisik militer, tetapi juga kekuatan moral dan sosial.Warisan Nilai Seorang JenderalJenderal Dudung Abdurachman telah membuktikan bahwa seorang pemimpin militer dapat menjalankan peran sebagai pelindung negara, sekaligus sebagai pengayom rakyat. Kepemimpinannya yang tegas, religius, dan humanis menjadi inspirasi bagi generasi penerus TNI dan masyarakat luas.Dalam dunia yang sering kali diliputi oleh polarisasi dan konflik identitas, pendekatan Dudung menunjukkan bahwa pemimpin tidak harus kaku untuk dihormati, dan bahwa kekuatan justru lahir dari kepedulian.Warisan keteladanan ini diharapkan menjadi cermin bagi pemimpin Indonesia ke depan bahwa keberanian sejati bukan hanya ada di medan perang, tapi juga di medan pengabdian kepada kemanusiaan.
24-07-2017 06:38
Stres Oksidatif dapat timbul karena banyak hal, mulai dari pola makan tidak sehat, polusi hingga kebiasaan merokok. Jika terjadi stress oksidatif dalam tubuh, anda dapat terkena berbagai gangguan kesehatan. Salah satu yang paling mengancam adalah serangan jantung. Salah satu cara untuk mengurangi stress oksidatif ini adalah dengan menjaga asupan makana. Beberapa makanan diyakini dapat memperbaiki kondisi tersebut, seperti : 1. Buah-buahan segar Buah-buahan seperti kiwi, beri, anggur, dan apel banyak memiliki antioksidan. Artinya, mengonsumsi buah-buahan ini dapat menekan oksidasi dalam tubuh, dan dengan demikian menurunkan tingkat stres oksidatif. Ingat, buah-buahan segar ini lebih bermanfaat jika dikonsumsi utuh tanpa dijus atau proses lain. 2. Sayur-sayuran berwarna hijau Sayuran hijau memiliki kadar antioksidan yang tinggi, yang membuatnya dapat melindungi sel-sel tubuh Anda. Manfaat antioksidan akan lebih terasa bila diolah dengan benar. Jangan biarkan kadarnya menurun akibat cara memasak yang salah, misalnya digoreng atau dimasak terlalu lama. 3. Ikan laut Sarden dan tuna mengandung banyak asam lemak omega-3. Asam lemak ini memiliki efek antioksidan yang baik untuk menekan stres oksidatif. Selain itu, minyak ikan juga bagus untuk meningkatkan kadar kolesterol ‘baik' dalam tubuh. Sebaiknya konsumsi sebanyak dua atau tiga kali seminggu. 4. Gandum Gandum dan beras merah diketahui kaya akan asam folat, selenium, dan zink. Zat tersebut bermanfaat karena memiliki aktivitas antioksidan. Jika memungkinkan, pilihlah gandum atau beras merah ini sebagai sumber karbohidrat. 5. Kacang-kacangan Kacang-kacangan menyimpan segudang nutrisi, seperti selenium, folat, lemak, protein, kalsium, dan zink dalam kadar yang bervariasi. Bersama dengan buah-buahan segar, kacang-kacangan juga mengandung plant stanol esters yang bermanfaat menurunkan kadar kolesterol ‘jahat' dalam tubuh. Makanan sehat adalah obat terbaik bagi tubuh Anda. Oleh karena itu, lawanlah stres oksidatif ini dengan makanan-makanan yang bergizi. Perhatikan juga metode pengolahan makanan tersebut agar manfaat yang diperoleh dapat maksimal.
14-06-2014 21:47
Saat serangan vertigo, dunia serasa berputar. Serangan vertigo jelas mengganggu. Namun, dampak yang tak kalah serius adalah penderita yang tiba-tiba jatuh saat terkena serangan. Ada sejumlah tindakan pencegahan yang sebaiknya dilakukan untuk mengurangi keparahan karena terjatuh. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) adalah salah satu jenis vertigo yang paling banyak diderita. Penderitanya merasa dunia di sekitarnya berputar atau bagian dalam kepala berputar. Jenis vertigo ini ditandai serangan rasa pening mulai dari ringan sampai berat. Gejalanya dipicu oleh perubahan posisi kepala seperti menunduk atau menengadahkan kepala atau berbaring, berbalik, atau duduk di tempat tidur. Penderitanya bisa juga kehilangan keseimbangan ketika berdiri atau berjalan. Baca juga : Bedah Plastik Estettik, Sehatkah? Meskipun pening karena vertigo jenis ini terasa sangat mengganggu, tidak ada akibat serius selain bahaya yang diakibatkan karena jatuh. Vertigo jenis BPPV ini bisa diobati oleh dokter. Meski bisa diobati, vertigo jenis ini bisa kambuh kembali. Kabar baiknya, penyakit ini bisa dikendalikan lewat terapi fisik dan pengobatan di rumah. Untuk menghindari cedera dan luka karena jatuh akibat serangan vertigo BPPV, disarankan agar penderita menyadari segala kemungkinan untuk kehilangan keseimbangan. Saat dunia tiba-tiba berputar, segeralah duduk. Saat tidur malam, sediakan lampu yang cukup terang untuk dipakai ketika terbangun di tengah malam. Dalam banyak kasus, serangan vertigo tidak bisa dicegah. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah menghindari cedera kepala yang menyebabkan vertigo. Melakukan tindakan-tindakan berikut ini bisa menurunkan cedera kepala penyebab vertigo : Baca juga : Migrain Lebih Suka Mengincar Perempuan Menggunakan sabuk pengaman ketika naik mobil. Anak-anak juga harus mengenakan sabuk pengaman di mobil. Anak usia di bawah lima tahun, sebaiknya punya tempat duduk dan sabuk pengaman khusus. Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol atau obat-obatan saat menyetir atau ketika mengoperasikan mesin. Mengenakan helm atau alat perlindungan yang diperlukan ketika naik sepeda, sepeda motor, naik kuda, panjat dinding, atau segala jenis olah raga yang meyebabkan benturan keras atau berkecepatan tinggi. Mengenakan helm ketika bekerja atau berada di tempat konstruksi atau daerah industri. Jangan menyelam di tempat yang tidak begitu dikenal. Buat penderita vertigo, hal berikut bisa dilakukan untuk menghindari terjatuh saat serangan : Jangan biarkan ada benda berserakan di lantai. Hindari tempat yang meninggi di pintu atau bagian lain di rumah. Perbaiki karpet yang menganga karena bisa menyebabkan Anda tersandung dan jatuh. Atur kembali perabot rumah dan rapikan kabel listrik agar tidak membuat kaki tersandung. Gunakan pembersih lantai yang tidak membuat licin. Beri penerangan yang cukup untuk tangga atau gang di dalam rumah. Pasang pegangan di tangga dan gunakan keset yang tidak licin di kamar mandi atau dekat toilet. Taruh kursi di kamar mandi. Anda bisa duduk saat mendadak merasa pusing ketika sedang mandi. Pasang kenop lampu di dekat tempat tidur sehingga tidak perlu bangun untuk menyalakan lampu. Letakkan benda-benda dalam jangkauan sehingga tidak perlu menjangkau jauh saat mencarinya. Letakkan telepon nirkabel dan senter dengan baterai peuh di dekat tempat tidur.