Waktu Posting : 26-05-2014 19:14 | Dibaca : 2699x
31-05-2014 00:35
Influenza atau flu merupakan penyakit saluran pernafasan (hidung, tenggorokan, paru-paru) yang disebabkan infeksi virus influenza. Komponen virus yaitu spike hemaglutinin berikatan dengan reseptor yang ada pada permukaan sel inang. Selanjutnya melalui proses endositiosis nukleokapsid, virus masuk ke sitoplasma. Virus kemudian masuk ke nukleus dan bereplikasi. Protein-protein virus yang bersifat virulen dihasilkan di sitoplasma. Setelah protein-protein virus dihasilkan, beberapa gejala seperti demam, sakit kepala, kelelahan, kedinginan, batuk kering, sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan nyeri pada otot akan mucul. Pada anak-anak seringkali disertai dengan mual, muntah dan diare. Virus flu disebarkan melalui droplet infection atau percikan ludah penderita saat bersin atau batuk, dan melalui saliva (air liur). Jika tidak segera ditangani, flu dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, asma, infeksi telinga, dehidrasi, bronkhitis, sinus kerusakan organ hati, dan diabetes. Pada akhirnya dapat menyebabkan kematian, terutama bagi orang-orang yang berisiko tinggi, seperti orang tua yang berusia di atas 65 tahun, bayi yang baru lahir, wanita hamil, dan seseorang dengan kondisi kesehatan yang buruk. Di Amerika Serikat diperkirakan 10% - 20% penduduk setiap tahunnya menderita influenza, dan sekira 36.000 penduduk meninggal/tahun karena komplikasi. Baca juga : Bahaya di Balik Berat Badan Berlebihan Influenza disebabkan virus, jadi terapi antibiotik seperti penisilin tidak bisa digunakan. Metode yang tepat untuk mencegah infeksi virus flu adalah dengan vaksinasi sebelum musim flu tiba. Musim flu (flu season) di Amerika Serikat biasanya terjadi antara bulan November hingga April. Ada dua jenis vaksin untuk mencegah flu. Pertama adalah flu shot yang merupakan vaksin yang berisi virus mati. Vaksin ini diberikan melalui injeksi pada lengan bagi orang-orang yang sehat, seseorang dengan kondisi medis yang kronis, dan bayi yang telah berusia lebih dari enam bulan. Kedua adalah nasal spray flu vaccine atau Live Attenuated Influenza Vaccine (LAIV). Vaksin jenis ini telah diperkenalkan sejak tahun 2003, berisi virus hidup yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada penderita yang telah berusia 5-49 tahun dengan cara penyemprotan ke dalam hidung atau nasal spray. Kedua vaksin di atas mengandung tiga jenis virus, yaitu virus A (H3N2, HINI) dan virus B. Flu shot vaksin dan LAIV bekerja dengan jalan menginduksi terbentuknya antibodi yang akan melindungi tubuh terhadap infeksi virus flu. Antara tahun 2003-2004 telah diproduksi 87,1 juta dosis vaksin flu. Baca juga : Atasi Kram dan Nyeri Otot dengan Suplemen Herbal Kemampuan vaksin flu untuk melindungi manusia dari serangan virus flu tergantung pada dua faktor, yaitu usia dan status kesehatan penderita, serta kemiripan (match) antara strain virus yang menginfeksi dengan vaksin yang diberikan. Seserorang yang telah divaksinasi pada kondisi tertentu dapat terserang kembali flu, hal ini terjadi karena sistem imun alami yang dibentuk tubuh belum tentu efektif terhadap strain virus baru yang menginfeksi atau vaksin yang diberikan sebelumnya, kemungkinan tidak efektif lagi terhadap virus baru. Meskipun tingkat kematian yang disebabkan penyakit ini tidak terlalu tinggi (sekira 1%), namun pandemik yang terjadi di sekuruh dunia pada tahun 1918-1919 dengan menyebabkan kematian lebih dari 20 juta penduduk mengingatkan kita agar berhati-hati terhadap virus ini. Obat-obatan antiviral seperti amantadine, rimantadine, oseltamivir dan zanamavir digunakan juga untuk mencegah flu. Namun, pemakaian obat-obatan ini harus dengan resep dokter dan memperhatikan siapa yang akan meminum obat tersebut, dosis, usia, kondisi medis penderita dan efek samping yang mungkin timbul. Apa yang harus kita lakukan jika telah terinfeksi virus flu? Istirahat yang cukup, banyak minum air putih, hindari konsumsi alkohol dan tembakau, konsumsi minuman suplemen berbahan herbal yang memiliki khasial meningkatkan imunitas, berobat ke dokter untuk meringankan flu, serta menjaga kebersihan merupakan beberapa tindakan bijaksana yang bisa dilakukan agar kesehatan segera pulih.
23-07-2024 11:55
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) adalah organisasi profesi yang menaungi para ahli farmasi di Indonesia. Organisasi ini memiliki berbagai cabang di seluruh Indonesia, termasuk di daerah-daerah terpencil. Salah satu cabang yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan adalah Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Kabupaten Natuna.Dengan dedikasi dan komitmen tinggi, cabang ini berusaha untuk memberikan layanan farmasi yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Natuna. Peran dan Kontribusi PAFI Kabupaten Natuna Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Salah satu fokus utama dari Persatuan Ahli Farmasi Indonesia kabipaten Natuna adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Para ahli farmasi yang tergabung dalam cabang ini berkomitmen untuk memastikan bahwa masyarakat Kabupaten Natuna mendapatkan obat-obatan yang aman, efektif, dan terjangkau. Mereka juga aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar dan pentingnya menjaga kesehatan. Pengembangan Sumber Daya Manusia PAFI Kabupaten Natuna juga berperan dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang farmasi. Melalui berbagai program pelatihan dan workshop, para ahli farmasi di Kabupaten Natuna mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Hal ini penting untuk memastikan bahwa mereka selalu siap menghadapi berbagai tantangan dalam dunia farmasi yang terus berkembang. Kolaborasi dengan Instansi Kesehatan Kolaborasi dengan instansi kesehatan lain juga menjadi salah satu fokus dari PAFI Kabupaten Natuna. Dengan bekerja sama dengan rumah sakit, puskesmas, dan instansi kesehatan lainnya, mereka berusaha untuk menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang terpadu dan efektif. Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengadaan obat hingga penanganan kasus-kasus kesehatan yang memerlukan perhatian khusus. Harapan untuk Masa Depan Ke depan, PAFI Kabupaten Natuna berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah ini. Mereka juga berharap dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di daerah-daerah yang paling terpencil. Dengan berbagai program dan inisiatif yang telah dan akan dilakukan, PAFI  Kabupaten Natuna optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Kabupaten Natuna. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Kabupaten Natuna memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Natuna. Dengan berbagai program dan inisiatif yang dilakukan, mereka berusaha untuk memastikan bahwa masyarakat Kabupaten Natuna mendapatkan layanan farmasi yang terbaik. Tantangan geografis dan aksesibilitas memang menjadi kendala, namun dengan dedikasi yang tinggi, PAFI Kabupaten Natuna optimis dapat mengatasi semua tantangan tersebut dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesehatan masyarakat. https://pafikabnatuna.org/
14-07-2014 08:26
Berbagai dekade paling akhir bila kita memperhatikan kembali persoalan kesehatan di Indonesia maka didapat pergeseran yang cukup penting dari pola penyakit infeksi jadi penyakit kronik seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus, serta stroke. Pergeseran pola penyakit ini di pengaruhi oleh banyak aspek, satu diantaranya ialah gaya hidup orang-orang yang saat ini beralih. Gaya hidup yang disebut dapat dilihat dari sisi nutrisi, manajemen stres, serta kegiatan fisik. Spesial tentang kegiatan fisik, mari kita perhatikan kembali aktivitas yang kita kerjakan selama 24 jam ini, apakah kita telah memasukkan daftar olahraga di dalamnya? Baca juga : Kenalilah Gejala Batu Empedu Seberapa kerap saat kita olahraga dibanding saat untuk duduk? Resiko penyakit kronik Beberapa besar orang yang banyak menggunakan waktunya untuk duduk serta tidak sering melakukan kegiatan fisik mempunyai resiko penyakit kronik lebih tinggi di banding orang yang cukup melakukan kegiatan fisik setiap harinya. Kegiatan duduk kerap dikatakan pula sedentary behaviour ini terhitung ketika ditempat bekerja, transportasi, melihat tv, serta dirumah yang banyak dikerjakan oleh pekerja kantor serta mahasiswa. Suatu riset dari Kansas State University pada 63. 048 pria berumur 45 serta 65 tahun sempat dikerjakan untuk hal semacam ini. Kaum partisipan studi isi survey perihal keadaan kronik yang mereka punyai serta seberapa banyak mereka duduk. Pria yang duduk lebih dari 4 jam /hari mempunyai insidensi menanggung derita penyakit kronik seperti penyakit jantung, diabetes, kanker atau desakan darah tinggi semakin besar. Semakin lama saat yang di habiskan untuk duduk tiap-tiap hari, semakin tinggi resiko terserang penyakit kronik. Penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah meningkat Sedentary behaviour mempunyai pengeluaran daya yang amat rendah kira–kira 1, 5 metabolic equivalent units (METs), hingga metabolisme badan jadi lebih rendah juga. Pembakaran kalori jadi amat lambat lantaran otot–otot badan tak banyak konsumsi daya, serta berlangsung pembentukan trigliserida serta LDL (low density lipoprotein—dikenal pula semacam kolesterol jahat—adanya hal semacam ini bisa menyebabkan penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah) makin meningkat. Baca juga : Ingin Sehat, Kurangi Konsumsi Garam Pola metabolisme ini bakal mengakibatkan timbulnya beragam jenis penyakit kronik. Penyakit kronik tak berkenaan dengan indeks massa badan, hingga orang–orang yang mempunyai badan ideal maupun kurus terus berisiko terserang penyakit kronik. Sisipkan kegiatan fisik Ada berbagai jalan untuk menyisipkan kegiatan fisik di sela–sela aktivitas sedentary behaviour, yakni : Jauhi ada di depan computer bila tiada yang hal utama yang ditangani Upayakan melakukan relaksasi atau peregangan otot setiap satu jam dari duduk terus-menerus Berjalanlah waktu pergi ke tempat–tempat yang dekat dengan jarak tempuh 5-15 menit Tambah baik olahraga dengan rekan–teman diakhir minggu dibanding hang out makan atau nonton bersama Batasi saat melihat TV Berolahragalah minimum 30 menit tiap-tiap hari Memperbanyak minum air putih.