Cegah Myasthenia Gravis dengan Obat Herbal

Additional Image

Waktu Posting : 23-05-2014 20:22 | Dibaca : 3241x

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang ingin sakit. Apalagi jika sakit yang diderita berhubungan dengan organ penting tubuh yang berpengaruh pada kegiatan sehari-hari untuk beraktivitas. Salah satu organ penting tubuh yang berperan dalam aktivitas tubuh adalah otot. Otot penting karena otot akan berpengaruh pada gerakan sistem organ tubuh lainnya. Misalnya gerakan tangan, kaki, hingga mata sekalipun semuanya dipengaruhi oleh otot.

Salah satu penyakit yang menyerang dan berhubungan dengan otot adalah lemas otot atau yang dikenal dengan Myasthenia Gravis dalam dunia medis. Otot dalam tubuh menjadi lemas, akibatnya setiap gerakan yang dilakukan otot tersebut akan terganggu. Otot di dalam tubuh yang biasa melemas jika sudah terserang penyakit ini adalah otot yang berhubungan dengan panca indera seperti otot yang menggerakkan kelopak mata, otot yang berperan dalam pernafasan, dan otot yang menggerakkan mulut untuk berbicara hingga mengunyah. Mata akan mengalami gangguan pada pergerakan kelopaknya , mulut akan mengalami kesusahan saat berbicara, mengunyah, dan untuk otot lemas di bagian pernafasan bisa membuat seseorang kesusahan bernafas terutama saat menghirup udara.

Bca juga : Langkah yang Gampang untuk Hidup Lebih Lama serta Sehat 

Jika keadaan ini dibiarkan, bukan tidak mungkin Myasthenia Gravis yang diderita menjadi semakin parah. Untuk bernafas butuh alat bantu, kelopak mata harus ditegakkan, otot wajah menjadi kaku dan membuat rahang terbuka karena mulut yang susah ditutup. Jika masih bisa berbicara, biasanya suara menjadi sengau karena ada gangguan dalam sistem pernafasannya. Tapi, jika sudah parah berbicara pun tidak bisa.

Myasthenia gravis akan lebih ringan sifatnya jika segera ditangani dan diistirahatkan dari aktivitas. Namun, penyakit ini bisa berubah jadi lebih bahkan hingga menyebabkan kelumpuhan dan kematian pada penderitanya jika dibiarkan dan tidak ditangani. Kelemasan pada otot akan menyebar bahkan hingga ke bagian panggul dan seluruh otot di bagian rangka tubuh. Penyakit ini jika baru timbul gejalanya, biasanya akan reda sakitnya ketika tubuh diistirahatkan dan kembali terasa ketika tubuh dibawa kembali beraktivitas. Penyakit yang menyebabkan otot lemas ini terjadi karena terjadi gangguan komunikasi antara sel yang menghubungkan otot dan syaraf. Komunikasi antar sel tersebut terganggu karena penghubung antar saraf diserang oleh sel antibody yang ada pada tubuh.

Jadi, ketika gejala mulai terasa terutama pada bagian indera tersebut kita harus segera memeriksakannya ke dokter. Penyebab utama terjadinya penyakit ini belum begitu jelas, yang diketahui hanya kekacauan yang dialami bagian otot dan antibody. Salah satu yang diduga menjadi penyebab penyakit ini juga berhubungan dengan terlalu banyaknya konsumsi obat antibiotic. Penyakit ini mudah datang dan akan bertambah parah pada mereka yang terlalu stress, terlalu meledak saat marah, terlalu banyak bekerja, terlalu lama bersentuhan dengan suhu yang terhitung ekstrim, komplikasi dari demam hingga sakit gigi, terlalu banyak makan-makanan yang memerlukan lama dalam proses pengunyahannya dan sulit sekali mengunyahnya.

Baca juga : Atasi Alergi Membandel dengan Bahan Alami  

Penanganan yang tepat selain dengan ke dokter adalah dengan pengobatan herbal. Baik itu untuk memulai pencegahan sejak dini atau pengobatan sebagai tindakan, obat herbal sangat tepat digunakan. Obat herbal terutama yang sudah melalui penelitian seperti pada buah naga, kulit manggis, daun sirsak, hingga mengkudu diketahui memiliki banyak kandungan terutama untuk antioksidan dan beberapa zat anti toksin yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit berat. Antioksidan dari obat herbal tersebut dapat menjaga dan meningkatkan antibody atau daya tahan tubuh agar selnya tidak menyerang sel organ lain seperti halnya sel pada otot maupun saraf sehingga kerjanya terganggu. Seluruh organ tubuh akan terlindungi termasuk dari bahaya radikal bebas.

Marah-marah yang berlebihan hingga bisa menimbulkan kelemasan otot terutama dibagian wajah bisa disebabkan hipertensi. Obat herbal mampu menurunkan tekanan darah tinggi sehingga kelemasan otot akibat tidak terkontrolnya emosi bisa dihindari. Kelemasan otot bisa juga menjadi penyebab penyakit stroke. Untuk itu, sebaiknya konsumsi obat herbal sebagai bentuk penanganannya. Konsumsi obat kimia sangat beresiko akan terjadinya efek samping. Obat kimia akan meninggalkan sisa kimiawinya di dalam tubuh sehingga kemungkinan besar timbulnya penyakit lain sangat besar. Belum lagi penyakit lemas otot yang sifatnya akan mereda ketika diistirahatkan bisa menjadi ketergantungan jika diobati dengan obat kimia. Sementara obat herbal selain non efek samping, sifatnya pun tidak akan membuat ketergantungan karena mengobati secara menyeluruh.

 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Efek Gila Kerja Dan Cara Mengatasinya

19-06-2014 00:35

Bekerja itu merupakan aktivitas yang menyehatkan baik untuk fisik maupun psikis sekaligus dapat menjadi sumber penghasilan. Oleh karena itu, tidaklah sulit bila ada yang berpendapat bahwa orang yang sehat jiwanya adalah orang yang mampu bekerja dengan baik. Pada usia lanjut, bekerja dapat memelihara fungsi otak agar tak mudah lupa, sedangkan pada orang dewasa bekerja akan menjaga rasa percaya diri. Bekerja sebaiknya tak lebih dari 8 jam dalam sehari atau 40 jam seminggu. Sewaktu-waktu boleh bekerja lembur, terutama bila di kantor sedang sibuk. Bekerja terus-menerus selama 30 jam sangat berbahaya untuk jiwa karena yang bersangkutan mengalami kelelahan yang parah, baik fisik maupun mental. Kondisi dapat memburuk bila juga meminum minuman yang mengandung kafein. Kafein dapat memicu kerja sistem kardiovaskuler termasuk jantung. Baca juga : Obesitas Bisa Merusak Kesehatan dan Penampilan Ketika seseorang bekerja keras/lembur di atas batas kemampuan, awalnya tubuh akan menyesuaikan diri dengan memacu seluruh cadangan energi, baik fisik maupun mental sehingga semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Prestasi serta produktivitas kerja meningkat sangat mengagumkan. Akan tetapi, setelah beberapa bulan berlangsung semua cadangan energi habis terpakai sehingga akhirnya yang bersangkutan dapat  mengalami exhausted atau kelelahan kerja dan itulah yang disebut sebagai burn out. Apa itu burn out? Kata burn out sangat populer di dunia kerja dan kadang sulit dibedakan dengan stres di tempat kerja. Pada abad ini,burn out banyak ditemukan pada karyawan wanita dengan usia sebelum usia 30 tahun. Gejala-gejala burn out yang sering ditemukan antara lain : Exhaustion yaitu perasaan lelah dan letih pada hampir setiap waktu, baik secara emosi, mental maupun fisik. Kehilangan motivasi atau antusias terhadap semua kegiatan, termasuk untuk kerja, sulit bangun pagi hari untuk memulai kerja. Berkembang frustasi, sinis, dan emosi negatif lainnya, biasanya yang bersangkutan cenderung bersikap sinis, selalu berpikiran negatif pada orang ilaini. Masalah kognitif  berupa kesulitan konsentrasi dan memusatkan perhatian serta mengalami keseulitan memecahkan masalah atau mengambil keputusan (fight atau flight). Menimbulkan masalah dalam hubungan interpersonal baik di tempat kerja maupun rumah; lebih banyak konflik seperti melakukan perdebatan atau pertengkaran dan sebaliknya lebih menarik diri untuk berbicara dengan teman kerja satu tim atau dengan anggota keluarga. Tak peduli terhadap keadaan dirinya, misalnya dengan banyak merokok, minum suplemen yang mengandung stimulan, banyak makan junk food atau sebaliknya kurang makan dan tak cukup istirahat atau tidur. Mengobati diri sendiri dengan mengonsumsi obat tidur atau minum alkohol berlebih, minum kopi untuk meningkatkan energi pada pagi hari. Preokupasi terhadap kerja terutama ketika tidak bekerja. Akhirnya, kualitas hidup dan rasa puas akan menurun secara drastis. Setelah burn out berlangsung cukup lama, yang bersangkutan dapat mengalami berbagai penyakit fisik seperti gangguan pencernaan, serangan jantung sampai kematian mendadak, depresi yang disertai ide bunuh diri, dan obesitas. Angka bunuh diri akibat burn out banyak ditemukan di Jepang yang masyarakatnya terkenal gila kerja atau workaholic. Baca juga : Begadang Pengaruhi Sistem Endokrin dan Kardiovaskular Jika mulai merasakan keluhan-keluhan seperti tadi, berarti Anda mengalami burn out. Yang perlu Anda lakukan adalah segera ambil cuti untuk beristirahat. Mulailah dengan melakukan aktivitas yang Anda inginkan yang selama ini tidak sempat dilakukan seperti mendengarkan musik yang membuat relaks dan nyaman. Tinggalkan, sekali lagi tinggalkan semua pikiran tentang pekerjaan selama Anda istirahat. Meditasi akan membuat Anda menjadi lebih relaks dan tenang atau membaca buku atau mengunjungi keluarga/kerabat untuk bersilaturahmi atau buatlah sesuatu yang benar-benar dapat membuat Anda relaks. Sediakanlah waktu untuk itu. Temukan sesuatu di luar sana untuk melakukan aktivitas atau hobi. Semua komunikasi yang dapat mencetuskan stres dalam pekerjaan, tinggalkan. Sediakan waktu untuk kegiatan bersama keluarga, liburan, atau aktivitas sosial. Bukalah telepon atau e-mail (surat elektronik) Anda setelah makan malam. Bila dengan cara tersebut tadi belum juga membantu, segera hubungi psikiater untuk konsultasi lebih lanjut.

Featured Image
Waspada, Ini 5 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis!

07-07-2016 22:58

Beberapa penyakit terkadang memiliki gejala yang sama sehingga salah diagnosis bisa terjadi. Oleh karena itu, jelilah mengamati gejala penyakit sehingga kita bisa memberikan informasi yang jelas kepada dokter. Gejala seperti diare berkepanjangan, berat badan turun tanpa sebab, dan sakit perut merupakan gejala yang bisa menandakan berbagai penyakit, misalnya radang usus ataupun kanker. Diagnosis yang tidak tepat akan membuat pengobatan yang diberikan tidak optimal dan akhirnya penyakitnya akan berkepanjangan. Ketahui apa saja penyakit yang paling sering salah didiagnosis. Baca juga : Efek Terburuk Jika Bayi Diberi Vaksin Palsu       - Diagnosis: Depresi Penyakit sebenarnya: Sleep apnea   Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyerupai depresi. Studi menunjukkan, setidaknya ada 73 persen pasien yang mengidap sleep apnea dengan gejala mirip dengan depresi, seperti bad mood, menyakiti diri sendiri, dan pikiran untuk bunuh diri. Namun, ketika pasien tersebut dirawat dengan perawatan untuk sleep apnea, sembilan di antaranya sembuh. Gejala-gejala kondisi ini meliputi perasaan sedih atau putus asa, tidak bertenaga, dan kecemasan bisa dikatakan mirip dengan gejala depresi. Penyakit lain dengan gejala yang mirip adalah masalah tiroid, penyakit bipolar, kekurangan vitamin D, dan gula darah rendah. Baca juga : Umur Pria Menentukan Subur Tidaknya Sperma    - Diagnosis: IBS (irritable bowel syndrome) Penyakit sebenarnya: Penyakit celiac   Penyakit celiac merupakan gangguan pencernaan yang bisa dipicu oleh terlalu banyak mengonsumsi gluten, seperti roti. Penyakit ini terkadang butuh waktu cukup lama, yakni 6-10 tahun sebelum terdeteksi akurat. Gejala penyakit celiac hampir sama dengan masalah pencernaan lain sehingga dokter banyak yang keliru dan harus mengidentifikasi apa yang terjadi dengan usus Anda.     - Diagnosis: Migrain Penyakit sebenarnya: Stroke   Jika Anda berusia di bawah 50 tahun dan mengalami mati rasa, sulit berbicara, penglihatan kabur, terkadang dokter mendiagnosisnya sebagai migrain, vertigo, atau keracunan alkohol. Ketika peneliti mengkaji ulang data pasien yang berusia 16-50 tahun, 14 persen di antaranya dipulangkan karena hanya sakit kepala atau mabuk. Salah satu penyebabnya adalah karena sangat jarang orang berusia kurang dari 45 tahun yang terkena stroke.     - Diagnosis: Artritis reumatoid (radang sendi) Penyakit sebenarnya: Fibromyalgia (nyeri tubuh)   Gejala arthritis, yakni rasa nyeri dan bengkak pada persendian, sering dirasakan pula oleh penderita fibromyalgia. Penyakit ini juga memiliki gejala sakit kepala, mengantuk, dan tidak nyaman pada usus. Jika sakit pada tubuh berpindah-pindah ke bagian tubuh yang lain dan berlangsung selama tiga bulan, segera periksa ke dokter untuk penanganan fibromyalgia lebih lanjut.     - Diagnosis: Multiple sclerosis Penyakit sebenarnya: Penyakit lyme   Kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, dan sendi adalah gejala yang bisa muncul pada penderita multiple sclerosis dan penyakit lyme. Gejala lyme juga menyerupai penyakit lain, seperti fibromyalgia dan flu.

Featured Image
Jurusan Teknologi Pangan Bandung: Biaya Kuliah Bersahabat, Ilmu Siap Pakai, dan Jalan Nyata Menuju Dunia Usaha

05-01-2026 19:41

Kebutuhan masyarakat terhadap produk pangan yang aman, berkualitas, dan inovatif membuat jurusan teknologi pangan semakin relevan dari waktu ke waktu. Industri makanan dan minuman tidak pernah berhenti berkembang, sehingga peluang karier bagi lulusan bidang ini selalu terbuka. Bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di jurusan teknologi pangan di Bandung dengan biaya terjangkau dan pembelajaran yang aplikatif, Universitas Masoem menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.Universitas Masoem membuka prodi teknologi pangan dengan biaya pendidikan yang relatif ringan, yaitu hanya 5 juta rupiah per semester. Skema biaya ini dirancang agar pendidikan tinggi dapat diakses lebih luas tanpa mengurangi mutu pembelajaran. Dengan dukungan fasilitas, dosen berpengalaman, dan pendekatan praktik, jurusan ini mengusung slogan kuat sambil kuliah jadi pengusaha. Artinya, mahasiswa tidak hanya disiapkan untuk lulus, tetapi juga diarahkan untuk mandiri secara ekonomi.Kurikulum Jurusan Teknologi Pangan yang Praktis dan RelevanKurikulum jurusan teknologi pangan di Universitas Masoem disusun berdasarkan kebutuhan industri pangan saat ini. Mahasiswa mempelajari ilmu dasar pangan, teknologi pengolahan bahan pangan, sanitasi dan keamanan pangan, sistem jaminan mutu, hingga pengembangan produk dan kemasan. Semua materi dirancang agar mahasiswa mampu memahami proses dari bahan baku hingga produk siap konsumsi.Selain kompetensi teknis, mahasiswa prodi teknologi pangan juga dibekali wawasan kewirausahaan. Mereka belajar tentang perencanaan usaha, penghitungan biaya produksi, strategi pemasaran, dan pengelolaan bisnis pangan. Dengan pendekatan ini, jurusan teknologi pangan Universitas Masoem tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga calon pengusaha di bidang pangan.Keunggulan Kuliah Teknologi Pangan di BandungBandung dikenal sebagai kota pendidikan sekaligus pusat industri kreatif, termasuk sektor kuliner dan pangan. Lingkungan ini menjadi nilai tambah bagi mahasiswa jurusan teknologi pangan karena memberikan banyak peluang pembelajaran langsung di luar kelas. Mahasiswa teknologi pangan di Bandung dapat mengamati tren pasar, mengembangkan produk inovatif, dan mempelajari perilaku konsumen secara nyata.Universitas Masoem memanfaatkan keunggulan lokasi ini dengan membangun jejaring industri dan menghadirkan pembelajaran kontekstual. Dengan demikian, lulusan prodi teknologi pangan memiliki pengalaman dan wawasan yang lebih luas saat terjun ke dunia profesional.Kesempatan Magang di Perusahaan Masoem GroupSalah satu keunggulan utama jurusan teknologi pangan Universitas Masoem adalah adanya kesempatan magang di unit usaha Masoem Group. Mahasiswa dapat menjalani program magang di berbagai perusahaan, seperti Pabrik Air Al Masoem, BPRS Al Masoem, SPBU, SPBE, dan unit bisnis lainnya.Program magang ini memberikan pengalaman langsung mengenai proses produksi, pengendalian mutu, sistem operasional, hingga manajemen usaha. Bagi mahasiswa prodi teknologi pangan, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memahami dunia industri secara nyata dan meningkatkan kesiapan kerja setelah lulus.Prospek Kerja Lulusan Jurusan Teknologi PanganLulusan jurusan teknologi pangan memiliki prospek kerja yang luas dan fleksibel. Mereka dapat berkarier sebagai staf quality control, quality assurance, analis laboratorium pangan, supervisor produksi, hingga bagian riset dan pengembangan produk. Selain itu, peluang kerja juga terbuka di sektor distribusi, pemasaran, dan manajemen usaha yang berkaitan dengan industri pangan.Tidak hanya bekerja di perusahaan, lulusan prodi teknologi pangan Universitas Masoem juga didorong untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Sejalan dengan slogan sambil kuliah jadi pengusaha, lulusan dibekali kemampuan untuk membangun usaha makanan olahan, minuman kemasan, atau produk pangan inovatif berbasis potensi lokal.Pengalaman dan Testimoni LulusanBanyak alumni jurusan teknologi pangan Universitas Masoem yang merasakan manfaat dari sistem pembelajaran yang diterapkan. Salah satu lulusan menyampaikan bahwa pengalaman magang di Pabrik Air Al Masoem membuatnya memahami standar mutu dan alur produksi industri pangan secara langsung. Alumni lain mengungkapkan bahwa materi kewirausahaan selama kuliah membantunya memulai usaha makanan skala kecil yang kini terus berkembang.Testimoni tersebut menunjukkan bahwa prodi teknologi pangan Universitas Masoem tidak hanya fokus pada teori, tetapi benar-benar menyiapkan mahasiswa untuk dunia kerja dan dunia usaha.Investasi Pendidikan yang TepatDengan biaya kuliah hanya 5 juta rupiah per semester, dukungan magang di perusahaan Masoem Group, serta prospek kerja yang menjanjikan, jurusan teknologi pangan Universitas Masoem menjadi pilihan cerdas bagi calon mahasiswa. Bagi Anda yang mencari jurusan teknologi pangan di Bandung dengan pendekatan praktis, berorientasi industri, dan mendukung kewirausahaan, program studi ini layak dijadikan tujuan.

...