Waktu Posting : 31-05-2014 19:45 | Dibaca : 2584x
Meski tampaknya tidak serius, kram atau nyeri otot selalu tidak menyenangkan penderitanya. Biasanya muncul akibat berlebihnya aktivitas fisik saat berolahraga.
Gejala
Adapun gejala kram dan nyeri otot bisa ditengarai dengan timbulnya hal-hal berikut :
Apa Itu Kram Dan Nyeri Otot?
Ada dua tipe nyeri otot. Pertama, nyeri dan kaku akan makin parah saat beraktivitas (lari, jalan, menggali, membawa beban). Dokter menyebutnya delayed onset muscle soreness (DOMS). Tipikalnya, dimulai sehari atau dua hari setelah aktivitas, bahkan hingga seminggu.
Baca juga : Jangan Sepelekan Influenza
Bila otot tiba-tiba berkontraksi dan tidak dapat rileks, inilah nyeri tipe kedua, disebut kram. Biasanya mengenai paha, betis, telapak. Dapat terjadi setiap waktu, bahkan saat tidur sekalipun.
Penyebabnya
Meski kondisi tubuh oke, aktivitas baru bisa menyebabkan nyeri otot. Contohnya, Anda seorang pelari. Ketika menolong teman menggeser meja yang berat, nyeri pada lengan dan bahu bisa muncul.
Para ahli bilang, nyeri merupakan gejala robekan mikroskopik (sangat kecil) pada otot, yang akan membaik selama beberapa hari. Aktivitas yang menuntut otot meregang agak kuat seperti berlari menuruni bukit kerap menyebabkan terjadinya cedera.
Sebaliknya, kram otot bukanlah hasil dari cedera, meski tidak ada yang tahu tepatnya kenapa hal ini terjadi. Barangkali akibat tidak seimbangnya mineral-mineral (kalsium, megnesium, potasium, sodium) yang mengatur kontraksi dan rileksasi otot atau karena kurang air.
Latihan fisik yang terlalu berat sepanjang hari bisa jadi memunculkan kram pada bertis yang menimbulkan nyeri cukup menyakitkan saat Anda tidur nyenyak di malam hari, seperti juga bila Anda memakai sepatu bersol tinggi atau terlalu sempit.
Penanganan
Agar kebutuhan mineral menyokong kontraksi otot, asuplah kalsium dan magnesium secara rutin. Kebanyakan orang mendapatkan cukup potasium dan sodium atau natrium dari bahan makanan yang ada. Konsumsi juga vitamin E setiap hari jika Anda cenderung mudah mengalami kram saat berolahraga.
Baca juga : Jaga Kesehatan Mulut Untuk Redam Penyakit
Para binaragawan acapkali menggunakan suplemen kreatin untuk meningkatkan massa otot. Bahan ini terbukti menolong mengembalikan robekan mikroskopik saat latihan berat atau cedera terjadi.
Apalagi yang bisa dilakukan?
Atasi dengan herbal
14-07-2014 08:26
Berbagai dekade paling akhir bila kita memperhatikan kembali persoalan kesehatan di Indonesia maka didapat pergeseran yang cukup penting dari pola penyakit infeksi jadi penyakit kronik seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus, serta stroke. Pergeseran pola penyakit ini di pengaruhi oleh banyak aspek, satu diantaranya ialah gaya hidup orang-orang yang saat ini beralih. Gaya hidup yang disebut dapat dilihat dari sisi nutrisi, manajemen stres, serta kegiatan fisik. Spesial tentang kegiatan fisik, mari kita perhatikan kembali aktivitas yang kita kerjakan selama 24 jam ini, apakah kita telah memasukkan daftar olahraga di dalamnya? Baca juga : Kenalilah Gejala Batu Empedu Seberapa kerap saat kita olahraga dibanding saat untuk duduk? Resiko penyakit kronik Beberapa besar orang yang banyak menggunakan waktunya untuk duduk serta tidak sering melakukan kegiatan fisik mempunyai resiko penyakit kronik lebih tinggi di banding orang yang cukup melakukan kegiatan fisik setiap harinya. Kegiatan duduk kerap dikatakan pula sedentary behaviour ini terhitung ketika ditempat bekerja, transportasi, melihat tv, serta dirumah yang banyak dikerjakan oleh pekerja kantor serta mahasiswa. Suatu riset dari Kansas State University pada 63. 048 pria berumur 45 serta 65 tahun sempat dikerjakan untuk hal semacam ini. Kaum partisipan studi isi survey perihal keadaan kronik yang mereka punyai serta seberapa banyak mereka duduk. Pria yang duduk lebih dari 4 jam /hari mempunyai insidensi menanggung derita penyakit kronik seperti penyakit jantung, diabetes, kanker atau desakan darah tinggi semakin besar. Semakin lama saat yang di habiskan untuk duduk tiap-tiap hari, semakin tinggi resiko terserang penyakit kronik. Penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah meningkat Sedentary behaviour mempunyai pengeluaran daya yang amat rendah kira–kira 1, 5 metabolic equivalent units (METs), hingga metabolisme badan jadi lebih rendah juga. Pembakaran kalori jadi amat lambat lantaran otot–otot badan tak banyak konsumsi daya, serta berlangsung pembentukan trigliserida serta LDL (low density lipoprotein—dikenal pula semacam kolesterol jahat—adanya hal semacam ini bisa menyebabkan penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah) makin meningkat. Baca juga : Ingin Sehat, Kurangi Konsumsi Garam Pola metabolisme ini bakal mengakibatkan timbulnya beragam jenis penyakit kronik. Penyakit kronik tak berkenaan dengan indeks massa badan, hingga orang–orang yang mempunyai badan ideal maupun kurus terus berisiko terserang penyakit kronik. Sisipkan kegiatan fisik Ada berbagai jalan untuk menyisipkan kegiatan fisik di sela–sela aktivitas sedentary behaviour, yakni : Jauhi ada di depan computer bila tiada yang hal utama yang ditangani Upayakan melakukan relaksasi atau peregangan otot setiap satu jam dari duduk terus-menerus Berjalanlah waktu pergi ke tempat–tempat yang dekat dengan jarak tempuh 5-15 menit Tambah baik olahraga dengan rekan–teman diakhir minggu dibanding hang out makan atau nonton bersama Batasi saat melihat TV Berolahragalah minimum 30 menit tiap-tiap hari Memperbanyak minum air putih.
03-06-2014 00:45
Sudah dua hari ini seorang remaja wanita merasakan nyeri di kelopak mata atas kanan. Setelah dia becermin, ternyata tampak adanya benjolandi kelopak matanya tersebut. Akhirnya dia berobat ke dokter dan dikatakan sedang menderita bintitan lalu diberikan pengobatan. Menurut mitos, dikatakan timbulnya bintitan ini karena dosa akibat sering "mengintip", apakah benar mitos itu? Bintitan, bintilan, turuwisen, timbil, atau dalam bahasa Inggris disebut stye, merupakan suatu keadaan peradangan akut pada kelenjar di sekitar kelopak mata dan biasanya terasa nyeri. Selain itu ada juga yang disebut dengan chalazia, yaitu peradangan kronis pada kelenjar kelopak mata tidak terasa nyeri dan bersifat kronis. Secara fungsinya, kelenjar yang terdapat di kelopak mata ini memproduksi minyak yang berfungsi sebagai pelumas bagi kulit, juga sebagai pelengkap komposisi air mata. Pada keadaan saat terjadi kurangnya higienitas, gangguan nutrisi dan keadaan lain yang menyebabkan tersumbatnya pengeluaran minyak ini, akan menyebabkan terakumulasinya minyak tersebut di dalam kelenjar. Pada beberapa kasus, sumbatan ini dapat disertai infeksi. Pada wanita-wanita muda yang sering menggunakan make up karena sering kelupaan membersihkan make up tersebut dapat menyebabkan timbulnya sumbatan pada saluran kelenjar tersebut. Berdasarkan pengalaman penulis, biasanya penderita dengan bintitan ini didapatkan riwayat sering mengkonsumsi makanan yang tinggi kadar lemak atau proteinnya, seperti konsumsi telur dan seafood. Baca juga : Asupan Nutrisi Ini Khusus untuk Pekerja Lembur Gejala Gejala yang dirasakan oleh penderita biasanya berupa adanya benjolan, berwarna kemerahan di kelopak mata, ketidaknyamanan (baik itu yang terasa nyeri maupun tidak dan kadang disertai iritasi), perasaan gatal, belekan, dan sensitif terhadap sinar. Pada beberapa kasus, bahkan dapat timbul benjolan kelopak mata yang besar, sangat nyeri sampai mengganggu penglihatan dan kegiatan sehari-hari. Hal yang terakhir biasanya sering disebut keadaan selulitis. Bahkan tidak jarang ditemukan tumor ganas kelopak mata yang tampilannya menyerupai bintitan. Biasanya bintitan dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari, tetapi ada juga yang membutuhkan penanganan khusus. Pada keadaan awal, yang dapat dilakukan adalah memberikan kompres hangat pada kelopak mata yang terkena bintitan. Maksud dari pengompresan hangat ini agar isi dari kelenjar maupun dinding dari saluran kelenjar tersebut menjadi lebih lunak dan mempermudah pengeluaran minyak yang terkumpul di dalam kelenjar. Apabila keadaan berlanjut disertai rasa nyeri dan lebih bengkak pada kelopak mata, disarankan agar berobat ke dokter umum atau dokter spesialis mata untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut. Biasanya dokter akan memberikan pengobatan dengan memberikan obat radang dan atau pemberian antibiotika. Tidak jarang seorang dokter spesialis mata akan menyarankan supaya melakukan pembedahan kecil untuk mengeluarkan isi dari kelanjar yang terkena bintitan. Apabila setelah kompres hangat atau pemberian obat bintitan tersebut tidak mengalami perbaikan. Jangan berusaha mengeluarkan isi dari bintitan ini dengan cara menekan-nekan dengan tangan sendiri, seperti menekan-nekan jerawat karena akan menyebabkan keadaan yang lebih berat dengan timbulnya infeksi sekunder. Pada pendiri dengan bintitan yang kronis, biasanya dokter akan menyarankan tindakan pengeluaran isi dari bintilannya. Baca juga : Obat Alami Demam Berdarah Pencegahan Hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya bintilan ini adalah dengan selalu menjaga higienitas dari kelopak mata, dengan cara seringnya mencuci muka setelah melakukan aktivitas luar yang kotor. Selain itu, yang harus dibudayakan adalah selalu melakukan pencucian tangan yang benar, baik itu sebelum maupun setelah melakukan tindakan yang menggunakan tangan. Seperti tertulis di atas, penulis juga menyarankan kepada wanita yang sering menggunakan make up di sekitar kelopak mata untuk tidak lupa membersihkan make up tersebut dengan air bersih atau pembersih make up lainnya sebelum tidur. Pada beberapa orang dengan kecenderungan kelopak mata sering berminyak berlebihan, ditandai adanya ketombe di bulu matanya, lebih disarankan agar melakukan lid hygiene. Cara yang paling mudah melakukan lid hygiene ini yaitu menggunakan segelas air bersih hangat yang telah ditambahkan sampo bayi 2 sampai 3 tetes. Lakukan pembersihan kelopak mata ini setelah sehabis mandi dengan menggunakan cottonbuds di ujung-ujung kelopak matanya. Satu hal yang perlu diingat bahwa mencegah suatu penyakit tetap lebih baik daripada mengobati penyakit itu sendiri. Konsultasikan semua kelainan mata pada dokter atau dokter spesialis mata yang ada di sekitar Anda. Jangan pernah membeli obat mata yang seharusnya dengan resep dokter secara bebas karena akan menimbulkan bahaya bagi mata.
15-08-2014 22:44
Kawat gigi atau mungkin lebih umum di kenal dengan behel sudah di kenal mulai sejak lama semacam alat therapy gigi, yakni membereskan gigi. Bersamaan dengan perubahan masa, kawat gigi juga selalu berevolusi, melakukan perbaikan kekurangannya serta menyempurnakan systemnya, hingga therapy perbaikan susunan gigi jadi lebih cepat serta efisien. Kawat gigi banyak dipakai orang-orang untuk melakukan perbaikan susunan gigi, estetis muka, pojok bibir, rahang, serta senyum. Pemasangan kawat gigi ini diinginkan bisa merubah susunan gigi serta bentuk rahang dengan mendorong serta menahan gerakan gigi. Umur maksimal untuk awal perawatan ortodonti umumnya seputar 12 th. yakni saat nyaris seluruhnya gigi terus telah tumbuh. (jumlahnya 28 buah) lantaran 4 buah gigi bungsu umumnya baru tumbuh seputar umur 17 th. bahkan juga dapat lebih lama lagi. Pada umur seputar 12 ini gigi geraham besar ke-2 (gigi ke 7 dari garis tengah) telah tumbuh. Gigi ini berbarengan dengan gigi ke 6 diperlukan semacam gigi penahan dalam perawatan dengan kawat gigi. Terkadang perawatan ortodonti dikerjakan pada umur 8-9 th. daripada umur itu tadi, misalnya untuk masalah di mana berlangsung susunan gigi terbalik, yakni gigi atas ada di belakang jejeran gigi bawahnya. Pada situasi normal, gigi depan atas ada di depan gigi bawahnya. Saat ini kerap pula didapati orang dewasa seputar umur 20 hingga 30an yang menggunakan alat ortodonti. Perawatan pada umur saat ini umumnya memerlukan periode waktu perawatan lebih lama tetapi akhirnya terus baik. Baca juga : Kiat Membasmi Bekas Jerawat dengan Tepat Persoalan kesehatan gigi yang paling umum menyebabkan perlunya perawatan kawat gigi diantaranya : 1. Mulut kecil. Mulut kecil bisa mengakibatkan terbatasnya ruangan untuk gigi untuk tumbuh. Hal semacam ini menyebabkan gigi tumbuh berjejalan dengan cara tak teratur. 2. Gigi tonggos. Berbagai anak sukai mendorong lidah mereka ke depan hingga menyebabkan benjolan gigi atau mungkin rahang atas serta bawah tak klop. Rutinitas jelek seperti mengisap jempol di saat bayi pula bisa menyebabkan persoalan ini. 3. Gigi terlampau rapat atau mungkin terlampau tidak sering. Terkadang, seorang bisa mempunyai gigi yang terlampau besar/menonjol atau mungkin gigi spesifik yang tak berkembang atau mungkin menonjol sekalipun. Hal semacam ini menyebabkan kesusahan dalam kunyah. Tanggalnya gigi susu sebelum saat waktunya atau mungkin cedera traumatis di muka, mulut atau mungkin rahang pula bisa memengaruhi kekuatan Anda kunyah. Kawat gigi atau mungkin umum dikatakan dengan behel awalannya mempunyai tujuan untuk melakukan perbaikan susunan gigi yang tak rata serta rapi, tetapi saat ini maksud pemakaian kawat gigi telah sedikit beralih. Bila dahulu orang bakal terasa sedikit malu memakai kawat gigi, sekarang justru orang-orang memakainya selain terkait masalah kesehatan juga untuk penampilan. Namun, pemasangan kawat gigi yang dikerjakan oleh tukang gigi menyebabkan bermacam dampak negatif. Terutama pada gigi yang punya masalah, baik untuk dampak negatif ringan sampai berat. Baca juga : Cara Menjaga Fungsi dan Kesehatan Ginjal Beberapa efek negatif pemakaian kawat gigi diantaranya : Keadaan gigi kemungkinan goyah Seperti pagar yang selalu memperoleh desakan, lama kelamaan pasti bakal goyah serta longgar. Sekian pula dengan gigi, jika terus-terusan memperoleh desakan serta dipaksa untuk ikuti landasan kawat gigi, maka dia juga bakal goyah. Gigi rusak lantaran sulit dibersihkan Cobalah Anda pikirkan sendiri, waktu tak menggunakan behel juga terkadang kita kesusahan untuk bersihkan gigi sampai ke sela paling kecil. Nah, kesusahan ini bakal jadi tambah besar waktu memakai kawat gigi, lantaran jangankan sela paling kecil, sela yang cukup besar yang oleh sikat gigi dapat terjangkau juga, nyatanya tak dapat terjangkau ketika memakai behel. Jadi tempat bersarang kuman serta bakteri Sisi gigi yang sulit dibikin bersih itu bakal jadi tempat bersarangnya kuman serta bakteri. Jika pemakaian behel terlampau lama, maka efek negatifnya pemakaian kawat gigi ialah kesempatan kemungkinan gigi rusak jadi amat besar. Kemungkinan penularan penyakit Tak sedikit orang yang lakukan pemasangan kawat gigi ke klinik atau mungkin pakar gigi yang tak berijin resmi, argumennya ialah dapat memperoleh ongkos yang murah serta terjangkau. Bakal namun, rutinitas itu kemungkinan menyajikan efek negatif yang membahayakan yang dikarenakan oleh pemakaian alat kurang steril, serta lain sebagainya.