Waktu Posting : 17-10-2014 16:25 | Dibaca : 2366x
01-09-2014 20:11
saya mau tanya apakah ada obat alami utk penyakit ppok?ortu saya berumur 58thn sdh divonis penyakit ppok sejak thn 2009 dan sdh bbrp x msk rmh skt dan skr sdh memakai oksigen drmh dgn uk stgh ltr dan untuk berjln bisa 3ltr.yg saya mau tanyakan apakah ada obat utk menyembuhkannya?dan bagaimana cara?
16-06-2014 00:33
Supaya kita bisa bergerak serta melakukan aktivitas keseharian, tubuh perlu daya. Sumber daya datang dari karbohidrat, yang bakal dipecah jadi glukosa. Karbohidrat bakal terbakar jadi daya bila kita bergerak, atau disimpan di jaringan otot serta lemak bila kita minim gerak. Reaksi melepas glukosa dalam darah ini ditetapkan oleh indeks glikemik (IG). Indeks glikemik ialah tingkatan pangan dalam dampaknya menambah gula darah. Makin tinggi IG satu makanan, makin cepat makanan dirubah jadi glukosa. Dalam keadaan normal, tubuh mempunyai mekanisme untuk melindungi kandungan gula darah dalam situasi stabil. Namun beberapa orang spesifik, seperti pasien diabetes, tak bisa melakukan hal semacam itu. Karenanya, indeks glikemik satu makanan benar-benar butuh dicermati. Pastinya kita disarankan untuk menentukan makanan rendah IG yang sifatnya lambat menambah gula darah. Indeks glikemik memanglah bukan hanya hanya satu patokan untuk menentukan makanan sehat. Waktu mengatur diet rendah IG, Anda butuh tahu makanan mana yang paling baik untuk kesehatan. Enam hal tersebut tak bisa Anda lupakan : Baca juga : Hati-hati Mengkonsumsi Minuman Bernergi Jauhi karbohidrat Makanan yang memiliki kandungan 100 % protein (daging, ikan, telur), serta yang memiliki kandungan 100% lemak (minyak, mentega), tak memiliki kandungan karbohidrat. Karenanya makanan itu tak berefek menambah gula darah, atau mungkin dengan kata lain, rendah IG. Jauhi zat tepung Ini zat yang paling gampang dirubah jadi glukosa didalam tubuh. Zat tepung dalam situasi mentah, susah dipecah oleh tubuh. Tetapi bila partikel-partikel dalam zat itu sudah di proses, misalnya tepung terigu, tubuh dengan gampang memecahnya serta merubah zat itu jadi glukosa. Serat diperbanyak Pemecahan zat-zat makanan di dalam tubuh dapat diperlambat dengan serat. Karenanya, indeks glikemik rendah dimiliki oleh makanan dengan serat yang tinggi. Bedakan tipe gula Ada empat tipe gula : glukosa, fruktosa, laktosa, serta sukrosa. Makanan dengan kandungan glukosa tinggi, umpamanya minuman ringan, bakal segera menambah kandungan gula dalam darah. Sedangkan fruktosa (gula pada buah) serta laktosa (umumnya pada olahan susu) tak menambah kandungan gula dalam darah. Karenanya, beberapa jenis makanan itu mempunyai IG rendah. Adapun sukrosa mempunyai IG cukup. Baca juga : Tubuh Bugar Berkat Posisi Tidur Seimbang Konsumsi lemak Komponen ini bakal memperlambat pengosongan lambung. Makin lama lambung dikosongkan, makin lama juga makanan diolah. Dengan cara automatis produksi glukosa diperlambat. Cermati derajat keasaman makanan Keasaman satu makanan memengaruhi kecepatan pencernaannya didalam tubuh. Maka pemecahan makanan jadi glukosa lebih lambat. Jeruk merupakan contoh makanan yang memiliki derajat keasaman tinggi. Glycemic Load Kita juga butuh mengkalkulasi Glycemic Load (GL) selain IG makanan. Sistem penilaian peringkat untuk porsi makanan dan jumlah karbohidrat dalam makanan menurut ukuran IG disebut GL. Untuk memperlihatkan dampak makanan dalam satu porsi, sehari, atau berhari-hari diperlukan GL. Langkah mengkalkulasi GL gampang saja, yakni : IG x kandungan karbohidrat dalam 1 porsi makanan (g)/100. Akhirnya menunjukkan efek satu porsi makanan pada kandungan gula dalam darah. Misalnya, nasi merah mempunyai IG 88 sedang IG gula putih 64. Bila cuma memperhatikan angka itu, lebih baik gula dari pada nasi merah. Walau sebenarnya bukan hanya seperti itu. Di sinilah GL butuh dicermati. Kita mesti 'menghitung' dahulu jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh. Kita umumnya makan nasi satu piring, namun gula mustahil dimakan dalam jumlah satu piring, bukan?
15-07-2016 04:25
Ciuman adalah ritual manusia untuk menujukan kasih sayang dan perhatiannya terhadap pasangannya. tapi dibalik rutinitas itu kenali beberapa penyakit menular yang disebarkan melalui ciuman. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ciuman yang sehat dapat membawa banyak manfaat untuk tubuh. Namun bila dilakukan dalam kondisi tertentu, ciuman antar pasangan justru dapat menjadi media penularan penyakit. Baca juga : Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Komedo Meski banyak menawarkan manfaat kesehatan, namun ciuman juga dapat menjadi media penularan sejumlah virus dan bakteri penyebab penyakit. Virus dan bakteri dalam air liur atau darah dari satu orang dapat menyebar ke orang lain dengan berciuman. Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman 1. Herpes Virus yang dianggap bagian dari keluarga herpes termasuk Epstein-Barr, varicella-zoster (penyebab cacar air) dan herpes simplex (menyebabkan cold sores). Herpes simplex virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan virus saat Ciuman. Herpes paling mudah menyebar ke orang lain ketika lesi terbentuk atau telah meletus. Virus ini bisa 'menumpahkan' (menyebar ke orang lain) dari lokasi leci bahkan ketika herpes itu telah sembuh. Sedangkan cacar air mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung, tetesan liur atau penyebaran udara. 2. Mono Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebut Epstein-Barr virus, seperti dikutip dari Wikipedia, virus ini adalah salah satu tipe virus herpes. Namanya cukup unik, Infectious mononucleosis atau EBV infectious mononucleosis, Pfeiffer's disease, Filatov's disease atau bekennya disebut mono. Penyakit ini pertama kali dijabarkan oleh Sprunt dan Evans di sebuah bulletin yang disebarkan di Johns Hopkins Hospitals tahun 1920. Gejala yang muncul akibat penyebaran virus ini adalah sakit tenggorokan, demam, gelisah, rasa tidak nyaman di badan, peradangan, mual-mual hingga kehilangan nafsu makan. Penyakit ini juga mempengaruhi beberapa bagian tubuh dan memicu terbentuknya penyakit lain, seperti radang tenggorokan hingga hepatitis. Infeksi menyebar melalui pertukaran air liur, dan melewati masa inkubasi selama kurang lebih 4-7 minggu. Umumnya, gejala akan dirasakan selama 2-3 minggu dan bertahan selama beberapa bulan lamanya.penyakit ini bisa diobati dan sembuh, hanya saja umumnya menyerang seseorang dalam waktu yang cukup lama. Cenderung saat terserang virus orang akan berburu antibiotik sebagai pengobatan dini. Dalam kasus ini, antibiotik tidak dapat membantu meredakan serangan virus. 3. Glandular fever atau kissing disease Glandular fever adalah istilah umum untuk infeksi virus yang disebut infeksi mononukleosis, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus ini menyebar melalui air liur dan infeksi terjadi melalui kontak. 4. Flu dan pilek Pilek ditularkan melalui kontak langsung dengan virus. Anda bisa terinfeksi flu dari tetesan liur atau dari kontak langsung dengan sekresi (cairan dan lendir) dari hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi. 5. Hepatitis B Ciuman juga dapat menularkan virus ini, meskipun darah memiliki tingkat virus lebih tinggi ketimbang air liur. Infeksi dapat terjadi ketika darah dan air liur yang terinfeksi bersentuhan langsung dengan aliran darah orang lain atau selaput lendir. Seseorang lebih mungkin terinfeksi saat berciuman jika mereka berdua memiliki luka terbuka di atau di sekitar mulut. 6. Kutil Kutil di dalam mulut dapat menyebar melalui ciuman, terutama jika sebelumnya ada daerah yang mengalami trauma atau luka. 7. Penyakit Meningokokus Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang meliputi meningitis, radang selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, dan septikemia. Bakteri ini dapat ditularkan baik melalui kontak langsung atau melalui tetesan liur. Baca juga : 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman Nah, itulah Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman dan Jadi pastikan anda terhindar dari penyakit akibat ciuman tersebut serta yang perlu dilakukan sebelum ciuman adalah periksa kesehatan mulut pasangan anda, jangan gonta ganti pasangan, tetap mengkonsumsi makanan sehat dan yang terpenting adalah gunakan hati anda untuk melakukan ciuman jangan asal serobot.