Waktu Posting : 03-05-2016 10:40 | Dibaca : 2095x
07-09-2014 23:46
Kanker serviks, atau yang dikenal juga dengan kanker mulut atau leher rahim, adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di dunia, termasuk di Indonesia. WHO pun mencatat bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian teratas pada wanita. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh dan menyebar tanpa terkontrol. Serviks adalah bagian bawah rahim (leher rahim) yang membuka dan terhubung ke kemaluan wanita. Penyebab Kanker Serviks Umumnya–lebih dari 99,5%–kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Virus ini sangat mudah menyebar, baik melalui sentuhan, perpindahan cairan, atau menyentuh tempat yang telah terjangkit dengan virus ini. Namun yang paling umum adalah ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus HPV. Ada banyak jenis virus HPV, dan tidak semuanya menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan orang dewasa telah atau pernah terinfeksi virus HPV, namun infeksi virus ini bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi terkadang infeksi virus ini bisa menyebabkan kutil pada daerah kelamin atau menyebabkan terjadinya ke kanker serviks. Baca juga : Kantung Mata, Penyebab dan Cara Mengatasinya Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Itulah mengapa sangat penting bagi wanita melakukan tes PAP smear secara reguler untuk mendeteksi ketidaknormalan pada leher rahim sebelum mereka berubah menjadi kanker. Pada tes ini berlangsung, dokter akan mengorek sampel kecil dari sel-sel di permukaan leher rahim untuk melihat perubahan sel. Jika tes PAP menunjukkan perubahan yang abnormal, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berupa kanker atau dapat menyebabkan kanker di leher rahim. Gejala Kanker Serviks Perubahan abnormal pada sel serviks jarang menimbulkan gejala. Jika perubahan tersebut berkembang menjadi kanker, gejala yang timbul bisa berupa: Pendarahan tak normal pada vagina, misalnya di antara periode menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause. Merasa sakit ketika berhubungan intim atau ketika buang air kecil. Nyeri di perut bagian bawah atau panggul. Keputihan yang tidak normal, misalnya berlebih atau bercampur darah. Perubahan signifikan yang tak dapat dijelaskan pada siklus menstruasi. Pada tahapan yang lebih lanjut, gejala yang mungkin timbul antara lain: Anemia karena pendarahan berlebih pada kemaluan. Sakit berkelanjutan pada panggul, punggung dan juga kaki. Masalah urinasi/buang air kecil. Berat badan turun drastis. Baca juga : 10 Kebiasaan Yang Bisa Turunkan Berat Badan Melakukan screening dan tes sejak dini sangat berperan untuk mencegah kanker serviks. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi kasus kanker serviks yang invasif, yaitu sebesar 50% atau lebih. Penanganan Kanker Serviks Perawatan dan penanganan kanker serviks meliputi operasi pada kanker serviks stadium awal, dan kemoterapi serta radioterapi pada stadium yang lebih lanjut. Tergantung pada seberapa jauh kanker telah berkembang, penderita mungkin akan satu atau lebih penanganan (kombinasi). Jika dilakukan hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) pada penderita, maka penderita tak bisa lagi memiliki anak. Namun hysterectomy tidak selalu dibutuhkan, khususnya jika kanker ditemukan masih pada tahap sangat awal.
11-07-2018 05:12
Kesehatan tubuh khususnya lambung sering dikesampingkan oleh sebagian orang, mereka mulai perhatian pada kesehatan lambung ketika timbul gejala asam lambung hingga masuk periode kronis dan akut. Obat herbal asam lambung dapat menjadi solusi mudah dan ampuh untuk mengatasi asam lambung dengan cepat. Penderita asam lambung dapat memanfaatkan tanaman, buah-buahan dan bahan-bahan untuk masakan yang mudah ditemukan seperti jahe, kunyit, pisang, tepung kanji, hingga baking soda. Berikut ini cara pemanfaatannya untuk mengobati maupun mengatasi gangguan asam lambung secara mudah. Obat Herbal Asam Lambung dari Tanaman dan Bahan Olahan Jahe dan kunyit umumnya sudah sering digunakan untuk mengatasi asam lambung, tanaman tersebut merupakan salah satu kelompok tanaman obat herbal paling ampuh. Parutan dari jahe dan kunyit yang dicampur segelas air lalu diminumkan pada penderita asam lambung menjadi solusi paling aman dan menjamin kesembuhan. Kemudian pisang, buah yang mengandung serat ini menjadi solusi penderita asam lambung untuk menghindari mereka agar tidak memakan makanan yang tidak sehat, selain itu buah pisang mudah dicerna dan membuat cepat kenyang. Selanjutnya tepung kanji dan baking soda, dua bahan tersebut sering dimanfaatkan untuk olahan makanan. Cara menggunakan tepung kanji dan baking soda untuk mengobati asam lambung sangat mudah tinggal mencampur segelas air dan tepung kanji setelah diaduk penderita asam lambung bisa langsung meminumnya, begitu pun dengan baking soda cara membuatnya sama. Semua bahan dan tanaman merupakan jenis yang aman dan ampuh untuk pengobatan secara herbal. Apalagi jenis tepung kanji, aman untuk ibu hamil trimester pertama yang mengalami asam lambung dan mual dengan bau jahe maupun kunyit dapat diatasi dengan pengunaan larutan tepung kanji sebagai obat herbal untuk atasi asam lambung karena tepung kanji yang terbuat dari ektrak tanaman singkong. Obat herbal asam lambung dari bahan dan tanaman di atas dapat dicoba untuk mengobati dan mengatasi asam lambung secara mudah, efisien dan ampuh menghilangkan sakit karena asam lambung kambuh.
21-07-2016 20:08
Keputihan adalah salah satu masalah yang biasa menyerang wanita. Jika keputihan itu terlanjur menyerang Anda, maka obat tradisional keputihan solusinya. Namun, jika hal ini dibiarkan tentu tidak baik bagi kesehatan. Keputihan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga bisa mengganggu aktifitas Anda sehari-hari. Keputihan ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya bakteri yang menyerang daerah kewanitaan. Bakteri tersebut bisa muncul di daerah kewanitaan karena beberapa hal juga. Keputihan bisa timbul karena penderita kurang baik dalam merawat daerah kewanitaannya. Keputihan tidak akan muncul jika wanita menjaga daerah kewanitaannya dengan baik dengan cara membersihkannya secara teratur. Anda bisa menggunakan obat keputihan pada wanita tersebut dengan membuatnya sendiri di rumah tanpa harus membeli obat-obatan yang aneh. Baca juga : Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Softlens Obat tradisional yang akan dijelaskan di bawah ini adalah ramuan herbal yang menggunakan bahan-efek samping dari obat herbal kemasan yang sudah dijual di pasar. Anda bisa mempercayai obat yang Anda gunakan, terutama jika Anda yang meraciknya sendiri kan? Anda bisa menggunakan bahan-bahan alami seperti bawang putih, daun sirih, dan bahan alami lain yang dijamin keamanan dan keampuhannya dalam mengobati keputihan yang menyerang Anda. Bawang Putih Obat tradisional keputihan yang pertama bisa dibuat dari bahan bawang putih. Ya, bawang putih terkenal sejak dahulu kala karena khasiatnya. Bawang putih mengandung beberapa zat penting yang diperlukan tubuh Anda. Bawang putih berperan sebagai anti biotik. Adapun cara membuatnya adalah sediakan beberapa siung bawang putih secukupnya. Haluskan bawang putih dan oleskan di sekitar daerah organ vital Anda. Anda bisa melakukannya secara rutin untuk menghilangkan bakteri jahat di organ vital Anda. Hal yang harus Anda perhatikan yakni bawang putih memiliki sifat pengencer darah, sebaiknya Anda juga berkonsultasi ke dokter terlebih dulu. Kunyit Obat tradisional keputihan berikutnya berbahan dasar kunyit. Kunyit atau si kunir ini memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan. Kunyit bisa menghilangkan keputihan dengan ramuan di bawah ini. Sediakan beberapa buah kunyit, daun sambiloto 5 lembar dan buah delima secukupnya. Cara membuatnya, tumbuklah dan campurkan semua bahan dan rebuslah bersama air sebanyak 3 gelas. Anda juga bisa menambahkan gula atau madu untuk perasa manis. Setelah itu, Anda bisa mengonsumsi ramuan ini sebanyak 2 kali sehari untuk memaksimalkan hasilnya. Daun Sirih Obat tradisional keputihan selanjutnya adalah daun sirih. Daun sirih terpercaya menghilangkan bakteri. Daun sirih juga menimbulkan bau yang sedap dan mengobati bau tak sedap. Cara membuat ramuan daun sirih ini adalah sediakan daun sirih secukupnya, air 2 hingga 3 gelas. Caranya, rebuslah daun sirih tersebut bersama air yang sudah disediakan hingga mendidih. Minumlah air rebusan daun sirih secara teratur. Probiotik Obat tradisional untuk keputihan berikutnya adalah berbentuk makanan yang mengandung zat Probiotik. Apa itu Probiotik? Probiotik adalah zat yang mengandung bakteri sehat. Jadi, konsumsilah makanan yang banyak mengandung zat tersebut agar daerah vital Anda menjadi lebih sehat dan terbebas dari keputihan. Selanjutnya ada Tea Tree Oil. Tea Tree Oil adalah bahan sejenis minyak yang bisa Anda beli di apotek. Gunakan secara teratur untuk menghilangkan bakteri yang ada di daerah vital Anda. Kulit ara dan beringin Obat tradisional keputihan selanjutnya yang bisa Anda gunakan untuk mengobati keputihan adalah kulit pohon ara dan kulit pohon beringin. Mengapa demikian? Kulit kedua pohon tersebut mengandung zat efektif yang bisa mengobati keputihan Anda. Gunakan serbuk dari kulit pohon dan rebuslah bersama dengan air. Selanjutnya, Anda hanya tinggal menyemprotkan atau memercikan air rebusan hangat ke daerah vital Anda. Lakukanlah secara teratur untuk melihat hasilnya. Bunga Mangga Obat tradisional untuk penyakit keputihan berikut adalah ramuan dengan bahan dasar biji buah mangga. Ya, Anda bisa menggunakan biji buah mangga yang ampuh meredakan keputihan. Gunakan bijinya untuk dibuat serbuk kemudian buatlah pasta halus untuk dioleskan ke organ vital. Lakukan secara teratur agar cepat sembuh. Baca juga : Beberapa Penyebab Penis Loyo Akar bayam Obat tradisional keputihan yang berikutnya adalah akar daun bayam. Senyawa yang terkandung di dalamnya ampuh mengobati infeksi bahkan di organ vital sekalipun. Sifat akar bayam adalah anti bakterial, Anda bisa merebusnya dan meminum airnya secara rutin. Bila tidak, Anda bisa juga rutin mengonsumsi sayur bayam yang diolah menjadi aneka sayuran, seperti salah satunya adalah keripik daun bayam. Mudah bukan? Ramuan kombinasi Obat tradisional keputihan yang terakhir adalah ramuan kombinasi. Anda bisa mengombinasikan beberapa ramuan di atas sekaligus. Pertama, Anda bisa menggunakan pasta biji mangga, biji ketumbar, dan juga jeruk nipis. Ambillah bahan tersebut untuk dioleskan ke daerah vital. Anda perlu melakukannya secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hasil akan maksimal jika ditambahkan bahan lain seperti kunyit dan daun sirih. Bagaimana, mudah bukan tips membuat obat tradisional keputihan ini? Anda tidak perlu was-was lagi karena obatnya bisa Anda buat sendiri. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.