Waktu Posting : 09-07-2014 02:21 | Dibaca : 2460x
26-01-2016 09:26
Kasus keracunan massal Keracunan makanan dan minuman tengah menjadi topik hangat yang dibahas masyarakat belakangan waktu ini. Terlebih kasus wanita cantik bernama Wayan Mirna yang meregang nyawa akibat mengkonsumsi kopi. Kasus ini sempat mendapatkan sorotan publik, mengingat hingga saat ini belum diketahui siapa yang sengaja meracuni wanita tersebut. Apalagi belum ada kepastian dari pihak polisi ada motif apa dibalik pembunuhan yang dilakukan melalui racun minuman tersebut. Kasus Mirna sebenarnya bukanlah satu-satunya kasus keracunan yang ditangani oleh pihak polisi. Hanya saja kasus ini cukup menarik, sebab ditemukan racun sianida dalam dosis yang sangat mematikan di dalam kopi wanita tersebut. Padahal sianida sendiri adalah salah satu jenis racun yang memang sudah dilarang keras digunakan oleh pemerintah. Dalam kasus ini sendiri, bisa dibilang sianida dimasukkan secara sengaja ke dalam kopi untuk menghilangkan nyawa si pengkonsumsinya. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah pembunuhan ini terjadi di sebuah tempat umum, kafe yang cukup ternama. Selain kasus kematian Mirna melalui racun sianida, kita diingatkan kembali dengan beberapa kasus keracunan massal. Beberapa diantaranya sempat menjadi bencana luar biasa, akibat jumlah korban yang mencapai ratusan orang. Kita mungkin juga tidak lupa kasus keracunan sekeluarga yang usai melahap makanan hasil olahan tangan sang ibu rumahtangga. Baca juga : Mengenali Alarm Dari Tubuh yang Kekurangan Vitamin Menilik semua kasus keracunan tersebut, kita tentu waspada dengan kondisi kesehatan keluarga kita. Tentu tak ada salah satu dari kita yang menginginkan anggota keluarga mengalami keracunan makanan dan minuman. Oleh karena itu, memang ada baiknya kita memproteksi atau melindungi keluarga kita agar tak mengalami keracunan. Setidaknya menghindarkan mereka dari mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi racun ataupun bakteri penyebab keracunan pada tubuh. Bahan baku makanan yang kita konsumsi sebenarnya sangat rentan terkontaminasi racun. Pasalnya pestisida yang digunakan untuk menyuburkan pertumbuhan tanaman pun dapat meracuni tubuh. Terlebih jika Anda tidak benar dalam upaya membersihkan atau mengolahnya sebelum dimasak. Saat membersihkan sayuran atau buah-buahan, ada baiknya dicuci di bawah air mengalir. Penggunaan pupuk pada sayur-sayuran dan buah-buahan pun harus diperhatikan dan diminimalisir masuk ke dalam tubuh Anda. Pastinya akan lebih terjamin higienis dan sterilitasnya jikalau Anda mencuci atau membersihkannya sebelum diolah atau dikonsumsi. Sayuran yang baru dipetik tersebut, bisa Anda olah dengan menu atau resep andalan keluarga. Saat disajikan, tentu akan terlihat betapa menikmatinya anggota keluarga dengan menu sederhana berbahan dasar alami nan segar. Perlu diingat, pengolahan yang salah dapat menjadi perantara dari racun atau bakteri untuk masuk ke dalam tubuh Anda. Sebagai pembeli yang bijak, Anda harusnya lebih teliti dalam memilih bahan baku masakan yang hendak diolah. Sebaiknya jangan membeli bahan makanan yang telah rusak atau tidak layak konsumsi lagi. Pasalnya bahan makanan seperti ini sudah sangat mudah dikontaminasi oleh bakteri atau racun yang menyebabkan keracunan. Hal ini sangat berlaku pada daging yang sudah banyak dihinggapi lalat atau binatang layaknya cacing hati yang perlu diperhatikan secara seksama. Pada dasarnya, penyebab keracunan pada seseorang adalah bakteri yang berkembang di dalam makanan yang mereka konsumsi. Proses pengolahan dan penghidangan yang tidak bersih atau higienis pun bisa menjadi perantara keracunan makanan dan minuman. Bakteri yang hidup pada proses tersebut pada akhirnya melepaskan toksin atau racun pada makanan yang mereka hinggapi. Biasanya makanan yang paling mudah terkontaminasi adalah makanan dengan kadar lemak tinggi. Makanan yang diproses dengan cara pengalengan pun sangat rentan dari kontaminasi bakteri maupun racun. Mengingat kondisi kaleng kemasan yang bisa saja cacat saat sampai ke tangan Anda atau sebelum diolah dan disajikan. Adapun bahan makanan yang sangat rentan terkontaminasi racun adalah kerang, cumi, daging-dagingan, susu, yogurt, roti, keju, biskuti, es krim ataupun makanan hasil laut. Untuk semua makanan berkandungan lemak tinggi seperti ini, Anda perlu menjaga higienisitasnya lebih tinggi dan steril. Penanganan keracunan dini Lalu, apa sajakah penanda dari keracunan itu sendiri pada tubuh seseorang? Tak sulit sebenarnya mengenali gejala atau ciri-ciri keracunan pada seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Biasanya mereka akan mengeluhkan dan merasakan pusing disertai pening, perut yang berasa mual dan berakhir pada muntah-muntah, seringnya buang air besar, badan yang terasa limbung atau bergoyang, demam tinggi yang disertai menggigil sampai kejang-kejang. Bila sudah mengalami kejang-kejang, ini artinya racun yang masuk ke dalam tubuh Anda sudah mencapai otak. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, ada baiknya segera mengambil tindakan medis. Tindakan kritis yang paling dianjurkan untuk dilakukan adalah membawa pasien ke UGD (Unit Gawat Darurat). Biasanya dokter akan mengambil tindakan yang lebih serius, di samping melakukan infus pada tubuh pasien. Infus pada pasien penderita keracunan makanan dan minuman bertujuan mengganti cairan tubuh yang hilang. Pasalnya ada banyak cairan yang keluar saat gejala keracunan dialami dan mengakibatkan lemas dan lunglai. Seperti yang telah diketahui bersama, ada banyak cara yang bisa dijadikan perantara makanan menjadi beracun. Faktor semacam ini biasanya diakibatkan oleh bahan makanan mentah yang memang tidak layak konsumsi. Artinya bahan baku tersebut mengandung zat berbahaya, seperti peptisida yang memang masih menempel pada buah-buahan maupun sayuran. Keracunan bisa pula diakibatkan oleh penyimpanan bahan dasar berupa susu maupun daging yang tidak tepat di dalam lemari pendingin. Baca juga : Waspadai Penyakit di Musim Hujan Dengan Cara Pencegahannya Keracunan bisa pula diakibatkan oleh pengolahan yang salah, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Salah satunya adalah mengolah mie instan tanpa mengganti air rebusaan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Air rebusan tersebut tetap dijadikan kuah untuk mie yang siap Anda konsumsi tersebut. Kondisi ini bisa pula diakibatkan oleh daging, burger ataupun sosis yang dimasak tanpa matang secara merata. Alhasil bakteri pada daging tidak mati secara sempurna dan malah dikonsumsi oleh tubuh. Hal lainnya yang patut Anda waspadai adalah makanan siap konsumsi yang telah masuk masa kadaluarsa. Seperti yang kita ketahui, sayur bayam lebih baik dikonsumsi langsung dan tidak melebihi waktu 3 jam setelah dimasak. Pasalnya ada zat berupa racun yang berkembang pada sayuran karena terpapar suhu ruangan cukup lama. Kondisi lainnya adalah proses pengolahan makanan yang tidak memperhatikan kadar higienisitas dan dimasak oleh mereka yang tengah sakit. Bagi Anda yang tengah mencari cara menangani keracunan pada anggota keluarga, ada baiknya mengetahui saran satu ini. Dimana memberikan air kelapa muda atau susu murni pada mereka yang mengalami keracunan. Dengan catatan, si penderita keracunan masih dalam keadaan sadar dan masih bisa diajak berkomunikasi. Pada mereka yang sudah tidak sadar, miringkan kondisi tubuh atau hingga tertelungkup untuk mengeluarkan makanan yang masih bisa dikeluarkan. Untuk tindakan selanjutnya, bawa penderita ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan keracunan makanan dan minuman.
14-07-2023 09:27
Salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, seperti buah-buahan, dan pepaya adalah buah yang sangat umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Buah pepaya mengandung beragam nutrisi yang baik bagi tubuh, seperti : Vitamin, seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, dan vitamin K Serat Kalsium Potasium Folat Magnesium Selain beragam vitamin dan mineral di atas, pepaya juga mengandung beragam antioksidan, seperti likopen. Di samping buahnya yang berutrisi, bunga pepaya juga dipercaya memiliki beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan . Ragam Manfaat Pepaya Sebagian orang mungkin mengenal pepaya hanya sebagai buah yang dapat melancarkan pencernaan saja. Padahal, sebenarnya ada beragam manfaat lain dari buah pepaya dan baik untuk kesehatan tubuh, antara lain : Menjaga kesehatan mata Buah pepaya diketahui mengandung vitamin A yang baik untuk mata. Selain itu, kandungan vitamin A dalam buah ini juga dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan penglihatan yang berkaitan dengan pertambahan usia, seperti degenerasi makula. Memelihara kesehatan rambut dan kuku Ragam vitamin dan mineral yang terkandung di dalam buah pepaya dipercaya dapat meningkatkan pertumbuhan rambut dan kuku. Buah dengan daging berwarna jingga ini bahkan bisa diolah menjadi masker rambut untuk menyuburkan dan melebatkan rambut. Memulihkan kulit yang terbakar sinar matahari Pepaya mengandung zat antioksidan yang bernama likopen. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung likopen dapat menjaga kesehatan kulit. Hal ini karena likopen dapat menangkal kerusakan sel akibat paparan sinar matahari dan mengurangi kulit kemerahan akibat terbakar sinar matahari. Melancarkan pencernaan Manfaat pepaya yang satu ini tentu tidak asing lagi. Hal ini karena pepaya mengandung tinggi serat dan enzim papain yang membuat protein lebih mudah dicerna. Penelitian mengungkapkan bahwa rutin mengonsumsi pepaya diketahui dapat meredakan konstipasi dan perut kembung. Menjaga kesehatan jantung Kandungan vitamin C dan likopen di dalam pepaya, menjadikan buah ini sebagai salah satu makanan yang baik untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, kandungan antioksidan dalam pepaya juga dapat meningkatkan efek kolesterol baik (HDL) yang ada dalam tubuh. Menjaga kesehatan kulit Berbagai nutrisi dalam pepaya mampu membuat kulit tetap sehat dan terlihat muda. Misalnya, enzim papain yang dapat melembutkan kulit serta vitamin A dan C yang mengurangi kerutan dan memudarkan bintik hitam. Tak hanya itu, kandungan vitamin C juga berfungsi untuk membantu tubuh memproduksi kolagen yang dapat mengurangi keriput di kulit. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh Kaya akan kandungan vitamin A, vitamin C, dan vitamin E membuat pepaya menjadi salah satu buah yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari penyakit infeksi, seperti pilek dan flu. Selain beberapa manfaat di atas, buah pepaya juga dapat mengurangi risiko terkena kanker. Hal ini berkat kandungan antioksidan likopen yang mampu menangkal radikal bebas penyebab kanker. Tak hanya buahnya, daun dari pohon pepaya juga baik untuk dikonsumsi, terutama jika Anda sedang menderita penyakit demam dengue. Daun pada buah pepaya dipercaya dapat meningkatkan trombosit lebih cepat. Untuk mendapatkan beragam manfaat pepaya bagi kesehatan tubuh, konsumsilah buah ini secara rutin, misalnya sebagai camilan atau pencuci mulut setelah makan. Dan bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai informasi kesehatan, gadget , dunia otomotif maupun lainnya, kunjungi situs https://www.ireschannel.my.id/.
29-03-2015 11:38
Obat herbal untuk kolesterol tinggi saat ini memang sangat dibutuhkan, karena ada banyak sekali orang yang menderita kolesterol tinggi. Banyaknya makanan yang mengandung kolesterol tinggi membuat banyak orang mudah terkena penyakit ini. Selain itu dengan gaya hidup dan juga pola hidup yang tidak stabil membuat seseorang semakin mudah terkena kolesterol.   Baca juga : Penyebab dan Pengobatan Kolesterol dengan Cara Alami Apa itu kolesterol Kolesterol adalah penyakit yang menyerang bagian arteri atau pembuluh darah, dimana arteri akan menyempit dan aliran darah tidak akan berjalan dengan baik. Pada dasarnya kolesterol dibutuhkan oleh tubuh, salah satu fungsi dari kolesterol adalan membuat dinding sel. Kolesterol sendiri diproduksi oleh tubuh sebanyak 80% sedangkan 20% didapat dari berbagai macam makanan. Kolesterol sendiri dibagi menjadi 2  jenis, yaitu ; Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) Kolesterol ini sering kita sebut dengan kolesterol jahat. Kolesterol ini yang akan menumpuk pada pembuluh darah atau arteri. Kolesterol ini yang akan menyebabkan banyak masalah. Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) Kolesterol ini yang sering kita sebut dengan kolesterol baik, dimana kolesterol ini akan mengikis kolesterol jahat yang menempel pada dinding arteri. Selain itu kolesterol ini juga akan melindungi dinding arteri dari plak-plak yang akan mengikis dinding arteri. Baca juga : Teh Hijau, Obat Pelangsing Sehat dan Alami  Obat herbal utnuk megatasi kolesterol Untuk mengatasi kolesterol tidak hanya dari makanan saja, pola hidup perlu kita ubah agar tubuh semakin sehat. Ada baiknya juga ditambah dengan beberapa obat-obatan untuk mengatasi kolesterol. Saat ini ada banyak sekali Obat herbal untuk kolesterol tinggi yang ada di pasaran. Obat-obatan ini menggunakan buah-buahan yang memang dipercaya dapat mengatasi kolesterol tinggi dalam tubuh. Mengkosumsi obat herbal seperti ini sebaiknya dilakukan secara rutin, agar kita mendapatkan khasiatnya. Mengkonsumsi  obat herbal tentu saja tidak akan menimbulkan efek samping. Atau kita juga dapat membuat sendiri obat kolesterol yang terbuat dari bahan herbal, seperti jahe, kulit manggis, daun sirsak, mengkudu, kunyit, daun salam, daun binahong, dll. Tanaman tersebut juga harus kita konsumsi setiap hari. Untuk lebih jelas mengenai Obat herbal untuk kolesterol tinggi, sebaiknya kita menghubungi www.kesehatan.tips.  Â