Waktu Posting : 18-06-2014 11:06 | Dibaca : 2794x
21-06-2014 06:14
Payudara yang sehat tak cuma dapat diperoleh dengan rajin melakukan spa, masker serta pijat payudara. Apa yang kita konsumsi ikut bertugas dalam melindungi kesehatan payudara kita. Beberapa makanan terntu bisa menolong mengurangi resiko kanker payudara lho. Beberapa peneliti merekomendasikan beberapa makanan serta diet sehat dengan cara total untuk pencegahan serta penyembuhan kanker payudara. Inilah 5 macam makanan untuk mendapatkan payudara sehat : Ubi Jalar Ubi jalar memiliki kandungan yang kaya akan karoten. Karoten bisa memperkecil resiko terkena beragam jenis kanker payudara sebab mempunyai komponen yang bisa meregenerasi perkembangan serta perbaikan sel. Baca juga : 5 Kebiasaan yang Bisa Cegah Obesitas Bagi Wanita Kantor Salmon Kandungan omega-3 serta asam lemak tidak jenuh dalam ikan salmon dihubungkan dengan penambahan prognosis kanker payudara. Dalam suatu analisa studi internasional dalam jurnal BMJ, wanita yang mengonsumsi asam lemak omega-3 dari ikan mempunyai kemungkinan mengalami kanker payudara 14 % lebih rendah. American Heart Association mereferensikan 3,5 ons lemak ikan sejumlah 2 x satu minggu untuk diet Anda. Teh Teh, terutama teh hijau, memiliki kandungan polifenol serta antioksidant yang bisa melawan kanker payudara. Wanita Jepang yang rajin minum teh hijau sekurang-kurangnya satu gelas satu hari, meluruhkan karsinogen (pemicu kanker) dari dalam tubuhnya. Siapa ingin coba? Delima Warna merah delima yang cantik nyatanya bisa mencegah perkembangan hormon pemicu kanker payudara. Menurut riset Cancer Prevention Research, ellagic acid dalam buah delima bakal mengatur jumlah hormon estrogen hingga kanker payudara bisa dihindari. Baca juga : Mengorek Kuping Asyik, Tetapi Berbahaya Bagi Kesehatan Jamur Menurut jurnal yang dipublikasikan oleh International Journal of Cancer, kira-kira 2.000 wanita yang mengonsumsi jamur segar sekurang-kurangnya 10 gram /hari, 2/3-nya terlepas dari resiko menderita kanker payudara. Mereka yang menggabungkan jamur serta meminum teh hijau dapat dibuktikan memperoleh konsumsi vitamin serta mineral yang lebih tinggi hingga mempunyai potensi kanker payudara yang lebih rendah. Kanker payudara merupakan satu diantara penyakit sebagai momok untuk kaum wanita. Pola hidup yang teratur serta sehat untuk mencegahnya, bisa ditempuh dengan gampang. Satu diantara mengaturnya ialah lewat makanan yang kita konsumsi keseharian. Tetaplah sehat!
18-09-2018 14:54
Sakit kepala merupakan salah satu penyakit yang sering kali menyerang dan membuat sulit melakukan aktivitas dengan baik. Ada beberapa faktor penyebab sakit kepala antara lain yang berasal dari pikiran yang stress, tekanan darah tinggi, kelelahan, gejala flu, dll. Jangan abaikan jika sakit kepala menyerang karena akan sangat membuat tidak nyaman dan tidak dapat melakukan aktivitas dengan maksimal. Cara paling simpel yang mudah dilakukan untuk mengatasi sakit kepala yaitu dengan istirahat yang cukup dan minum obat pereda sakit kepala. Selain dua hal tersebut, ada cara lain untuk menyembuhkan sakit kepala yaitu dengan mengonsumsi makanan dan minuman lezat seperti berikut ini : Kopi Mengonsumsi kopi dapat mengobati sakit kepala namun tidak boleh berlebihan karena bisa memperparah sakit kepala yang diderita. Minumlah 2 hingga 3 cangkir setiap hari dapat mengobati sakit kepala dan membuat perasaan bahagia. Pisang Pisang mengandung nutrisi yang dapat membuat pikiran menjadi rileks danmengobati sakit kepala. Selain itu, pisang juga bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta perasaan bahagia. Pisang juga dipercaya dapat melancarkan sistem peredaran darah serta membuat tubuh semakin fit. Jamur Nutrisi yang terkandung pada jamur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta membuat otak menjadi lebih rileks, sistem pencernaan lebih sehat dan peradaran darah lancar. Yogurt Yogurt mengandung kalsium yang cukup tinggi yang ampuh untuk mengobati sakit kepala dan melancarkan sistem pencernaan.
05-06-2014 15:54
Meski MERS baru dikenal tidak melebihi satu semester yang lalu lantaran berhasil bikin khawatir masyarakat di tanah air, tetapi sesungguhnya penyakit ini pertama kali dilaporkan telah dari September 2012 silam. Meski sekian, tidak sempat ada kata terlambat untuk menangani terjangkitnya virus MERS. Sesuai sama nama, Middle East Respiratory Syndrome atau MERS, merupakan penyakit yang berkembang di lokasi Timur Tengah. Pemicunya ialah inveksi virus yang tetap terhitung dalam kelompok Korona (MERS-CoV). Satu misal lain dari kelompok virus Korona ini ialah virus pemicu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang pernah mewabah didunia pada masa 2000-an awal. Memanglah, SARS di ketahui lebih punya potensi menulari manusia daripada SARS. Baca juga : Hati-hati Dehidrasi Ringan Bisa Ancam Produktivitas Nyaris satu tahun yang lalu, tepatnya 17 Juli 2013 pada pertemuan IHR Emergency Committee, Tubuh Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwasanya MERS-CoV merupakan kondisi serius serta butuh perhatian besar, tetapi belum berlangsung sesuatu yang darurat pada kesehatan orang-orang. Sedang status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) bakal diberikan, bila virus itu meluas ke negara-negara lain. Faktanya, dari dilaporkan tentang kemunculan virus itu pada kisaran September 2012 hingga 1 Agustus 2013, seluruhnya masalah tetap terkait dengan negara-negara di Jazirah Arab, baik dengan cara segera ataupun tak segera. Grup umur yang rawan terinfeksi virus ini ialah lanjut usia (berumur diatas 65), anak-anak, ibu hamil, beberapa orang dengan penyakit kronis (seperti diabetes mellitus serta penyakit jantung/pembuluh darah), dan mereka yang mempunyai system kekebalan badan rendah. Tentang keadaan didalam negeri, MERS jadi perhatian utama orang-orang dari musim haji tempo hari. Juga, dua orang dari 13 propinsi yang sudah melaporkan masalah suspek virus itu di ketahui tidak terselamatkan, meski sampai saat ini belum dapat di pastikan seutuhnya tentang kaitan MERS semacam pemicu utama kematian itu. Profesor Mulia Soeroso yang mengatasi pasien wafat di Medan menyebutkan, " Kita tak dapat meyakinkan dia terkena MERS atau tak, lantaran keluarga tak mengizinkan dikerjakan swap. Namun menurut gejalanya, mengarah kesana, " seperti diambil dari detik. com. Baca juga : Dada Terasa Deg-degan Seirama dengan hal tadi, launching yang dikeluarkan oleh STANMED CENTER – klinik yang bermarkas di lokasi Kebayoran Baru, Jakarta Selatan – mencantumkan juga bahwasanya beberapa gejala MERS yang kerap didapati ialah terjadinya masalah saluran napas akut yang mencakup demam, batuk serta sesak atau dada jadi berat. Beberapa gejala itu umum juga dibarengi dengan beberapa gejala saluran pencernaan, terhitung diare. Maka, jika Anda merasakan beberapa gejala itu, serta pastinya dilengkapi juga dengan kisah melancong ke negara-negara Timur Tengah dalam kurun 1-14 hari – saat inkubasi MERS-CoV ialah 2-14 hari – atau sekurang-kurangnya berhubungan dengan seseorang yang sakit serta di ketahui bahwasanya 14 hari pada mulanya lakukan perjalanan kesana, maka harus selekasnya memeriksakan keadaan itu ke puskesmas, rumah sakit, ataupun unit-unit service kesehatan lain