Waktu Posting : 30-08-2024 06:56 | Dibaca : 305x
Mendengar kata kuret, biasanya para wanita akan merasa ngeri. Apa sebenarnya kuret? Mengapa perlu dilakukan? Bagaimana proses kuret janin tidak berkembang?. Dalam pengertiannya, kuret atau kuretase adalah prosedur pengeluaran jaringan dari dalam rahim. Jaringan yang dikeluarkan bisa berasal dari :
Dalam istilah medis, kuret disebut D & C (dilatation & curettage).
Mengapa Perlu Dilakukan Kuret?
Ada beberapa tujuan dilakukannya kuret oleh dokter, yaitu :
Dalam kondisi keguguran, biasanya tidak semua dokter akan melakukan kuret. Janin yang bisa gugur sempurna biasanya tidak membutuhkan kuretase.
Namun dalam kondisi tertentu, kadang masih ada jaringan yang tersisa. Bila tidak dikuret, sisa jaringan akan menjadi tempat berkembangnya bakteri dan bisa timbul infeksi. Infeksi rahim yang parah bisa menyebabkan diharuskannya rahim untuk diangkat agar infeksi tidak menyebar ke organ tubuh lainnya. Dalam jangka panjang, sisa jaringan dalam rahim yang tidak dibersihkan bisa memicu terjadinya kanker rahim.
Proses Kuret Janin Tidak Berkembang
Janin tidak berkembang umumnya bisa keluar secara alami. Bila tidak terjadi, maka perlu dilakukan kuret, dengan proses sebagai berikut :
Tindakan pertama yang dilakukan dokter adalah melakukan tindakan anestesi atau pembiusan. Bunda akan dibius total (atau bius tidur) selama proses kuret, Sehingga Anda tidak akan merasa sakit atau tidak nyaman selama proses berlangsung.
Anda yang sudah dibius akan dikondisikan seperti akan melahirkan. Kedua kaki ditekuk dan direnggangkan sehingga dokter lebih mudah melakukan proses kuret.
Dengan menggunakan alat yang dinamakan spekulum, dokter akan membuka vagina. Alat ini berguna untuk menahan vagina tetap terbuka selama proses kuret berlangsung.
Selanjutnya, dokter akan melakukan fiksasi atau pembukaan serviks. Alat yang digunakan adalah tenakulum. Dokter juga akan melakukan pengukuran kedalaman dan sudut rahim menggunakan alat bernama sonde, agar saat kuret lebih aman.
Selanjutnya dokter akan menggunakan alat yang disebut dilator untuk membuka mulut rahim. Alat ini berbentuk batang silinder besi steril yang dimasukkan dari ukuran terkecil sampai ukuran tertentu yang memungkinkan sendok kuret masuk melalui mulut rahim. Penggunaan alat ini opsional ya, jika memang mulut rahim sudah terbuka (seperti pada kasus keguguran atau pasca persalinan) maka tidak diperlukan penggunaan dilator.
Setelah itu barulah proses kuret bisa dilakukan. Kuret menggunakan alat berupa sendok yang memiliki ukuran bervariasi. Ukuran yang digunakan tergantung dari seberapa besar mulut rahim membuka. Sendok akan mengeruk perlahan seluruh jaringan yang ada pada dinding rahim. Tindakan ini dilakukan sampai dinding rahim bersih total.
Prosedur kuret umumnya berlangsung sekitar 15-30 menit. Setelah semua proses kuretase selesai, alat kuret dan spekulum akan dikeluarkan dari vagina. Anda mungkin akan diminta untuk menginap di rumah sakit atau dipantau selama beberapa jam. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan kondisi Anda aman dan tidak ada perdarahan lanjutan.
Pemulihan Pasca Kuret Janin Tidak Berkembang
Setelah kuret janin tidak berkembang, rahim memerlukan waktu untuk pulih. Setelah pulih, rahim mampu membentuk jaringan endometrium baru.
Total waktu pemulihan dari prosedur kuret adalah sekitar dua minggu. Seringkali pada pasca kuretase, Anda mengalami rasa tidak nyaman dan kram, yang berlangsung 3-4 hari. Selain itu, bisa juga muncul flek perdarahan selama dua minggu. Namun biasanya Anda tidak lagi mengalami flek ataupun perdarahan setelah 2 hari pasca kuretase.
Selama masa pemulihan, siklus haid Anda bisa jadi mundur atau terlambat. Ini normal sehingga tidak perlu dikhawatirkan.
Agar pemulihan berjalan sempurna, perhatikan ini :
Itulah mengenai tahapan dari tindakan kuretase. Dan bagi Anda yang membutuhkan tindakan kuretase yang aman, Klinik Raden Saleh adalah pilihan terbaik. Klinik Aborsi Raden Saleh telah berhasil memberikan pelayanan kuret yang berkualitas, aman, dan tepat waktu bagi pasien wanita. Merupakan pusat layanan kesehatan reproduksi di Jakarta yang mengutamakan keselamatan, privasi, dan kesejahteraan pasien. Kami menyediakan berbagai layanan kesehatan reproduksi, termasuk prosedur aborsi yang aman, legal, dan sesuai dengan peraturan pemerintah Indonesia.
13-09-2019 16:31
Batuk memang terbilang penyakit ringan tetapi sangat menganggu jika dibiarkan begitu saja. Terlebih lagi berbagai macam gejala yang ditimbulkan seperti tenggorokan gatal, dada sesak dan nyeri, sakit kepala dan proses menelan ludah terasa sakit karena radang. Banyak obat batuk murah yang dijual di warung atau apotek tetapi jangan lantas dikonsumsi secara sering atau malah dijadikan andalan. Lebih baik lagi Anda menggunakan obat herbal alami, memanfaatkan bahan yang ada di rumah seperti rempah dan tumbuhan tradisional. Seperti contohnya berikut ini: 1.   Daun Kayu Putih Daun kayu putih ini merupakan bahan utama pembuatan minyak kayu putih. Bentuk daunnya panjang dan kecil-kecil dengan aroma khas kayu putih. Anda bisa mengambil beberapa lembar daun tersebut dan menjadikannya sebagai obat herbal pengusir batuk. Bau menyengat yang dikeluarkan mampu membuat pernafasan dan hidung yang tersumbat lendir menjadi lega. Kemudian ketika menghirup uang ekstrak daun tersebut juga bisa mengurangi sesak akibat batuk. 2.   Daun Oregano Oregano merupakan salah satu tumbuhan rempah untuk masakan yang berasal dari luar negeri. Akan tetapi Anda bisa menemukannya dengan mudah di Indonesia seperti di swalayan yang menjual sayuran dan kebutuhan dapur segar. Oregano bisa menjadi obat batuk serta mengencerkan dahaknya. Adapun caranya yaitu dengan merebus dan meminum air hasil rebusan tersebut setiap hari. Bisa juga langsung membeli produk buatan teh oregano asli dan menyeduhnya dengan air panas untuk mengeluarkan dahak.  Â
18-06-2014 23:06
Pernahkah Anda menonton video di YouTube tentang telur yang matang lebih cepat karena pengaruh telepon genggam? Ancaman radiasi dari ponsel memang tak bisa dianggap sepele. Jika radiasi telepon genggam saja bisa membuat telur matang sempurna, apa jadinya telinga kita jika hampir setiap hari menempel dekat sekali dengan alat elektronik itu? Perdebatan mengenai bahaya gelombang elektromagnetik dan radiasi dari telepon seluler bagi kesehatan manusia sudah berlangsung sangat lama. Ada ilmuwan yang membenarkan mengenai bahaya tersebut, ada pula yang membantahnya. Dasarnya, penelitian seputar pengaruh telepon genggam terhadap manusia menunjukkan hasil yang berbeda. Namun, pada intinya semua perangkat yang mengeluarkan gelombang elektromagnetik pasti bisa mempengaruhi tubuh manusia. Eksperimen sederhana seperti menggoreng telur menggunakan radiasi dari telepon genggam yang tengah aktif menunjukkan bahwa gelombang itu mengubah sesuatu yang organik. Baca juga : Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran Eksperimen itu cukup masuk akal karena frekuensi yang digunakan telepon genggam mirip dengan microwave yang juga mengandalkan gelombang elektromagnetik, memang digunakan untuk memanaskan makanan dalam kehidupan sehari-hari. Yang menjadi masalah adalah, penggunaan telepon genggam sangat dekat ke telinga dan otak yang sangat sensitif terhadap gelombang frekuensi tertentu. Orang yang secara rutin berdiri di dekat antena microwafe selama dua-tiga tahun dapat dipastikan akan sakit. Gelombang elektromagnetik dapat mempengaruhi struktur dalam tubuh, termasuk komposisi berbagai macam cairan dalam telinga seperti ion kalium, ion natrium, protein, serta berbagai enzim. Padahal cairan-cairan itu sangat penting dalam proses pendengaran. Penyebab gangguan pendengaran yang lebih signifikan sebenarnya adalah suara. Jangan pikir hanya suara keras seperti konser dan kegaduhan pabrik yang bisa membuat seseorang kehilangan pendengarannya. Suara musik dari pemutar musik MP3 juga berpotensi membuat pendengaran kita terganggu jika kita terbiasa menyetel volume musik di atas 60% dengan durasi lebih dari satu jam setiap hari. Paparan suara yang keras dapat merusak sensor yang berada di sel rambut dalam rumah siput telinga. Ironisnya, suara-suara itu menyerang frekuensi percakapan di atas 2.000 Hertz terlebih dahulu. Sementara itu, frekuensi percakapan itu berada pada 500 Hertz, 1.000 Hertz, 2.000 Hertz, dan 4.000 Hertz. Dengan begitu, banyak penderita gangguan pendengaran yang terlambat menyadari bahwa pendengarannya bermasalah. Baca juga : Tips Sukses Diet Sehat Baik telepon genggam maupun suara gaduh bukanlah hal asing dalam hidup kita. Bagaimana pun harus diakui, kita tidak bisa begitu saja melepaskan diri dari kedua hal tersebut. Telepon genggam (ponsel) misalnya, mengambil peranan penting dalam kelangsungan komunikasi kita. Sementara itu, kebisingan juga tak dapat terhindarkan terutama untuk masyarakat perkotaan. Yang bisa kita lakukan mungkin menekan risiko sampai sekecil mungkin, demi menghindarkan diri dan keluarga dari segala ancaman kesehatan. Ini bisa kita lakukan dengan aktif melakukan pencegahan. Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran Gunakan handsfree untuk menerima panggilan dari telepon genggam. Semakin dekat telepon genggam dengan telinga, semakin besar pula potensi radiasi yang akan terpaapr pada kepala kita. Usahakan tidak menerima panggilan telepon terlalu lama. Pilih jenis telepon genggam dengan tingkat radiasi terendah. Jika suhu telepon genggam terasa meningkat alias memanas, sebaiknya jauhkan dari tubuh kita. Jauhkan telepon genggam dari anak-anak karena otak dan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan yang sangat sensitif terhadap segala potensi gangguan. Setel volume pemutar musik MP3 atau radio maksimal 60%. Sebaiknya tidak mendengarkan musik melalui earphone lebih dari satu jam. Hindari membiarkan anak-anak berada di pusat permainan di mall selama berjam-jam. Hindari berada di tempat bising seperti konser dan klub malam dalam waktu lama. Periksakan telinga ke dokter THT setiap 3-6 bulan sekali.
16-04-2025 20:01
UEFA Europa Conference League (UECL) adalah kompetisi kasta ketiga antar klub di Eropa setelah Liga Champions dan Liga Europa. Dimulai sejak musim 2021/2022, kompetisi ini jadi tempat pembuktian bagi klub-klub non-elit Eropa seperti dari Polandia, Yunani, Siprus, hingga Luksemburg. Bahkan musim ini (2025), tim-tim seperti Shamrock Rovers (Irlandia) dan CeljeTurnamen ini berada di bawah UEFA Champions League dan UEFA Europa League, namun tetap berada dalam naungan resmi UEFA dengan struktur yang profesional dan kompetitif.Lalu, Apakah Klub Indonesia Bisa Ikut?Jawabannya secara aturan resmi: tidak bisa untuk saat ini.Kenapa? Karena UEFA hanya mengizinkan klub dari anggota asosiasi Eropa (55 negara) untuk ikut serta. Indonesia sebagai bagian dari AFC (Asia) secara geografis dan konfederasi, tidak memenuhi syarat.Namun bukan berarti harapan itu benar-benar tertutup.3 Skenario Andai-Andai Klub Indonesia Bisa Main di UECL :1. Pindah Konfederasi (dari AFC ke UEFA)Hal ini sangat kecil kemungkinannya, tapi secara teori memungkinkan seperti yang terjadi pada klub-klub Israel, Kazakhstan, bahkan Australia (yang kini main di AFC). Namun perpindahan konfederasi biasanya dilakukan atas alasan politik, geografis, atau pengembangan sepak bola yang luar biasa strategis.2. Mengakuisisi Klub Eropa oleh Investor IndonesiaJika ada investor atau pemilik klub Indonesia mengakuisisi klub di Eropa, secara tidak langsung Indonesia bisa ikut kompetisi UEFA melalui klub yang berbasis di Eropa. Ini sudah dilakukan oleh beberapa miliarder Asia dan Timur Tengah.Contoh :Todd Boehly (AS) memiliki ChelseaRedBird Capital (AS) memiliki AC MilanSeorang pebisnis Indonesia mengakuisisi klub dari Malta atau Luksemburg? Bukan tidak mungkin.3. Turnamen Kolaboratif UEFAAFC di Masa DepanJika suatu hari UEFA dan AFC menciptakan turnamen lintas-benua, seperti UEFA x AFC Super Cup atau Europa x Asia Cup, bisa saja klub Indonesia tampil. Saat ini belum ada sinyal ke sana, tapi dunia sepak bola modern bisa berubah cepat.Pelajaran untuk Klub IndonesiaMeskipun tidak bisa langsung main di UEFA Conference League, ada banyak pelajaran dari kompetisi ini untuk klub-klub Indonesia :Manajemen klub profesional dan lisensi UEFA jadi standar globalPentingnya pembinaan pemain muda & akademiDesain stadion, branding, dan kemasan klub yang lebih globalMemprioritaskan performa di AFC Cup atau Liga Champions Asia duluUntuk sekarang, klub Indonesia belum bisa tampil di UECL karena batasan geografis dan regulasi. Tapi mimpi tak ada yang salahbaik sebagai penggemar, pemilik klub, atau pelaku industri sepak bola. Siapa tahu, satu hari nanti lewat kolaborasi, akuisisi, atau perubahan besar di dunia bola bendera Merah Putih bisa berkibar di panggung Eropa.Jangan lewatkan update terbaru dari dunia sepak bola! Dapatkan berita bola terbaru, jadwal pertandingan, hasil laga, dan informasi penting lainnya maupun berita Liga UEFA Conference League 2025 di SBNews.co.id. Kami menyajikan berita sepak bola secara cepat, akurat, dan lengkap!