Mengenal Penyakit Gula: Faktor dan Gelajanya

Additional Image

Waktu Posting : 20-03-2015 05:52 | Dibaca : 2148x

Penyakit gula seakan menjadi momok menakutkan yang sering dikhawatirkan dengan terlambat. Penyakit ini seringkali hanya diasosiasikan dengan penyakit-penyakit lain seperti hipertensi dan kelebihan kolesterol dan dianggap hanya akan menyerang kita setelah berusia lanjut. Akibatnya, banyak kasus penanganan penyakit ini yang terlambat karena kita menyepelekan penyakit ini di kala usia muda. Padahal, penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan tidak terbatas pada jenis IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus). Seorang penderita diabete IDDM memang terlahir dalam kondisi harus menerima suplai insulin. Namun, bagi seseorang yang tidak memiliki kelainan seperti itu, faktor pola hidup dapat menjadi penyebab serangan penyakit ini. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga diri dari dampak penyakit ini sejak usia dini.

Baca juga : Kegunaan Jamsi Obat Diabetes  

Menjaga pola hidup yang sehat adalah langkah baik untuk menghindarkan diri kita dari penyakit ini. Pola hidup sehat mencakup rutin berolahraga, cukup beristirahat, menghindarkan diri dari stress, mengatur pola makan yang bergizi, seimbang, serta sehat. Konsumsi gula yang berlebihan terutama untuk mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita penyakit gula juga harus dikontrol sedemikian rupa. Jangan berlebihan namun jangan pula sampai kekurangan. Sayangnya pola hidup sehat yang sebenarnya sederhana ini seringkali tidak diaplikasikan. Kesibukan dan kemalasan memang seringkali menjadi alasan kita tidak bisa menerapkan pola hidup seperti ini. Oleh karena itu, menumbuhkan kesadaran mengenai hidup yang sehat dan bahagia perlu ditanamkan dengan baik. Dengan demikian, kita bukan hanya terhindar dari penyakit ini, namun kita juga bisa terhindar dari berbagai penyakit lain yang disebabkan pola hidup yang tidak baik.

Baca juga : Cara Mengobati Diabetes yang Dapat Dilakukan 

Mengenal gejala penyakit ini juga sangat penting kita lakukan. Secara spesifik tiap jenis penyakit gula bisa memberikan tanda yang berbeda-beda. Namun, terdapat beberapa gejala umum yang patut Anda jadikan sebagai peringatan mengenai serangan penyakit ini. Gejala pertama yang patut Anda waspadai adalah mudah lelah padahal hanya melakukan aktivitas harian seperti biasanya. Gejala selanjutnya adalah berat badan turun, sering merasa haus, sering buang air kecil, warna kulit menjadi lebih gelap terutama di sekitar leher, penglihatan melemah, sering merasa lapar, dan luka lebih sulit untuk sembuh. Bila Anda memiliki gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera cek kadar gula darah Anda ke klinik atau puskesmas. Dengan demikian, bila Anda memang menderita penyakit gula, dokter dapat menangani penyakit Anda sebelum terjadi kejadian fatal.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Waspadai Batuk Tapi Jangan Takut

02-05-2014 03:11

Waspadai Batuk Tapi Jangan Takut  - Batuk, jenis sakit yang satu ini tidak dikategorikan sebagai penyakit namun bisa jadi gejala bagi penyakit contohnya seperti TBC. Batuk yang menjadi gejala suatu penyakit adalah yang terjadi berkepanjangan setidaknya mencapai waktu dua minggu. Apabila sudah melebihi jangka waktu tersebut, maka jangan anggap batu yang Anda alami sebagai batu biasa. Anda harus segera mengambil tindakan baik itu ke dokter ataupun mengobatinya dengan obat herbal. Batuk sendiri dikategorikan ke dalam dua macam, ada batuk yang berdahak dan batuk kering. Pembeda dari kedua jenis batuk ini adalah penyebabnya. Batuk berdahak disebabkan oleh radang atau infeksi pada saluran pernafasan, polusi udara termasuk asap rokok, efek dari flu, dan peningkatan jumlah asam lambung. Sedangkan untuk batuk kering, penyebabnya adalah virus yang dibawa oleh flu karena biasanya batuk kering terjadi setelah flu reda, bisa juga karena adanya penyempitan pada saluran pernafasan, alergi terhadap sesuatu, efek dari pemakaian obat-obatan sejenis antibiotic, dan selain menjadi penyebab batuk kering yang terjadi bisa saja karena Anda mulai terserang asma. Batuk tentu akan mengganggu aktivitas Anda, bukan hanya karena capek terus-terusan tapi membuat Anda sendiri tidak nyaman jika berada di antara banyak orang. Anda malu dan orang merasa terganggu. Untuk itu, kenali jenis batuk Anda sebelum batuk semakin parah dan berdampak pada timbulnya penyakit serius seperti fangritis, asma, radang saluran pernafasan, difteri, atau mungkin saja ada benda asing yang masuk ke tenggorokan yang belum Anda terdeteksi. Itulah kenapa sebaiknya Anda harus memeriksakan jenis batuk Anda ini ke dokter agar diketahui penyebabnya. Baca juga : Jangan Biarkan Asam Urat Menjerat Anda   Namun, untuk deteksi awal sebelum pergi ke dokter bisa juga Anda lakukan sendiri yaitu dengan menghitung hari dimana Anda mulai batuk, ketika sampai di empat belas hari batuk belum sembuh maka batuk inilah yang bisa jadi serius. Kemudian, apakah batuk Anda disertai sakit lain seperti demam, mual, pembengkakan di tenggorokan dan terasa sakit, serta kepala pusing. Anda harus waspada karena bisa jadi batuk tersebut bersamaan terjadi dengan amandel yang membengkak. Selanjutnya, jika batuk tersebut berdahak, Anda harus memastikan dahaknya mulai dari kekentalan dan warnanya. Seringkali batuk berdahak yang menjadi penyebab penyakit menunjukan indikasinya dengan warna yang tidak wajar bahkan bisa sampai berdarah. Harus diperhatikan juga, waktu batuk muncul setiap harinya, apakah batuk tersebut muncul setiap saat atau hanya pada waktu tertentu seperti malam hari saja. Sebagai tindakan awal dalam pengobatan batuk berupa cara pencegahan, Anda bisa melakukan beberapa cara. Anda harus mengeluarkan dahak yang terus keluar bersama dengan batuk. Jangan sampai dahak menumpuk di tenggorokan dan saluran nafas tertututpi, Anda pun akhirnya tersengal-sengal kesulitan bernafas. Hindari polusi, jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker untuk menutupi hidung dan mulut. Suhu dingin akan membuat batuk semakin parah, jadi usahakan tubuh selalu hangat saat batuk. Begitu juga ketika mandi, sebaiknya gunakan air hangat. Minum air putih setiap hari dan jangan sampai kekurangan. Batuk tentu membuat penderitanya capek, jadi usahakan jangan sampai badan Anda kecapekan dengan bekerja juga dan membuat tubuh mengalami kelelahan. Batuk bukannya sembuh tapi malah susah sembuh. Setelah menggunakan cara tersebut sebagai pencegahan agar batuk tidak semakin parah, lakukan pula cara berikut sebagai tindakan pengobatan dengan menggunakan obat alami. Sebetulnya bisa saja secara praktis membeli obat batuk di toko obat atau di warung yang banyak dijual. Namun, pengobatan batuk secara alami lebih disarankan karena efek samping obat kimia yang tidak bagus untuk kesehatan. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping   Jeruk nipis merupakan buah yang tepat untuk meredakan batuk. Caranya cukup diperas saja dan dicampurkan dengan kecap secukupnya. Anda hanya harus rutin dalam sehari mengkonsumsinya sebagai sirup obat batu alami. Batuk pun perlahan akan mereda dan sembuh. Namun, kebanyakan orang tidak menyukai campuran rasa antara air jeruk nipis dan kecap ini. Anda pun bisa mengganti kecap sebagai campurannya dengan madu. Madu lebih disukai karena terasa lebih enak dengan rasa manisnya. Anda juga bisa mencampurkan madu pada air hangat atau teh hangat yang akan Anda minum sebagai penjaga daya tahan tubuh dikala batuk. Bahan lain yang bisa digunakan dalam pengobatan alami untuk batuk adalah daun sirih dan jahe. Ambil sari daun sirih dan dengan merebusnya dalam air. Lalu, minum airnya selagi hangat setidaknya sekali sehari. Jika Anda tidak suka rasanya, Anda bisa menambahkan madu sebagai perasa dan penambah manfaat. Jangan khawatir, walaupun rasanya manis madu tidak akan membuat batuk semakin parah karena madu bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sebetulnya, untuk Jahe Anda bisa menjadikannya sebagai penghangat alami tubuh untuk mencegah batuk semakin parah dengan tambahan bahan yaitu kencur. Anda cukup merajang atau memarut kedua bahan tersebut lalu peras airnya. Air tersebut jika diminum selain menghangatkan tenggorokan juga bisa menghangatkan suhu tubuh sehingga batuk tidak semakin parah. Selain bagi orang dewasa, cara ini juga bisa menjadi solusi bagi anak kecil yang batuk. Tapi, karena anak kecil tidak mungkin mau meminumnya, maka rajangan atau parutan jahe dan kencur bisa dioleskan pada bagian tubuhnya. Selain efek hangat diberikan lewat meminumnya, kedua bahan ini mampu menghangatkan walaupun itu hanya dioleskan pada kulit luar tubuh saja. Jadi, walaupun harus waspada terhadap batuk, dengan mengetahui cara pencegahan dan pengobatan alaminya. Anda tidak perlu takut.

Featured Image
Tips Mengencangkan Payudara Pasca Melahirkan

13-09-2014 04:15

Biasanya wanita yang telah melahirkan bahkan juga hingga saat menyusui benar-benar berikan pergantian pada seputar payudara. Payudara bakal menjalani pengenduran serta tak kencang lagi. Tetapi bukanlah menjadi satu masalah jika payudara anda kendur pasca melahirkan bayi serta menyusuinya. Sudah banyak upaya yang di pakai untuk mengencangkan payudara mulai dengan langkah moderen hingga jalan alami. Tak usah kuatir memperhatikan payudara anda yang mulai mengendur, karena di bawah ini ada berbagai upaya untuk mengencangkan payudara pasca melahirkan serta menyusui yang bisa anda kenali : 1. Dengan Lakukan Olahraga Perawatan payudara dengan olahraga dapat dengan cara gerakan senam yang merangsang perbaikan payudara serta otot-otot pektoralis minor serta mayor yang berperan semacam penggantung payudara serta memperlancar aliran darah jadi otot-otot itu bakal mengencang serta terangkat.   Baca juga : Cara Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Mudah 2. Dengan Memakai Buah Pepaya Muda Enzim yang ada pada Pepaya Muda nyatanya bisa dipakai untuk tingkatkan perkembangan payudara. Sedang hormon ingincang payudara serta vitamin A dalam enzim pepaya, bisa merangsang pengeluaran hormon wanita, merangsang indung telur supaya keluarkan hormon kewanitaan (prolaktin, estrogen, serta progesterone), memperlancar kelenjar susu serta dapat mengencangkan payudara. Cara perawatan Payudara dengan memakai Pepaya ialah : Langkahnya Potong pepaya muda, serta ambillah kurang lebih satu mangkuk. Buat jus dengan kombinasi susu kedelai (Kandungan phyto-estrogen pada kedelai amat baik untuk payudara). Sesudah halus imbuhkan sedikit perasan jeruk nipis serta satu sendok makan madu. Minum kombinasi juice itu dengan cara dua hari sekali. 3. Dengan Memakai Masker Payudara Usaha mengencangkan payudara pula dapat dikerjakan dengan memakai masker yang terbuat berbahan tepung beras atau Amylum Oryzae. Tepung ini bermanfaat untuk menghaluskan kulit, mengencangkan payudara, serta memperindah bentuk payudara, dan memperlambat penuaan awal. Di bawah ini bagian lakukan masker payudara :   Baca juga : Cara Membakar Lemak untuk Turunkan Berat Badan   Berbaringlah dengan posisi telentang Bersihkan payudara memakai handuk yang telah di rendam air hangat sebelumnya Gosokkan dengan lembut pada kulit lalu keringkan Saat sebelum dimasker, berikan terlebih dulu minyak bulus dibarengi pijatan perlahan-lahan sepanjang 10 hingga 15 menit Bersihkan payudara dengan handuk basah lalu keringkan Tutup puting susu dengan kapas yang telah dibasahi Berikan rata masker tepung beras yang telah digabung air mawar dengan kuas. Biarlah sepanjang 10-15 menit atau hingga jadi kering. Basuh payudara dengan air hangat sampai bersih, lalu dengan es kompreslah.  Dengan kapas yang sudah di basahi oleh penyegar berilah tepukan lembut pada payudara tersebut. Untuk memperoleh hasil yang optimal, kerjakan masker payudara satu minggu sekali, berturut-turut, sepanjang 10 minggu. Nah, walau pasca melahirkan serta menyusui anda tak usah takut dengan payudara anda bakal mengendor karena langkah atau upaya tersebut di atas bakal menolong permasalahan yang anda hadapi. Jadi payudara kendor pasca melahirkan bukanlah permasalahan lagi kan? asal anda ingin berupaya serta teratur memakainya jadi akhirnya bakal memuaskan.

Featured Image
Jenis Kanker yang Rentan Menyerang Wanita

15-10-2018 04:02

Kanker adalah penyakit yang sangat mematikan karena sulit disembuhkan. Terlebih saat kanker tersebut sudah pada stadium akhir atau stadium 4 yang membuat penderitanya kehilangan semangat hidup. Ada banyak faktor penyebab kanker seperti pola makan tidak sehat, berat badan berlebih (obesitas), kurang nutrisi, terlalu sering merokok, konsumsi minuman beralkohol hingga kurangnya aktivitas fisik. Banyak sekali jenis kanker yang dapat menyerang tubuh. Namun ada beberapa jenis kanker yang rentan diderita oleh kaum wanita. Berikut jenis kanker yang rentan diderita wanita : 1. Kanker serviks Knaker serviks atau kanker leher rahim rentan menyerang negara berkembang seperti Indonesia. Namun kanker ini juga mengancam para wanita di dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), kanker serviks merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak menyerang wnaita di Indonesia dan menjadi peringkat keempat di dunia. Menurut data, sebanyak 10,3% wnaita di Indonesia meninggal akibat terserang kanker serviks. 2. Kanker paru-paru Di tahun 2014, kasus kanker paru-paru terjadisebanyak 9,3% dan sebanyak 9,1% penderitanya meninggal dunia. Kanker paru-paru ini terjadi akibat sel-sel jaringan paru-paru tumbuh di luar dan membentuk tumor yang menyebabkan tubuh tidak berfungsi dengan baik sehingga kualitas hidup menurun drastis. 3. Kanker payudara Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Kanker payudara ini akibat munculnya sel-sel kanker di jaringan payudara yang meliputi kelenjar susu, lemak, saluran payudara dan jaringan ikat. Penyebab kanker payudara yaitu kelainan genetik, hormon dan gaya hidup yang buruk. Dari 49,9% kasus kanker payudara di tahun 2014, angka kematiannya mencapai 21,4%. 4. Kanker usus besar Di tahun 2014, sebanyak 11,7% kasus baru kanker usus besar muncul. Penyebab kanker ini diantaranya riwayat kesehatan keluarga memiliki polip di rektum atau usus besar dan memiliki radang usus. Risiko kanker usus besar akan semakin meningkat saat wanita memiliki berat badan berlebih akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung lemak yang tinggi terutama lemak hewani. 5. Kanker ovarium Di tahun 2014 kasus kanker ovarium meningkat sebanyak 10,23%. Biasanya jenis kanker ini menyerang wanita berusia diatas 55 tahun. Namunkanker ini juga tak menutup kemungkinan dapat menyerang remaja dan anak-anak. Gejala kanker ovarium antara lain perut kembung, berat badan turun drastis, siklus haid tidak teratur dan panggul terasa tidak nyaman.

...