Waktu Posting : 11-06-2014 23:01 | Dibaca : 2728x
05-10-2014 19:04
Mungkin saja Anda telah tahu bahwa mengonsumsi makanan yang sesuai bisa melindungi Anda agar terus sehat. Berita baiknya lagi ialah : diet yang sehat bisa bikin Anda tampak muda serta bahkan juga memperlambat proses penuaan. Bahkan juga berbagai makanan itu bisa menghindari penyakit-penyakit degeneratif seperti : Alzheimer, diabetes, dan penyakit jantung. Tersebut di bawah inii salah satunya : Buah–buahan serta sayuran Kurangi resiko kebutaan di umur 65 th. atau lebih. Sayuran serta buah-buahan seperti : bayam, kembang kol, jagung, jeruk, serta wortel kaya bakal vitamin c, zinc serta beta karoten yang baik untuk mata. Anggur, terlebih anggur merah kaya bakal anti-oksidan (resveratrol) yang menolong kurangi resiko kanker, penyakit jantung serta penuaan awal. Baca juga : Agar Mata Tetap Tajam dan Sehat Jagalah dengan 9 Cara Ini Sayur-sayuran berwarna kuning serta hijau memiliki kandungan vitamin C yang bermanfaat untuk peremajaan kulit. Gandum. Dengan konsumsi gandum yang kaya bakal serat bisa kurangi kemungkinan terjadinya penyakit diabetes jenis 2. Ikan. Omega 3 yang terdapat pada minyak ikan mempunyai manfaat untuk menghindar penuaan. Kecuali itu ikan pula bermanfaat menolong kurangi kemungkinan stroke, penyakit jantung serta Alzheimer. Makanlah sekurang-kurangnya 2 kali dalam satu minggu. Susu. Kalsium serta vitamin D yang terdapat didalam buatan susu amat utama untuk tulang yang kuat. Dengan konsumsi 2 gelas susu rendah lemak, yoghurt, maupun buatan memiliki bahan basic susu yang lain sehari-hari, jadi Anda bakal terlepas dari resiko osteoporosis. Kacang-kacangan. Kacang-kacangan memiliki kandungan protein nabati yang baik, semacam alternatif sumber protein lain dari daging merah, untuk menghindar penuaan serta penyakit-penyakit degeneratif. Baca juga : Turunkan Berat Badan dengan Konsumsi Pisang Beberapa makanan yang baiknya dikurangi : Daging merah. Lemak jemu yang terdapat pada daging merah bisa memiliki resiko pada penyumbatan pembuluh darah serta berbuntut pada penyakit jantung. Gula. Seperti yang sudah kita kenali, mengkonsumsi gula yang berlebihan bisa tingkatkan level glukosa dalam darah serta mengkonsumsi kalori yang berlebihan bisa bikin insulin jadi resisten serta berbuntut pada penyakit diabetes. Garam. Mengkonsumsi garam (sodium) yang berlebihan, bisa tingkatkan tekanan darah Anda serta punya potensi pada rusaknya multiorgan, salah satunya : ginjal, mata serta otak. Batasi mengkonsumsi sodium sampai 2400mg /hari, kurang lebih setara dengan 1 sendok teh garam dapur. Bila Anda mempunyai kisah hipertensi, jadi disarankan untuk dikurangi sampai 1500mg/hari. Satu hal lagi yang tak kalah utama ialah : minumlah air putih sekurang-kurangnya 2 liter/hari, lantaran dehidrasi bakal mengakibatkan Anda kekurangan daya serta kulit jadi kering.
30-07-2014 02:56
Penyakit rematik bisa menyerang pria dan wanita yang umumnya telah berusia senja. Tapi tidak menutup kemungkinan rematik diderita orang yang masih muda. Serangan rematik biasanya dibarengi dengan gejala berupa rasa kaku, pegal linu atau rasa sakit. Gejala ini juga seringkali disertai dengan lemah otot, gangguan gerak tubuh dan mengalami pembengkakan persendian. Bila anda telah terdeteksi mengidap rematik, segera terapkan obat herbal yang tepat. Sehingga serangan penyakit ini bisa diatasi dengan tuntas. Tapi pastikan anda membeli produk herbal tersebut pada toko terpercaya yang jual obat herbal rematik. Agar khasiatnya sangat terasa anda rasakan dan aman tanpa efek samping negatif. Baca juga : Cara Mencegah Serangan Stroke Keluhan rematik yang kronis atau menahun dapat mencetus cacar pada permukaan tubuh yang mengalami penyakit rematik. Pengobatan kimiawi biasanya hanya berfungsi untuk mengurangi gejala sakitnya saja. Sehingga sumber penyakit sebenarnya tidak bisa diatasi dengan optimal. Maka bila serangan rematik mendera maka anda akan langsung mengonsumsi obat kimia tersebut. Memang derita sakit saat itu menghilang, tapi suatu saat rasa sakitnya kembali anda rasakan. Bila pemakaian obat kimia ini berlangsung dalam waktu yang lama, maka bisa menimbulkan ketergantungan dan merusak lambung. Pada umumnya proses penyembuhan serangan rematik bisa berlangsung sangat lama. Solusi terbaik untuk mengatasi rematik adalah dengan obat herbal berkhasiat tanpa efek samping. Baca juga : Gejala Kolesterol yang Harus Diwaspadai
26-05-2014 00:52
Postmatur ialah kebalikan dari premature, bayi dimaksud postmatur apabila baru lahir sesudah melebihi 42 minggu dalam rahim. Insiden kelahiran postmatur tambah lebih umum dari pada premature, kira-kira 7 Persen bayi dilahirkan postmatur, walau faktanya barangkali tak seluruhnya benar-benar postmatur. Beberapa bayi yang disangka postmatur sesungguhnya lantaran kekeliruan dalam mengkalkulasi awal kehamilan, cuma kira-kira 2-3% yang benar-benar postmatur. Resiko bayi postmatur Seperti bayi premature, bayi postmatur mempunyai potensi persoalannya sendiri yang dapat beresiko untuk kesehatan serta keberlangsungan hidupnya. Sesudah melalui 42 minggu kehamilan, plasenta umumnya sudah berkurang hingga lebih sedikit nutrisi serta oksigen yang tersalurkan ke bayi. Bayi yang selalu tumbuh juga bikin cairan ketuban makin menyusut. Saat hal semacam ini berlangsung, tali pusat bisa terjepit waktu bayi bergerak atau rahim berkontraksi. Hal ini dapat juga mengganggu pasokan nutrisi serta oksigen ke bayi. Semacam kompensasi, bayi mulai memakai lemak serta karbohidrat sendiri untuk sediakan daya. Baca juga : Cuaca Panas Bisa Picu Serangan Jantung Tingkat pertumbuhannya jadi lambat serta terkadang berat tubuhnya juga barangkali terjadi penurunan. Bayi postmatur rawan untuk meningkatkan kandungan gula darah rendah (hipoglikemia) lantaran mereka sudah kehabisan simpanan lemak serta karbohidrat. Potensi persoalan pada bayi postmatur diantaranya :1. Sindrom dismaturitas (dysmaturity syndrome) Bayi mempunyai karakteristik insufisiensi plasenta seperti kulit yang kering, terkelupas, keriput, kuku serta rambut panjang serta badan tampak kurus lantaran kurang gizi. 2. Sindrom masukan mekonium Bayi keluarkan tinja (mekonium) ke dalam cairan ketuban serta lalu menghirupnya ke dalam paru-paru, hal semacam ini bisa mengakibatkan bayi kesusahan bernapas serta berisiko meningkatkan komplikasi seperti infeksi paru-paru serta hipertensi polmunar persisten. 3. Makrosomia Bayi tumbuh terlampau besar hingga lebih susah untuk lahir dengan cara normal lewat jalan lahir. Keadaan ini berlangsung apabila plasenta tetap berperan dengan baik walau telah melalui 42 minggu. 4. Kelahiran mati Bayi meninggal ketika dalam rahim. Aspek pemicu bayi lahir terlambat : Ada kisah kelahiran terlambat dalam keluarga atau pada kehamilan pada mulanya. Sang bayi berjenis kelamin laki-laki. Kehamilan ini ialah kisah anak yang pertama. Berat tubuh ibu yang berlebihan atau kegemukan. Kesalahan estimasi penghitungan umur kehamilan, yang umumnya berlangsung lantaran menstruasi paling akhir tak di ketahui dengan cara pasti. Baca juga : Inilah Tanda Lahir Anak Kembar Untuk menurunkan tingkat kekhawatiran, kontrol terus mesti dikerjakan. Terlebih lantaran ibu yang hamil tua bakal merasakan kelelahan fisik yang lebih. Kewaspadaan pada kemungkinan pre-eklamsia juga terus mesti dijaga. Jika memanglah ada kisah keluarga yang pernah menjalani kelahiran terlambat, tak lalu bermakna pasangan bisa mengendorkan kewaspadaan. PerawatanBila kehamilan Anda sudah mencapai ke 41-42 minggu, benar-benar perlu untuk Anda guna memeriksa kesehatan bayi Anda. Terdapat banyak pengontrolan yang dapat dikerjakan, yang meliputi pemantauan janin dengan cara fisik serta dengan Doppler atau USG. Bila kontrol memperlihatkan bahwasanya bayi aktif serta sehat serta volume cairan ketuban normal, dokter atau bidan bisa mengambil keputusan untuk meneruskan pemantauan dengan cara berkala hingga persalinan Anda diawali dengan cara alami. Bila hasil kontrol memperlihatkan bahwasanya bayi barangkali punya masalah, ada pilihan apakah bakal menginduksi supaya persalinan secepatnya dilakukan atau menjalani bedah caesar. Umumnya bayi yang dilahirkan postmatur mempunyai keadaan yang sehat tidak dengan komplikasi. Pada bayi yang menderita kekurangan oksigen, resusitasi barangkali dibutuhkan. Bila mekonium muncul dalam cairan ketuban serta bayi baru lahir lesu, tabung dibiarkan lewat ke batang tenggorokan (trakea) untuk menghisap mekonium yang barangkali menghalangi saluran pernapasan. Bila mekonium sudah masuk ke paru-paru, ventilator barangkali dibutuhkan untuk menunjang pernapasan. Pemberian larutan glukosa lewat vena (infus) kerapkali butuh dikerjakan untuk menghindari hipoglikemia.