Jauhi Gaya Busana Tidak Sehat

Additional Image

Waktu Posting : 06-06-2014 15:18 | Dibaca : 2512x

Ingin gaya jadi tersiksa. Menurut beberapa pakar, beragam gaya berpakaian ini dapat lho buat penggunanya sengsara. Anda pasti tidak mau merasakannya. Karenanya, janganlah asal turut mode. Tetapkan gaya Anda sendiri yang bikin Anda nyaman seharian.

* Celana ketat vs masalah pencernaan

Baju ketat, umpamanya skinny jeans yang menghimpit area perut, dapat membuat persoalan, terlebih waktu si pemakai banyak makan.

Selain itu baju yang menghimpit perut bisa menyebabkan berbaliknya asam lambung ke kerongkongan bawah serta terjadi rasa seperti terbakar. Menurut Dr. Kaufman, 37 % dari masalah reflux itu berlangsung pada golongan muda umur 20-30 tahunan.
 
Baca juga : Hilangkan Lelah dan Stres Dengan Aroma Terapi

Baju ketat, seperti korset, blus, atau ikat pinggang yang mengikat perut dapat juga menghadirkan dampak yang sama. Bila Anda menghadiri acara makan malam serta berdandan rapi dengan memakai korset dibalik gaun malam, disarankan untuk makan sedikit saja. Juga Sedikit saja mengambil menu berlemak untuk kurangi resiko refluks. Atau longgarkan baju yang menghimpit perut, sesudah makan.

* Korset vs nyeri saraf

Baju dalam untuk “menyulap” wujud badan jadi indah ini dirancang untuk menutupi perut yang kendur serta gendut, dan paha yang tidak ramping lagi.

Baju yang ketat mengikat area perut bawah serta paha atas ini bisa mengakibatkan meralgia paresthetica. Ini ialah iritasi saraf dibagian depan serta luar area paha.

Ciri-ciri iritasi ini diantaranya nyeri, rasa seperti terbakar, sensasi seperti kesemutan, serta benar-benar peka pada sentuhan di area paha.

* Dasi ketat vs aliran

Suatu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke Research and Treatment, pada 2011 mendapatkan bahwasanya pemakaian dasi dengan cara ketat bisa mengakibatkan pergantian reaksivitas pada serebrovaskular. Hal semacam ini terkait dengan kekuatan arteri di otak untuk melebar, serta mungkin semacam pemberi tanda stroke.
 
Baca juga : Tips Agar Anak Mau Menyantap Beragam Makanan Sehat

Beberapa penulis laporan studi itu menyampaikan teori bahwasanya pergantian reaksivitas tersebut tak cukup untuk merubah resiko stroke pada orang dewasa yang sehat, namun dapat jadi aspek resiko yang perlu diwaspadai pada orang dewasa yang telah mempunyai aspek-faktor resiko stroke yang lain.

* Kain vs reaksi alergi

Sebagian tipe bahan baju dapat mengakibatkan iritasi serta reaksi alergi. Wool umpamanya, dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang spesifik, berbentuk dermatitis kontak.

Dermatitis kontak ditandai munculnya ruam yang gatal, juga dapat nampak tonjolan serta jadi kritis. Orang yang mempunyai masalah alergi, kulitnya peka atau sempat terkena eksim, berisiko tinggi alami iritasi oleh bahan ini.

* Bahan sintetis vs infeksi

Pewarna baju dari zat kimia seringkali menyebabkan alergi berbentuk ruam di kulit. Warna biru serta jingga yang paling kerap menyebabkan alergi. Bahan elastis pada kaus kaki, celana dalam, serta bra dapat juga mengakibatkan ruam serta gatal-gatal.

Bila Anda alami reaksi tersebut, disarankan senantiasa membersihkan baju baru sebelum saat mengenakannya. Bahan sintetis seperti nilon serta lycra dapat juga mengakibatkan persoalan. Ke-2 materi ini bikin keadaan terus lembab serta panas, hingga jamur pemicu infeksi gampang berkembang biak.

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Pernikahan Dini Berisiko Mengalami 5 Masalah Kesehatan Ini!

13-11-2018 17:05

Melakukan pernikahan sekali seumur hidup adalah keinginan semua orang. Pernikahan akan membuat kita terhindar dari hal-hal buruk yang dapat berdampak negative dalam kehidupan sehari-hari. Saat memutuskan untuk menikah, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan agar pernikahan dapat berjalan dengan lancer sesuai keinginan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan dan salah satunya adalah masalah kesehatan. Usia pernikahan telah diatur oleh undang-undang Nomor 1 tahun 1974. Undang-undang tersebut menyebutkan jika batas minimal usia pernikahan untuk laki-laki 19 tahun sedangkan untuk perempuan 16 tahun. Namun walaupun sudah diatur oleh undang-undang tetap saja masih sering terjadi pernikahan di bawah umur. Mereka yang melakukan pernikahan di bawah umur memiliki banyak alas an seperti pendidikan rendah, kemiskinan, hokum adat, norma sosial maupun hokum yang kurang tegas. Padahal banyak sekali risiko kesehatan yang dapat mengancam bagi mereka yang melakukan pernikahan dini. Berikut ini beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi saat melakukan pernikahan dini : 1. Saat hamil di usia muda maka berisiko terserang tekanan darah tinggi. Perlu dilakukan pengobatan agar tidak terjadi komplikasi dan tekanan darah tinggi sangat berbahaya bagi pertumbuhan calon bayi. 2. Bayi berisiko lahir premature. Hal ini karena berat badan bayi rendah dan belum siap untuk dilahirkan. Kelahiran premature dapat mengalami gangguan pencernaan, pernapasan, penglihatan dan lainnya. 3. Berisiko besar ibu meninggal saat melahirkan. Hal ini terjadi karena perempuan di bawah 18 tahun belum siap fisiknya untuk hamil dan melahirkan seperti panggul yang masih kecil sehingga bayi akan mengalami kesulitan untuk keluar. 4. Berisiko besar mengalami keguguran. Hal ini terjadi karena menikah di usia belia belum siap secara fisik dan mental. Organ tubuh yang belum matang akan berakibat pada pertumbuhan bayi yang juga tidak akan bisa berkembang dengan maksimal. 5. Sering mengalami bentrok dan kekerasan rumah tangga. Secara psikologis mental pasangan belum dewasa sehingga lebih rentan terjadi kekerasan rumah tangga.          

Featured Image
Dua Jenis Obat Ginjal Yang Bermanfaat Bagi Penderita Ginjal Akut

24-03-2015 22:42

Artikel ini akan menerangkan kepada Anda serangkaian fakta dan informasi yang berhubungan dengan penyakit ginjal, terutama obat ginjal yang berguna untuk mengobati penyakit ginjal menahun yang sedang diderita. Secara umum, ginjal dikenal sebagai organ dalam yang berfungsi menyaring semua zat tidak berguna yang tidak diperlukan oleh tubuh. Zat yang tidak diperlukan tubuh biasanya dibentuk dari sisa metabolisme, yang kemudian dikeluarkan dalam bentuk cairan/urine. Dengan kata lain, bisa dibilang bahwa ginjal adalah mesin alamiah yang sangat berguna bagi tubuh. Organ tersebut menyaring zat yang berlebihan, menyerap elektrolit tertentu, menjaga kesimbangan jumlah asam basa, serta yang paling penting: membentuk hormon yang membantu mematangkan sel darah merah. Baca juga : Kelebihan Penggunaan Obat Alami untuk Diabetes  Di titik itu, penyakit ginjal muncul ketika organ tersebut tidak mampu mengerjakan tugasnya dengan cara sebagaimana mestinya. Tanda-tanda penyakit ginjal biasanya disertai dengan pembengkakan pergelangan tangan dan kaki, kelelahan, nafsu makan yang berkurang, kurangnya nafsu makan, hemogoblin yang menurun drastis, serta sulit buang air kecil. Gagal ginjal kronis adalah salah satu jenis penyakit ginjal yang sangat berbahaya dan mematikan. Pada tahap tersebut, ginjal tidak mampu berfungsi dengan baik, dan penderita memerlukan cuci darah rutin untuk membersihkan berbagai jenis sampah yang tidak mampu dibuang oleh ginjal.  Baca juga : Obat-obat Tradisional Asam Urat Ada banyak tipe obat ginjal yang harus Anda ketahui, dan berikut beberapa di antaranya: §  Daun kumis kucing memiliki manfaat yang besar bagi penderita penyakit ginjal. Daun jenis itu bermanfaat untuk melarutkan oksalat, fosfat, dan asam urat dari dalam tubuh. Sebagaimana diketahui, tiga jenis asam tersebut biasanya berasal dari ginjal, dan karenanya daun kumis kucing bisa digunakan untuk mengobati infeksi ginjal kronis maupun akut. §  Selain daun kumis kucing, ekstrak daun sirsak dan kulit manggis juga bisa membantu Anda menyembuhkan penyakit ginjal akut. Ekstrak tersebut biasanya dijual dalam bentuk pil/kapsul, dan bisa diperoleh dengan mudah. Demikianlah dua jenis obat ginjal dari golongan herbal yang bisa Anda peroleh dengan mudah dan hadir tanpa efek samping yang berbahaya bagi tubuh. 

Featured Image
Olah Raga Malam, Sehatkah?

13-06-2014 22:53

Berusaha tetap berolah raga meskipun banyak kesibukan memang baik supaya tubuh memiliki keseimbangan dan bisa tetap bugar. Akan tetapi, bagaimana kalau hanya memiliki waktu luang pada malam hari? Mau tak mau, pilihan orang sibuk adalah berolah raga di malam hari. Olah raga tentu memilki banyak manfaat dalam tubuh. Namun, saat dilakukan di malam hari, ternyata ada risiko-risiko yang harus ditanggung oleh tubuh. Bila tak kuat, alih-alih sehat, tetapi kita justru akan sakit. Seperti kita yang memiliki jadwal dan jam kerja, organ-organ di dalam tubuh kita pun memiliki jadwal kerjanya masing-masing. Bila aktivitas kita tidak mengikuti jadwal kerja organ-organ tubuh, terjadi pemaksaan kerja yang akhirnya membuat tubuh sakit. Baca juga : Membakar Kalori dengan TRX  Secara fisiologis manusia memiliki siklus hidup yang normal, yaitu mulai beraktivitas pagi hingga sore hari dan pada malam harinya beristirahat. Siklus yang tidak normal biasanya hanya dimiliki orang yang berprofesi sebagai anggota satuan pengamanan karena ia harus beraktivitas di malam hari sedangkan siang harinya beristirahat. Siklus tubuh yang normal itu dimulai pada pagi hari saat bangun tidur. Saat itu jadwal kerja organ tubuh ternyata masih dalam tahap rendah. Fungsi jantung, volume paru-paru, kemampuan otak, tekanan darah, kemampuan otot, kelenturan sendi, dan kapasitas hormon norepinephrine serta adrenergik dalam batas yang rendah. Semakin jam berlalu ke siang hari, kemampuan organ-organ tubuh meningkat. Pada sore hari, seluruhnya mencapai kemampuan maksimal. Kekuatan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh maksimal, volume paru-paru terbesar, kekuatan otot yang terkuat, kelenturan sendi, tekanan darah terbaik, dan peningkatan hormon yang terbaik. Baca juga : Penyebab Kencing Berdarah   Pada sore hari seluruh organ tubuh bisa bekerja maksimal karena oksigen terkonsentrasi ke sana. Itu berkaitan juga dengan kondisi lambung yang paling kosong adalah saat sore hari sehingga oksigen di jantung lebih banyak. Memasuki malam hari, kemampuan semua organ tubuh itu akan terus berkurang dan mencapai titik terendah pada tengah malam saat kita memang seharusnya sudah tidur. Pada pagi hari, siklusnya akan terulang lagi. Waktu olah raga terbaik adalah sore hari karena di situlah titik puncaknya. Kalau terlalu malam sudah tidak baik karena kemampuan semua organ tubuh mulai menurun. Kalau tetap dipaksakan, organ-organ mengalami pemaksaan untuk bekerja. Bila tindakan seperti ini dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, dipastikan mengganggu kerja fisiologis organ-organ tubuh. Apalagi olah raga malam lebih banyak dilakukan orang yang bekerja penuh sepanjang harinya. Daya tahan tubuh yang semakin lemah karena keletihan akan membuat kita lebih berisiko mengalami gangguan fisiologis. Tujuan olah raga tentu saja untuk sehat, jangan memaksakan diri sampai akhirnya jatuh sakit.

...