Waktu Posting : 22-07-2016 09:33 | Dibaca : 3378x
1. Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula
darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis
kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan
kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung
aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori.
Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga
kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan
diabetes.
Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.
2. Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita.
Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit
degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke.
Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan
pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah
dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang
ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol
jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik)
dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan
kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak,
termasuk gorengan.
Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.
Baca juga : Akhlaq Suami Terhadap Istri
3. Suka ngemil
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan
diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi
dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik
kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya
mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang
memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik
indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di
dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.
Pengganti: Buah potong segar.
4. Kurang tidur.
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.
5. Malas beraktivitas fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara
Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun
belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat
ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor
dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit
Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.
Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko
obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki,
atau aktivitas lainnya.
Solusi: Bersepeda ke kantor.
6. Sering stres
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir
besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon
epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi
untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk
maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena
stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri
pelan-pelan.
Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.
7. Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan
wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik
sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma
disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat,
seperti pola makan dan olahraga.
Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.
8. Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan
progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan
perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari
Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi
berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas
dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama
dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.
Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.
Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini)
9. Takut kulit jadi hitam
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan
kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari
makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit
paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama
tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan
oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga
membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.
Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.
10. Keranjingan soda
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap
51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi
minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung
tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena
kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan
kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum
lebih banyak.
Pengganti: Jus dingin tanpa gula
05-06-2014 01:32
Walaupun tampak gampang, nyatanya ada banyak yang lakukan kekeliruan waktu membersihkan muka. Yuk, cari info langkah yang jitu disini. 1. Membersihkan terlampau sering Rajin membersihkan muka tak mempunyai arti bebas dari persoalan. Juga, bila terus-terusan kulit jadi kering serta kehilangan kelembaban alaminya. Muka akan tampak kusam, gampang berkerut, serta nampak garis halus. Bila cuma melakukan aktivitas didalam ruangan, jauhi membersihkan muka terus-terusan. Idealnya, membersihkan muka dikerjakan pada pagi hari sebelum saat melakukan aktivitas serta malam hari sesudah usai melakukan aktivitas. Dengan demikian membersihkan muka cukup 2 kali satu hari. Waktu beraktivitas outdoor atau olahraga, bisa membersihkan muka melebihi 2 kali satu hari. 2. Lupa bersihkan tangan Tiada sadar saat membersihkan muka kita lupa mencermati kebersihan tangan. Telapak tangan merupakan satu diantara tempat bersarangnya banyak bakteri lantaran kerap menyentuh beragam jenis benda. Bila membersihkan muka dengan tangan kotor, dengan sendirinya bakteri juga menempel di wajah. Hal inilah yang umumnya menyebabkan munculnya jerawat. Baca juga : Dada Terasa Deg-degan 3. Membersihkan dengan air panas Mitos mengutarakan bahwasanya membersihkan dengan air hangat bisa buka pori kulit hingga bisa bersihkan lebih dalam. Perawatan disudahi dengan mencuci muka dengan air dingin untuk tutup pori. Faktanya, pori tak dengan gampang terbuka serta tertutup. Pemakaian air dengan suhu panas yang tinggi malah mengakibatkan kulit lebih kering, kasar, juga terbakar. Sebaiknya pakai air dengan suhu ruang yang normal, yakni seputar 25o C. 4. Cuma memercayakan Facial wipes Facial wipes atau tisu muka merupakan jalan keluar praktis untuk bersihkan muka waktu melancong. Perlu diingat, manfaat facial wipes cuma untuk meniadakan riasan, namun tak bersihkan serta menutrisi kulit. Jadi, membersihkan muka sesudah melakukan aktivitas harus dikerjakan, terlebih bila make-up tetap menempel di muka. Kerjakan bagian pembersihan yang jitu, yakni diawali dengan make-up remover, susu pembersih, sabun pembersih muka, serta face toner. Baca juga : Tips Nutrisi Penting Untuk Kesehatan Pria 5. Menentukan yang kesat Banyak asumsi bahwasanya kulit yang bersih bermakna kesat serta kencang. Janganlah salah kaprah, rasa kesat bermakna sabun pembersih Anda terlampau kering serta mempunyai kandungan detergen yang tinggi. Pembersih ini bisa bikin kulit kehilangan kelembaban alaminya serta menyebabkan garis-garis halus di wajah. Formulasi sabun muka yang baik ditandai dengan busa yang tak terlampau banyak serta berikan rasa lembut beri kesegaran. Cocokkan struktur sabun dengan persoalan kulit. Tentukan sabun gel untuk kulit berminyak, oil cleanser untuk kulit kering, serta sabun bertekstur cream untuk kulit peka. 6. Salah memakai scrub Tak seluruhnya persoalan kulit bisa diatasi dengan eksfoliasi. Keadaan kulit yang tengah berjerawat malah bakal semakin meradang bila dieksfoliasi. Begitupun dengan kulit yang kering, malah bakal bikin kulit teriritasi serta kemerahan. Tambah baik pakai scrub pada waktu kulit dalam situasi normal, tak iritasi serta berjerawat. Kerjakan saat malam hari saat kulit tengah lakukan sistem pergantian sel. Cukup kerjakan satu minggu sekali.
17-05-2014 23:30
Memiliki kesempurnaan fisik yang tampan atau cantik adalah anugerah Tuhan yang sangat membanggakan. Akan tetapi pasti lebih sempurna lagi jika keindahan fisik diikuti dengan harum nya nafas yang akan keluar dari mulut kita setiap kali kita berbicara. Kadang kita bertemu orang yang secara fisik dan tampilan sudah sangat oke tetapi tiba-tiba disaat dia bicara kita terpaksa harus menahan nafas karena nafasnya bau tak sedap. Adanya bau-bauan yang tidak sedap adalah salah satu ciri khas jika kesehatan mulut kita sedang tidak baik. Penyebab kesehatan mulut tidak baik sehingga menimbulkan bau nafas itu sendiri dikarenakan oleh banyak hal. Mungkin karena ada giginya yang berlubang, atau karena sedang ada luka di gusi yang menimbulkan sariawan atau bisa juga karena panas dalam yang menyebabkan kondisi mulut menjadi kering sehingga nafas yang keluar menjadi tidak segar. Baca juga : Konsumsilah Minuman-minuman Penurun Tekanan Darah Jika Anda atau siapa saja mengalami hal tersebut pasti akan merasa malu bukan kepalang terlebih sedang berhadapan dengan tamu atau klien penting. Selain itu juga akan membuat rasa percaya diri terkikis karena otomatis menjadi tidak yakin dengan nafas kita apakah segar ataukah bau? Jika menghadapi masalah dengan kesehatan mulut sehingga nafas menjadi kurang sedap, maka apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita langsung pergi ke dokter gigi terdekat? Sebenarnya permasalahan seputar kesehatan mulut bisa diatasi dengan obat-obatan herbal. Pengobatan dengan herbal selain lebih murah juga lebih aman. Memang, terkadang prosesnya membutuhkan waktu yang lebih lama karena bahan alami akan bekerja langsung ke pusat permasalahan bukan hanya menyembuhkan bagian permukaan nya saja. Dan juga pengobatan dengan herbal adalah tanpa efek samping seperti yang biasa muncul pada pengobatan dengan obat kimia. Berikut adalah obat-obatan herbal yang bisa membantu penyembuhan masalah bau tidak sedap pada mulut. Yang pertama adalah cengkeh. Cengkeh terkenal banyak manfaatnya selain untuk bahan baku minuman yang mampu member rasa wangi dan juga baik untuk menyembuhkan peradangan. Cengkih menghasilkan minyak yang mampu bekerja pada tenggorokan dan mengobati selaput lendir pada mulut yang biasanya meradang dan menyebabkan bau menjadi tidak sedap. Ramuan herbal yang kedua adalah daun sirih. Daun sirih terkenal sangat ampuh sebagai tanaman yang bisa menjadi antiseptic. Baik luka maupun mengobati masalah kewanitaan. Sirih dalam menyembuhkan bau yang tidak sedap, sirih juga bisa menyembuhkan luka dan mengobati panas dalam yang sering menjadi penyebab bau mulut. Cara terapi dengan daun sirih adalah, ambil beberapa lembar daun sirih lalu bersihkan hingga semua kotoran terlepas. Setelah itu rebus dengan 350 cc air dan tunggu hingga menjadi separuhnya. Setelah itu minum airnya sebanyak 3x setiap harinya. Ramuan herbal lainnya adalah kayu manis. Kayu manis yang juga sudah sangat terkenal ampuh dalam mengharumkan dan menambah rasa sedap dalam masakan. Kehebatan kayu manis lainnya dalam kesehatan mulut adalah membasmi bakteri atau kuman yang ada di mulut. Bau mulut hilang kumat mati dengan maksimal. Bahan herbal selanjutnya yang juga ampuh dalam menyembuhkan permasalahan bau mulut adalah kapulaga. Bagi mereka yang suka akan rasa segar dan sensasi dingin di mulut yang bisa mematikan bakteri sekaligus membuat wangi nafas maka gunakan kapulaga. Jika Anda ingin menggunakan kapulaga sebagai ramuan berkumur maka hancurkan beberapa biji kapulaga lalu rebus hingga mendidih. Minum airnya setiap hari tetapi harus disaring terlebih dahulu sehingga ampas tidak ikut terminum. Untuk berkumur haruslah setelah Anda gosok gigi sehingga disaat keadaan mulut sudah bersih. Baca juga : Jus Kulit Buah Manggis Untuk Menyembuhkan Kolesterol Cobalah ramuan herbal di atas. Tetapi tentu saja Anda harus bersabar. Biasanya khasiat sudah mulai terlihat antara 1-2 hari. Menggunakan ramuan herbal akan menyehatkan tubuh dengan maksimal. Selain itu juga dengan rasa aman karena tanpa efek samping yang berbahaya. Untuk mendapatkan tanaman herbal diatas Anda bisa memetiknya langsung dari pohonnya. Biasanya tanaman sirih, cengkeh, kapulaga, kayumanis tersedia di lingkungan sekitar karena memang tanaman tersebut bisa hidup di dalam jenis tanah apapun. Tetapi jika Anda tidak bisa menemukan maka belilah di pasar tradisional.
08-07-2016 01:32
Mulai dari makanan ringan hingga makanan berat pun tersaji. Tapi patut diingat, tidak semua makanan yang tersaji di meja makan baik untuk kesehatan Anda. Jangan sampai makanan Lebaran ini membuat Anda terserang penyakit. Coba cek, apakah makanan tersebut membahayakan kesehatan Anda atau tidak. Jangan sampai perayaan hari kemenangan membuat Anda jatuh sakit. Waspadai 5 makanan Lebaran yang berbahaya bagi kesehatan Anda: Baca juga : Tips Bercinta Sepanjang Malam 1. Opor Ayam atau Rendang Makanan Lebaran identik dengan opor ayam dan rendang daging karena memiliki rasa yang istimewa dan terkenal akan kelezatannya. Tapi makanan ini harus Anda waspadai karena menggunakan bahan utama santan, yang dapat memicu kolesterol dalam tubuh meningkat. Sebaiknya makanlah opor dan rendang tidak secara berlebihan agar kolesterol dalam tubuh Anda tidak meningkat. Pilihlah salah satu, jika Anda makan rendang daging, maka baiknya Anda tidak mengambil opor ayam ke dalam piring Anda. 2. Gulai Kari dan Sate Kambing Makanan Lebaran kedua yang harus diwaspadai adalah gulai kari dan sate kambing. Sama halnya dengan makanan Lebaran pertama yaitu opor, makanan ini juga mengandung santan dalam mengolahnya. Sudah pasti, ketika Anda memakan makanan tersebut secara berlebihan, maka kolesterol dalam tubuh akan meningkat. Tak hanya itu, sate kambing juga diketahui dapat memicu hipertensi dan dyslipidemia serta dapat mengakibatkan penyakit jantung dan stroke bagi penderitanya. 3. Es Sirup dan Soda Minuman menyegarkan ini memang paling enak ketika diminum bersama dengan makanan Lebaran yang telah disajikan, terlebih lagi disajikan dengan es batu yang dingin. Walaupun enak, ingatlah bahwasanya rasa manis dari sirup bisa mengakibatkan efek yang buruk pada tubuh. Glukosa atau gula yang tinggi berpotensi penyakit diabetes melitus dan obesitas. Sedangkan minuman soda dapat membahayakan kesehatan lambung dan tulang. Jadi, batasi konsumsi dua minuman ini ya. 4. Soto Jeroan Siapa yang tidak akan tergoda dengan makanan Lebaran yang satu ini? Kuah sotonya yang hangat dan gurih, dicampur dengan bawang goreng yang lezat, pas sekali dengan hidangan ketupat yang pasti ada di meja saat Idulfitri. Soto Jeroan selalu menjadi biang keladi ketika kolesterol dan asam urat menyerang, pasalnya makanan lezat ini sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh Anda. Selain kolesterol dan asam urat, makanan ini juga dapat memicu penyakit serangan jantung. 5. Kue Kering Sama halnya dengan opor ayam, kue kering juga menjadi salah satu makanan Lebaran utama yang akan hadir. Tak lengkap rasanya bila kue kering dalam stoples tidak hadir di meja saat Lebaran. Baca juga : Menangani Keracunan MSG Sayangnya kue kering dengan rasa manis dan gurih ini memiliki kandungan kalori yang tinggi. Sehingga Anda yang mengidap diabetes melitus dan obesitas diharapkan menjauhi hidangan kue-kue kering ini. Semua makanan Lebaran yang tersaji di meja makan memang memiliki rasa yang lezat dan nikmat, terlebih lagi disantap bersamaan pada acara halal bihalal oleh keluarga. Pada saat yang sama, hal ini juga patut Anda waspadai, karena makanan yang tersaji pada saat lebaran dapat membuat kolesterol dalam tubuh menjadi meningkat.