Penyebab Inkontinensia Serta Pencegahannya

29-Aug-2022 | dibaca : 116x
Penyebab Inkontinensia Serta Pencegahannya

Inkontinensia urine  merupakan kondisi hilangnya kontrol kandung kemih. Kondisi ini umum terjadi dan sering kali membuat pengidapnya merasa malu. Tingkat keparahannya berkisar dari sering buang air kecil saat batuk atau bersin, hingga keinginan untuk buang air kecil yang begitu tiba-tiba dan kuat. Alhasil, pengidapnya tidak bisa ke toilet tepat waktu. 

Meskipun sering terjadi seiring bertambahnya usia, inkontinensia urine bukanlah konsekuensi penuaan yang tidak terhindarkan. Jika inkontinensia urine mempengaruhi aktivitas sehari-hari, maka jangan ragu untuk mengunjungi dokter. Biasanya, penyesuaian gaya hidup dan perubahan pola makan atau bahkan perawatan medis tertentu dapat mengobati gejala inkontinensia urine. 

Inkontinensia urine bisa disebabkan oleh kondisi yang terkait saluran kemih bagian bawah maupun kondisi yang tidak terkait saluran kemih bagian bawah. Jika terkait saluran kemih bagian bawah, kondisi ini lebih diakibatkan karena aktivitas otot dinding kandung kemih yang berlebihan. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh penyakit saraf, sumbatan di saluran kemih, batu di kandung kemih atau pun kanker kandung kemih. Namun, inkontinensia urine juga dapat terjadi meski saluran kemih normal. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada lanjut usia dan terkait dengan kondisi mobilitas juga kognitif.  

Penyebab inkontinensia sementara atau jangka pendek dapat mencakup :

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi di dalam saluran kemih (uretra, ureter, kandung kemih dan ginjal) dapat menyebabkan rasa sakit dan meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil 

  • Kehamilan

Selama kehamilan, rahim memberi tekanan ekstra pada kandung kemih saat mengembang. Sebagian besar wanita yang mengalami inkontinensia selama kehamilan menyadari bahwa inkontinensia akan hilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan.

  • Obat-obatan

Inkontinensia dapat menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu, termasuk diuretik dan antidepresan. 

  • Minuman

Mengonsumsi minuman tertentu, seperti kopi dan alkohol, dapat membuat seseorang perlu buang air kecil lebih sering. Jika kamu berhenti mengonsumsi minuman ini, kebutuhan untuk sering buang air kecil pun akan menurun.

  • Sembelit

Sembelit kronis (tinja yang keras dan kering) dapat menyebabkan seseorang memiliki masalah kontrol kandung kemih. 

Sementara itu, penyebab inkontinensia kronis atau jangka panjang dapat meliputi:

  • Gangguan Dasar Panggul

Ketika seseorang memiliki masalah dengan otot-otot dasar panggul, maka dapat memengaruhi fungsi organ, termasuk kandung kemih.

  • Stroke 

Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah dengan kontrol otot. Hal ini mencakup otot-otot yang mengontrol sistem kemih.

  • Diabetes

Ketika mengidap diabetes, tubuh memproduksi lebih banyak urine. Peningkatan jumlah urine dapat menyebabkan masalah kebocoran. Selain itu, neuropati perifer dapat mempengaruhi fungsi kandung kemih. 

  • Menopause

Ketika tubuh wanita mengalami perubahan kadar hormon dengan cepat, otot-otot dasar panggul juga bisa menjadi lebih lemah. Hal ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia.

  • Multiple Sclerosis

Jika seseorang mengidap kondisi ini, mungkin akan mengalami kehilangan kontrol dengan kandung kemih, yang menyebabkan masalah kebocoran. 

  • Pembesaran Prostat 

Ketika prostat lebih besar dari biasanya, dapat menyebabkan beberapa masalah kontrol kandung kemih. Kondisi ini juga disebut sebagai benign prostatic hyperplasia.

  • Pasca Pengobatan Kanker Prostat 

Selama operasi kanker prostat, otot sfingter terkadang dapat rusak yang menyebabkan inkontinensia stres. 

Berdasarkan jenisnya, berikut adalah beberapa gejala infeksi saluran kencing  yang bisa terjadi: 

  • Inkontinensia Stres

Urine bocor keluar di saat terjadi tekanan di kandung kemih, misalnya saat batuk, bersin, atau tertawa.

  • Inkontinensia Urge

Pengidap memiliki keinginan yang kuat untuk tiba-tiba buang air kecil diikuti dengan keluarnya urine yang tidak sengaja (mengompol). Pengidap bisa buang air kecil hingga lebih dari 8 kali dalam sehari, termasuk di malam hari.

  • Inkontinensia Overflow 

Pengidap sering mengompol dalam jumlah urine yang sedikit-sedikit karena kandung kemih tidak sepenuhnya kosong.

Inkontinensia urine di antaranya dapat dicegah dengan:

  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Latihan otot panggul ( senam kegel).
  • Membatasi mengonsumsi minuman yang bersifat diuretic, seperti teh dan kopi.

Jika gejala inkontinensia urine sudah mengganggu kehidupan sosial atau menyebabkan ketidaknyamanan (rasa sakit, demam, iritasi kulit karena air kencing), segera periksa ke dokter untuk dapat ditangani dengan tepat.

 
 
hijab
rajatraffic.net
rajabacklink
RajaKomen.com
ARTIKEL TERPOPULER

Copyright © 2022 Kesehatan.tips
All rights reserved