Waspada dengan Kondisi Dehidrasi pada Masa Kehamilan

19-Jun-2020 | dibaca : 148x
Waspada dengan Kondisi Dehidrasi pada Masa Kehamilan
Pada masa kehamilan, sangat penting dalam menjaga asupan makanan. Dan tentunya wanita hamil wajib mengkonsumsi makanan sehat agar kesehatan ibu maupun bagi perkembangan janin. Tidak hanya sekedar mengkonsumsi makanan yang banyak selama masa kehamilan tetapi juga harus memperhatikan akan kebutuhan kalori serta gizi selama kehamilan. Di masa kehamilan seringkali ibu merasakan gangguan seperti mual, muntah dan bahkan diare yang dapat terjadi karena perut kembung dan bergas hingga merasa kegerahan sehingga lebih mudah berkeringat dibanding dari yang biasanya.
 
Hal-hal tresebut di atas merupakan hal yang sangat umum terjadi, namun ternyata hal tersebut dapat membuat ibu hamil kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi. Hal ini tidak diboleh dianggap sebagai sesuatu yang sepele dan diabaikan. Karena situasi seperti ini bisa membahayakan keadaan ibu dan juga janin yang berada di dalam kandungan. Situasi yang demikian dapat membuat air ketuban berkurang dan produksi ASI sedikit, kelahiran preamtur dan bahkan menyebabkan kematian baik ibu maupun janin yang dikandung.
 
Kenali tanda-tanda dari dehidrasi yang dapat memberikan dampak yang berbahaya.
 
  • Sering merasa pusing atau sakit kepala
 
Tanda yang paling sering ditemui sebagai tanda dehidrasi yaitu merasa serimg pusing atau sakit kepala. Ini terjadi karena pada saat hamil, volume darah ibu hamil akan meningkat hampir dua kali lipat dari jumlah yang biasanya. Dan bila terjadi kondisi dehidrasi maka aliran darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh akan berkurang sehingga menimbulkan kepala mudah pusing atau terasa sakit.
 
  • Mulut terasa kering dan sering merasa haus
 
Ketika cuaca dalam keadaan panas seringkali lebih memilih untuk meminum air dingin dan manis. Misalnya saja seperti soda, teh atau es kopi, namun yang sebenarnya justru dengan mengkonsumsi minuman yang manis dapat membuat kita merasa semakin haus. Dan bila ibu hamil merasa haus serta mulut yang terasa kering, sebaiknya perbanyak untuk mengkonsumsi air putih dibandingkan dengan minuman manis lainnya serta kurangi kafeimn maupun minuman kemasan yang tidak memiliki manfaat bagi tubuh.
 
  • Merasa kontraksi palsu
 
Ibu hamil yang mengalami dehidrasi secara umum akan merasakan kontraksi. Dan bila ibu hamil mengeluh tentang kontraksi palsu maka biasanya dokter atau bidan akan menyaran agar ibu hamil tersebut minum air segera. Biasanya dokter akan menyuruh ibu hamil untuk duduk dan beristirahat kemudian meminum dua gelas besar air putih.
 
  • Air seni keruh atau kuning
 
Pada situasi yang normal maka air seni berwarna bening dan tidak berbau. Nah, bila air seni berwarna keruh atau kuning serta berbau tajam maka hal ini menandakan bila ibu hamil sedang mengalami dehidrasi. Tetapi ada kalanya vitamin yang dikonsumsi oleh ibu hamil menyebabkan air seni menjadi kuning, jadi sebaiknya tanyakan kepada dokter.
 
  • Bibir pecah-pecah dan lidah mengalami pembengkakan
 
Tanda yang lainnya yang merupakan  suatu kondisi ibu hamil mengalami dehidrasi yaitu bibir yang pecah-pecah dan lidah yang seperti bengkak. Cobalah untuk mengoleskan pelembap bibir dan bila belum membaik cobalah untuk mengkonsumsi air dan periksakan ke dokter bila semakin parah.
 
Menurut seorang ahli ginekologi, kebidanan dan ilmu reroduksi di Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai yaitu Fahimeh Sasan mengatakan bahwa ibu hamil harus mengkonsumsi paling tidak 10 gelas cairan per hari. Dan cairan tersebut dapat berupa air, jus, teh, kopi yang pada dasarnya merupakan cairan yang dapat diminum ibu hamil. Namun bila berada di tempat dengan cuaca yang memiliki suhu panas maka membutuhkan asupan air yang lebih dari itu agar terhindar dari dehidrasi selama kehamilan. Akan lebih baik lagi bila ibu hamil meminum air putih yang hangat dibandingkan dengan minuman jenis lainnya.
 
Itulah ulasan mengenai tanda-tanda dari dehidrasi yang dapat dialami oleh ibu hamil. Lalu bagaimana bila terjadi hal yang mengharuskan ibu hamil terpaksa kehilangan janin, seperti keguguran. Tentunya bila hal tersebut terjadi maka tindakan yang harus dilakukan adalah tindakan kuretase. Di mana tindakan ini bertujuan untuk mengangkat jaringan yang ada di dalam rahim karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi bila tidak dibersihkan.
 
Untuk melakukan tindakan kuretase tersebut pastinya sesudah melalui prosedur dan atas saran dokter serta dilakukan di klinik kuret      yang resmi. Dalam hal ini tentunya klinik aborsi     yang telah berpengalaman serta ditangani oleh dokter ahlinya yang berkompeten. Salah satunya adalah klinik kuretase yang melakukan berbagai tindakan medis seperti persalinan, tindakan pembedahan dan penanganan dalam mengatasi berbagai gangguan pada sistem reproduksi wanita. 
 
  
 
 
hijab
rajatraffic.net
rajabacklink
Raja TV
ARTIKEL TERPOPULER

Copyright © 2020 Kesehatan.tips
All rights reserved