Pria Lebih Berisiko Kanker Hati

14-Aug-2014 | dibaca : 1792x | Ditulis Oleh : Maman Soleman
Pria Lebih Berisiko Kanker Hati

Kanker liver atau hati merupakan salah satu penyakit umum yang banyak diderita masyarakat dunia. Saat ini penyakit tersebut menempati urutan keenam dari jenis kanker yang paling banyak diderita warga di dunia. Meskipun demikian, penyakit ini menempati urutan ketiga dari jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian. Urutan pertama ditempati kanker paru-paru kemudian diikuti oleh kanker perut. Maka dari itu banyak orang mencari Obat Kanker Hati, terutama Obat Herbal Kanker Hati yang aman dan tanpa efek samping.

Menariknya, bila diklasifikasikan secara gender, kanker hati merupakan kanker kelima bagi wanita dan ketujuh bagi pria yang paling banyak diderita. Berdasarkan penemuan di lapangan, penderita kanker hati memang lebih banyak ditemukan pada pria, bahkan jumlahnya bisa mencapai dua kali lipat dari wanita.

Sebenarnya belum ditemukan hasil penelitian yang menunjukkan pengaruh gender dalam risiko kanker hati. Namun pria lebih berisiko terkena kanker hati. Risiko tersebut disebabkan karena gaya hidup pria pada umumnya cenderung berisiko terhadap kerusakan organ hati. Misalnya, saat ini perokok, terutama di Asia, lebih banyak didominasi kaum pria. Begitu juga dengan budaya minum, ibu rumah tangga jarang melakukannya. Oleh karena itu pakar kesehatan menyarankan batas konsumsi alkohol untuk wanita tidak melebihi satu unit per hari dan pria dua unit per hari. Takaran unit ini berbeda pada setiap jenis minuman. Misalnya saja satu gelas bir sama dengan tiga unit atau 175 ml anggur merah sama dengan dua unit.

Baca juga : Pencetus Penyakit Diabetes 

Faktor lainnya yang menyebabkan kanker hati adalah oleh jamur dari kacang dan jagung. Kacang yang berisiko biasanya mengandung alga dan itu tidak ditemukan di kacang kedelai meskipun difermentasi. Jadi tempe dan tahu yang kerap dikonsumsi masyarakat Indonesia tidak berisiko menyebabkan kanker hati.

Risiko kanker hati akan meningkat jika seseorang menderita hepatitis B dan C. Hepatitis B tidak hanya disebabkan oleh gaya hidup tetapi juga faktor genetik. Saat ini, diperkirakan sebanyak 6% penduduk Singapura merupakan carrier (pembawa) hepatitis B. Sayangnya, belum ada data berapa banyak kasus serupa terjadi di Indonesia. Khusus untuk carrier hepatitis B disarankan untuk rutin melakukan screening untuk mengetahui kemungkinan adanya gejala awal kanker hati. Begitu juga dengan penderita hepatitis B kronis dan hepatitis C. Carrier hepatitis B disarankan sama sekali tidak boleh meminum alkohol.

Sampai saat ini belum ada standar penyembuhan dari kanker hati. Penyembuhan tergantung pada kondisi masing-masing pasien. Semakin awal kanker hati terdeteksi, peluang sembuhnya semakin besar yaitu 50% sampai 70%. Pendeteksian awal kanker hati bisa dilakukan dengan screening. Proses ini dapat membantu dokter untuk menemukan dan mengobati kanker hati sedini mungkin. Jika kanker hati hanya terjadi di sel hati, maka bisa dilakukan pengangkatan atau transplantasi hati melalui proses bedah. Lain halnya jika sel kanker sudah menyebar ke organ lain seperti pembuluh darah, sudah tidak bisa lagi dilakukan transplantasi hati. Transplantasi bisa berhasil pada 70% pasien yang terjangkit kurang dari lima tahun.

Baca juga : Waspadai, Minuman Keras Bisa Butakan Mata  

Sementara untuk pasien kanker yang sudah menyebar bisa dilakukan perawatan kemoterapi terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk membunuh sel kanker terlebih dan mengontrol pertumbuhan sel kanker. Obat kemoterapi ada dua yaitu melalui infus atau diminum secara langsung. Sayangnya, sel kanker hati sangat pintar dan resisten terhadap obat kemoterapi. Selain itu kemoterapi sangat mahal dan tidak terlalu efektif dalam menangani kanker hati. Di sinilah kehadiran Obat Herbal Kanker Hati sangat begitu berarti bagi masyarakat yang tidak ingin mendapatkan risiko efek samping dari terapi yang berbahankan zat kimia yang umumnya terdapat pada pengobatan medis.

Pencegahan terbaik tertentunya dengan membentuk pola hidup sehat. Misalnya mengkonsumsi ikan serta makanan mengandung lemak omega tiga. Jenis makanan itu dapat mengurangi risiko kanker hati sebanyak 36%. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan unuk mencegah timbulnya kanker hati :

  • Vaksinasi pada virus hepatitis B.
  • Jauhi konsumsi beberapa bahan yang memiliki kandungan karsinogen hati, terutama alkohol.
  • Jauhi daging berlemak serta lemak hewani.
  • Laksanakan screening dengan cara reguler bila terhitung dalam golongan resiko kanker hati.
  • Konsumsi minuman kesehatan herbal, terutama Obat Herbal Kanker Hati, yang sudah teruji secara klinis dan terbukti berkhasiat seperti Ultra Mangosnteen, Ultra Noni, dan DragonNoni.
 
 
Ultra Noni
Obat Kuat
Cream Skin Care Dswiss
ARTIKEL TERPOPULER

Copyright © 2017 Kesehatan.tips
All rights reserved