Migrain Lebih Suka Mengincar Perempuan

14-Jun-2014 | dibaca : 825x | Ditulis Oleh : Maman Soleman
Migrain Lebih Suka Mengincar Perempuan

Tips Kesehatan  - Migrain ialah sakit kepala berat yang menyerang sebelah kepala, kiri atau kanan saja. Tidak hanya kepala yang di buat nyut-nyutan, namun juga melibatkan sensorik, maka dari itu pasien sering terasa lebih peka pada sinar serta nada, mual, muntah, kaki serta tangan kesemutan atau kebas. Satu dari empat wanita diprediksikan menanggung derita nyeri kepala samping ini. Menurut banyak studi, migrain tiga kali lipat semakin banyak berlangsung pada wanita dibanding pria.

Migrain sebagai kejadian neuropsikologi yang spektakuler, melibatkan ledakan aktivitas listrik yang bermula di pusat penglihatan di otak. Itu sebabnya sakit kepala migrain juga meliputi aura visual, misalnya terjadi bintik-bintik kebutaan (blind spots) yang terjadi pada 20-30 persen pasien migran.

Baca juga : Berkelit dari Serangan Vertigo  

Aktivitas listrik itu lalu menyerbu seperti gelombang ke area otak yang mengontrol sensasi. Tak heran jika pasien juga merasakan kesemutan atau kebas, seperti ditusuk jarum. Gelombang itu lalu menghantam area yang mengontrol bahasa. Saat itu terjadi, pasien mendadak sulit menemukan kata-kata atau gagap.

Ahli lain menyatakan migran berlangsung lantaran ada pembesaran pembuluh darah serta dikeluarkannya zat kimia dari serat saraf yang melilit pembuluh darah. Akhirnya setelah itu, berlangsung peradangan, timbul nyeri, serta pembesaran arteri.

Nyeri migrain dapat berjalan sepanjang sekian hari. Sakit kepala ini mengakibatkan system saraf simpatik merespon, maka nampak rasa mual, diare, serta muntah. Tanggapan ini dapat tunda pengosongan lambung ke usus kecik, hingga memengaruhi penyerapan makanan, kurangi aliran darah. Alhasil tangan serta kaki jadi dingin, lalu meningkatlah kepekaan pada sinar serta nada.

Baca juga : Deteksi Dini Keberadaan Kanker Kolon (Usus Besar)

Diperkirakan pemicu migrain terkait dengan bau, cahaya, gerakan, dan suara, walau pun masih sulit ditemukan. Diduga faktor gen pun ikut berperan di sini. Ketidakseimbangan hormon, terutama estrogen, menjadi hal yang sering memicu terjadinya migrain sehingga wajar jika perempuan banyak yang terkena penyakit ini. 

Memang, tidak enak rasanya ketika migrain sedang berkuasa. Pekerjaan yang harus diselesaikan bakal tertunda gara-gara serangan migrain. Tidak ada jalan, kecuali segera mengistirahatkan diri guna meredakan nyeri kepala sebelah itu. Melakukan teknik rileksasi, pijatan, atau bahkan akupuntur dapat membantu mengurangi nyeri. Akan lebih baik bila Anda memiliki catatan harian tentang migrain agar tahu pemicu dan cara mengelolanya bila mengalami serangan lagi di kemudian hari.

 
 
Ultra Noni
hijab
glowhite
Obat Kuat
beli review
ARTIKEL TERPOPULER

Copyright © 2018 Kesehatan.tips
All rights reserved