Mengenal Perubahan Fisiologis Tubuh Saat Berpuasa

09-Jul-2014 | dibaca : 1041x | Ditulis Oleh : Maman Soleman
Mengenal Perubahan Fisiologis Tubuh Saat Berpuasa
Berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan merupakan keharusan untuk mereka golongan muslimin. Pergantian pola makan serta pola tidur selama sebulan bakal menyebabkan beberapa pertanyaan sekitar kesehatan, apakah berpuasa baik untuk kesehatan? Untuk menjawab pertanyaan itu, pada mulanya kita mesti tahu bagaimana pergantian fisiologis didalam badan dalam keadaan berpuasa.

Pergantian yang berlangsung didalam badan seorang bergantung dari berapakah lamanya ia berpuasa. Dengan cara teori, badan masuk keadaan puasa sekitar 8 jam sesudah makan paling akhir kali atau saat badan usai mengolah makanan. Pada keadaan normal, cadangan glukosa yang ada didalam badan bakal dipakai semacam sumber konsumsi daya. Selama berpuasa, kandungan glukosa inilah sumber utama daya. Sesudah cadangan glukosa habis, sumber selanjutnya yang bisa dipakai semacam pasokan daya ialah lemak. Glukosa sendiri pula dihasilkan dalam jumlah sedikit lewat mekanisme didalam hati.

Puasa Dalam Periode Saat Tertentu
Cuma berpuasa dalam periode waktu yang amat lama-lah yang mengakibatkan cadangan daya di ambil dari pemecahan protein yang ada di beberapa sel, pula dari otot. Pada titik inilah puasa bukan hanya merupakan satu aktivitas yang sehat lagi serta seorang telah meraih keadaan ‘kelaparan’. Pemecahan protein yang ada didalam otot bisa mengakibatkan seorang jadi amat lemas.
 

Puasa dalam bulan Ramadhan ini berjalan dari subuh hingga terbenamnya matahari yang berjalan sekitar 12-13 jam (Indonesia). Rentang saat ini tetap bisa ditolerir seandainya cadangan daya kita yang datang dari glukosa serta lemak ada dalam jumlah cukup.

Sesudah berbuka s/d saat sahur, pastinya cadangan daya atau cadangan glukosa badan bisa kembali dipenuhi hingga mencegah pemecahan protein otot untuk pemenuhan daya.

Pemakaian lemak semacam satu diantara sumber daya pastinya mempunyai berbagai efek, salah satunya ialah bisa turunkan berat tubuh, melindungi protein dalam otot, serta dalam periode panjang bisa turunkan kandungan kolesterol. Penurunan berat tubuh sendiri bakal bisa menolong mengontrol penyakit diabetes melitus serta kurangi penambahan desakan darah.

Pergantian komposisi badan, penurunan massa lemak, serta terkontrolnya desakan darah, diabetes, serta kolesterol bakal turunkan resiko penyakit kardiovaskuler (jantung serta pembuluh darah).
 
Baca juga : Kiat Makan Gorengan yang Sehat

Dengan berpuasa, proses detoksifikasi badan juga bisa berjalan baik dengan jalan keluarkan beragam toksin didalam badan dengan pembakaran lemak yang menumpuk. Sesudah berbagai hari berpuasa, kandungan hormon endorfin didalam badan meningkat yang bisa berbuntut pada penambahan rasa tenang, bahagia, serta kewaspadaan yang cukup baik. Dengan berpuasa, produksi asam lambung juga bakal alami penurunan hingga baik untuk pasien gastritis atau peradangan lambung.

Keseimbangan konsumsi makanan serta minuman amat dibutuhkan didalam berpuasa. Organ badan yang mengatur keseimbangan cairan badan serta elektrolit seperti natrium, kalium, serta kalsium, ialah ginjal. Kekurangan cairan atau dehidrasi bisa berlangsung disebabkan kurangnya konsumsi cairan serta keringat yang terlalu berlebih disebabkan hawa panas. Konsumsi cairan yang cukup ditunjang sumber mineral serta elektrolit yang seimbang bakal melindungi manfaat ginjal kita. Kecuali itu, konsumsi karbohidrat, lemak, serta protein seimbang bakal mencegah pemecahan protein di otot serta melindungi konsumsi daya selama hari.

Jadi, apakah puasa baik untuk kesehatan?
Pastinya jika dikerjakan dalam kurun waktu yang benar (dari subuh sampai tenggelam matahari) serta ditunjang dengan konsumsi makanan seimbang serta tak terlalu berlebih, maka berpuasa mempunyai beragam faedah untuk kesehatan.
 
 
Ultra Noni
hijab
glowhite
Obat Kuat
beli review
ARTIKEL TERPOPULER

Copyright © 2018 Kesehatan.tips
All rights reserved