Efek Gila Kerja Dan Cara Mengatasinya

19-Jun-2014 | dibaca : 1068x | Ditulis Oleh : Maman Soleman
Efek Gila Kerja Dan Cara Mengatasinya

Bekerja itu merupakan aktivitas yang menyehatkan baik untuk fisik maupun psikis sekaligus dapat menjadi sumber penghasilan. Oleh karena itu, tidaklah sulit bila ada yang berpendapat bahwa orang yang sehat jiwanya adalah orang yang mampu bekerja dengan baik. Pada usia lanjut, bekerja dapat memelihara fungsi otak agar tak mudah lupa, sedangkan pada orang dewasa bekerja akan menjaga rasa percaya diri.

Bekerja sebaiknya tak lebih dari 8 jam dalam sehari atau 40 jam seminggu. Sewaktu-waktu boleh bekerja lembur, terutama bila di kantor sedang sibuk. Bekerja terus-menerus selama 30 jam sangat berbahaya untuk jiwa karena yang bersangkutan mengalami kelelahan yang parah, baik fisik maupun mental. Kondisi dapat memburuk bila juga meminum minuman yang mengandung kafein. Kafein dapat memicu kerja sistem kardiovaskuler termasuk jantung.

Baca juga : Obesitas Bisa Merusak Kesehatan dan Penampilan

Ketika seseorang bekerja keras/lembur di atas batas kemampuan, awalnya tubuh akan menyesuaikan diri dengan memacu seluruh cadangan energi, baik fisik maupun mental sehingga semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Prestasi serta produktivitas kerja meningkat sangat mengagumkan. Akan tetapi, setelah beberapa bulan berlangsung semua cadangan energi habis terpakai sehingga akhirnya yang bersangkutan dapat  mengalami exhausted atau kelelahan kerja dan itulah yang disebut sebagai burn out.

Apa itu burn out? Kata burn out sangat populer di dunia kerja dan kadang sulit dibedakan dengan stres di tempat kerja. Pada abad ini,burn out banyak ditemukan pada karyawan wanita dengan usia sebelum usia 30 tahun. Gejala-gejala burn out yang sering ditemukan antara lain :

  • Exhaustion yaitu perasaan lelah dan letih pada hampir setiap waktu, baik secara emosi, mental maupun fisik.
  • Kehilangan motivasi atau antusias terhadap semua kegiatan, termasuk untuk kerja, sulit bangun pagi hari untuk memulai kerja.
  • Berkembang frustasi, sinis, dan emosi negatif lainnya, biasanya yang bersangkutan cenderung bersikap sinis, selalu berpikiran negatif pada orang ilaini.
  • Masalah kognitif  berupa kesulitan konsentrasi dan memusatkan perhatian serta mengalami keseulitan memecahkan masalah atau mengambil keputusan (fight atau flight).
  • Menimbulkan masalah dalam hubungan interpersonal baik di tempat kerja maupun rumah; lebih banyak konflik seperti melakukan perdebatan atau pertengkaran dan sebaliknya lebih menarik diri untuk berbicara dengan teman kerja satu tim atau dengan anggota keluarga.
  • Tak peduli terhadap keadaan dirinya, misalnya dengan banyak merokok, minum suplemen yang mengandung stimulan, banyak makan junk food atau sebaliknya kurang makan dan tak cukup istirahat atau tidur.
  • Mengobati diri sendiri dengan mengonsumsi obat tidur atau minum alkohol berlebih, minum kopi untuk meningkatkan energi pada pagi hari.
  • Preokupasi terhadap kerja terutama ketika tidak bekerja.
  • Akhirnya, kualitas hidup dan rasa puas akan menurun secara drastis.

Setelah burn out berlangsung cukup lama, yang bersangkutan dapat mengalami berbagai penyakit fisik seperti gangguan pencernaan, serangan jantung sampai kematian mendadak, depresi yang disertai ide bunuh diri, dan obesitas. Angka bunuh diri akibat burn out banyak ditemukan di Jepang yang masyarakatnya terkenal gila kerja atau workaholic.

Baca juga : Begadang Pengaruhi Sistem Endokrin dan Kardiovaskular

Jika mulai merasakan keluhan-keluhan seperti tadi, berarti Anda mengalami burn out. Yang perlu Anda lakukan adalah segera ambil cuti untuk beristirahat. Mulailah dengan melakukan aktivitas yang Anda inginkan yang selama ini tidak sempat dilakukan seperti mendengarkan musik yang membuat relaks dan nyaman.

Tinggalkan, sekali lagi tinggalkan semua pikiran tentang pekerjaan selama Anda istirahat. Meditasi akan membuat Anda menjadi lebih relaks dan tenang atau membaca buku atau mengunjungi keluarga/kerabat untuk bersilaturahmi atau buatlah sesuatu yang benar-benar dapat membuat Anda relaks.

Sediakanlah waktu untuk itu. Temukan sesuatu di luar sana untuk melakukan aktivitas atau hobi. Semua komunikasi yang dapat mencetuskan stres dalam pekerjaan, tinggalkan. Sediakan waktu untuk kegiatan bersama keluarga, liburan, atau aktivitas sosial. Bukalah telepon atau e-mail (surat elektronik) Anda setelah makan malam. Bila dengan cara tersebut tadi belum juga membantu, segera hubungi psikiater untuk konsultasi lebih lanjut.

 
 
Ultra Noni
hijab
glowhite
Obat Kuat
beli review
ARTIKEL TERPOPULER

Copyright © 2018 Kesehatan.tips
All rights reserved